New Release: Diari Putri Klarisa

Diari_Putri_KlarisaDiari Putri Klarisa

Penulis: Arleen A

Editor: Yenni Saputri

Ilustrator: Lenny Wen

Penerbit: Tiga Ananda

(Creative imprint dari Tiga Serangkai)

Sebuah gigi yang hilang

Masih ingatkah kamu ketika salah satu gigi susu depanmu lepas dan gigi dewasanya belum tumbuh? Makan jadi sedikit lebih susah karena selalu ada potongan makanan yang tidak tergigit dan malah terselip pada rongga itu. Tersenyum juga jadi lebih memerlukan strategi karena kau tidak yakin apakah rongga pada gigi itu imut atau jelek? (Menurut Nenek dan Mama, itu imut. Namun menurut kakak, itu amat jelek.) Dan ketika gigi barunya mulai tumbuh dan akhirnya menempati rongga itu, kau dapat kembali bernafas lega.

Sebuah genre yang (agak) hilang

Lain kali kamu pergi ke toko buku, perhatikan bahwa di toko buku ada banyaaak sekali picture book untuk anak-anak (buku dengan halaman penuh gambar dan sedikit teks) dan juga ada banyaaak sekali novel untuk remaja dan dewasa (buku dengan halaman penuh teks dan tanpa gambar). Dan kamu tidak akan menemukan terlalu banyak buku yang di antaranya. Buku di antara picture book dan novel? Buku seperti apa itu?

Nasi tim di antara susu dan nasi

Setelah lahir, bayi minum susu. Walaupun mamanya menginginkan bayi itu untuk tetap menjadi bayi selamanya, alam tidak bekerja seperti itu. Bayi itu terus tumbuh dan tiba-tiba susu tidak lagi cukup. Apakah lalu langsung diberi nasi? Tentu saja Mama yang pandai akan membuatkan bubur lembek dan lalu nasi tim saring, lalu nasi tim kasar, dan barulah Si Bayi kemudian makan nasi. Dan di mata dunia, ia pun bukan lagi bayi walau di mata Si Mama, tentu saja ia tetap bayi sampai kapan pun (sekalipun ia makan nasi goreng super pedas:))).

Apa itu Bridge Book atau Chapter Book?

Bridge book atau chapter book adalah buku transisi yang mengantarkan anak dari tahapan membaca picture book ke tahapan membaca novel. Akan sangat mengagetkan bila anak-anak yang biasa membaca buku yang sarat ilustrasi tiba-tiba dihadapkan pada buku yang sarat teks. Akan sangat nyaman bila ada buku transisi. Anak yang attention span-nya sudah mulai panjang akan mulai bisa menikmati cerita yang lebih panjang dengan plot yang lebih rumit. Bridge book atau chapter book menyajikan cerita yang seperti itu. Lebih panjang, lebih punya detail, lebih punya plot, dengan lebih sedikit ilustrasi.

Buku ini jarang didapati di pasar kita karena anak-anak kelas 3 SD ke atas biasanya sudah terbebani dengan begitu banyak pekerjaan rumah dan tugas kelompok dari sekolah, juga biasanya punya banyak kursus tambahan. Orang tua jadi merasa tidak perlu lagi membelikan bacaan fun untuk mengisi waktu luang anak-anak ini, karena mereka dianggap seolah tidak punya lagi waktu luang. Hal ini berakibat pada melambatnya peningkatan minat baca anak. Minat baca yang sudah dipupuk sejak bayi melalui banyak picture book seolah dipeti-es-kan untuk sementara waktu. Nanti bila Si Anak sudah besar dan sudah punya inisiatif untuk membaca kembali, barulah minat baca itu dikeluarkan dari peti esnya untuk dikembangkan kembali. Alhasil buku-buku yang di luar adalah konsumsi baca anak-anak SD (seperti seri Harry Potter yang tebal bukunya ratusan halaman), di sini dibaca oleh anak yang lebih besar atau bahkan orang dewasa.

Dalam situasi seperti inilah penulis mendapatkan dorongan untuk menuliskan sebuah bridge book atau chapter book berjudul Diari Putri Klarisa.

Tentang Diari Putri Klarisa

Buku ini mengisahkan tentang seorang putri dari negeri jauh yang tidak bisa diam. Dia punya banyak hobi dan ia menggunakan hobi-hobinya itu untuk melaksanakan tugasnya sebagai seorang putri. Ya, seorang putri bukan hanya diharapkan untuk tampil cantik, seorang putri harus juga tahu tentang kebutuhan rakyatnya, harus bisa memutar otak demi menyelesaikan masalah dan demi membantu orang lain. Hidup terlalu singkat untuk dihabiskan dengan memperhatikan diri sendiri saja. Hidup baru berarti bila dibagikan dengan orang lain.

Format buku ini adalah bridge book atau chapter book. Ada dua belas chapter atau bab di dalamnya untuk mewakili dua belas bulan dalam setahun dan juga memperkenalkan dua belas hobi yang berguna. Pada zaman sekarang ini, di mana orang segala usia terpaku pada pemakaian gadget yang berlebihan, kita perlu mengingatkan anak-anak (dan kita sendiri) bahwa ada banyak hobi berguna yang dapat dilakukan bersama. Pengembangan hobi baik untuk peningkatan skill, juga untuk terus membuka jalur komunikasi antara anggota keluarga dan kerabat.

Gigi yang hilang sudah tumbuh kembali

Semoga dengan adanya lebih banyak buku-buku di dalam genre ini, pasar buku kita tidak lagi seperti serentetan gigi yang hilang salah satunya. Dan semoga minat baca anak dapat dilanjutkan untuk dipupuk demi membentuk bangsa yang lebih membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*