Editor adalah Sutradara Buku: Vitalnya peran Editor dalam Penerbitan Buku

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, editor adalah orang yang mengedit naskah tulisan atau karangan yang akan diterbitkan dalam majalah, surat kabar, dan sebagainya. Adapun mengedit sendiri (masih menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia) memiliki arti: mempersiapkan naskah yang siap cetak atau siap terbit (dengan memperhatikan terutama segi ejaan, diksi, dan struktur kalimat).

Sebenarnya, editor memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar berkutat dengan tulisan dan tanda baca. Selain buku atau media cetak, banyak bidang lain yang juga memerlukan peran editor. Misalnya, dalam media elektronik yang berupa video atau film, editor diperlukan untuk menata video agar lebih layak ditonton. Sebutannya video editor. Dalam industri musik pun, peran editor sangat diperlukan, sebutannya music editor atau sound editor. Tujuannya tentu agar kualitas suara yang dihasilkan lebih layak untuk diperdengarkan ke khalayak umum.

Lalu, apa bedanya tulisan yang sudah melalui sentuhan tangan editor dan yang belum. Untuk lebih gampangnya, mungkin bisa diumpamakan dengan gambar berikut.

Naskah Yang Belum Di Edit

Naskah Yang Belum Di Edit

Naskah yang sudah diedit

Naskah yang sudah diedit

Nah, kira-kira mana yang lebih menarik untuk dibaca dimakan? Naskah yang sudah ditangani oleh seorang editor tentunya akan lebih mudah dibaca dan dipahami. Secara kemasan pun akan lebih menarik. Dalam hal ini, editor akan bekerja dalam tim bersama dengan seorang desainer.

Di Penerbit Tiga Serangkai Sendiri, khususnya divisi buku umum (General Book) editor memiliki fungsi yang beragam. Editor General Book bekerja ”membuat” buku dari hulu sampai hilir. Hulunya adalah mencari ide atau tema sebuah naskah, sedangkan hilirnya adalah mempersiapkan naskah hingga siap turun cetak.

Meneliti ejaan dan tanda baca hanyalah sebagian kecil tugas editor.

Meneliti ejaan dan tanda baca hanyalah sebagian kecil tugas editor.

Di antara proses dari hulu sampai hilir, editor juga sangat terlibat dalam penentuan penulis, ilustrasi, desain, dan tata letak, meskipun pada praktiknya masing-masing pekerjaan tersebut ditangani oleh orang-orang di bidangnya. Namun, semua tetap berada dalam arahan editor. Jadi, tidak salah jika editor disebut juga sutradara buku, layaknya sutradara film yang mengarahkan sebuah film dari ujung hingga pangkal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*