Berkenalan dengan Lumba-lumba : Mamalia Cerdas yang Bisa Berkomunikasi

Tigaserangkai.com - Berkenalan dengan Lumba-lumba : Mamalia Cerdas yang Bisa Berkomunikasi - Pernahkah Anda menyaksikan lumba-lumba di tayangan televisi? Lumba-lumba tampak berenang kesana kemari dengan lincah. Namun ternyata, lumba-lumba bukan ikan, lho! Lumba-lumba merupakan mamalia atau satwa menyusui, seperti kambing atau sapi. Agar lebih mengenal satwa unik ini, yuk simak penjelasan berikut!

dolphins

Anatomi dan Klasifikasi lumba-lumba

Lumba-lumba termasuk ke dalam bangsa Cetacea perairan. Agar memudahkan ia bergerak di dalam air maka tubuh Lumba-lumba berbentuk hidrodinamis layaknya torpedo/streamline dengan bentuk ujung tubuhnya meruncing. Untuk bergerak di dalam air, mamalia ini dilengkapi dengan sirip dada serta sirip punggung. Bentuk posisi sirip pada ekornya mendatar untuk memudahkan bergerak ke arah naik dan turun sehingga dapat mendorong tubuhnya keika berenang.

Berikut klasifikasi ilmiah lumba-lumba:
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Cetacea
Upaordo : Odontoceti
Famili : Delphinidae

Habitat Lumba-lumba

Lumba-lumba adalah mamalia laut yang fleksibel dengan kondisi lingkungan air yang ada, sehingga habitat lumba-lumba adalah setiap perairan yang ada di dunia baik di lautan tropik maupun lautan sub tropik. Namun ada juga sebagaian spesies lumba-lumba yang lebih menyukai untuk tinggal di habitat perairan pantai atau coastal dan sebagian lumba-lumba yang lain lagi berada di lautan bebas atau oseanik.

Jenis Lumba-lumba yang hidup berada di perairan sekitar indonesia antara lain;
● Lumba-lumba Hidung Botol
● Lumba-lumba Totol
● Lumba-lumba Paruh Panjang
● Lumba-lumba Bergaris
● Lumba-lumba biasa
● Lumba-lumba Fraser
● Lumba-lumba Putih Cina
● Lumba-lumba Gigi Kasar
● Lumba-lumba Abu-abu
● Lumba-lumba Pesur

Dari 10 jenis lumba-lumba yang ada di indonesia ini, ada 3 jenis lumba-lumba yang yang paling terkenal, yitu Lumba-lumba hidung botol, totol, dan paruh panjang. Penyebaran lumba-lumba di Indonesia di antaranya kawasan teluk Kendawangan di Kalimantan Barat, sampai di kawasan Laguna Segara Anakan di Jawa Tengah, juga di Teluk Kumai di kawasan Kalimantan Tengah. Lumba-lumba juga bisa dijumpai di kawasan perairan Indonesia bagian Timur misalnya Laut Sawu Maluku.

Lumba-lumba Bisa Bersuara

Lumba-lumba memiliki pola komunikasi kompleks yang melibatkan penggunaan berbagai macam suara, termasuk siulan dengan frekuensi termodulasi, suara klik, dan suara burst-pulse.

Di antara berbagai macam suara tersebut, siulan dengan frekuensi termodulasi menjadi ciri khusus komunikasi mamalia ini. Dilansir Nbcnews, Selasa (23/7/2013), lumba-lumba memanggil satu sama lain menggunakan siulan khas yang membantu mengidentifikasi satu sama lain. Temuan yang dipublikasikan Proceedings of the National Academy of Sciences menunjukkan bahwa lumba-lumba mampu mengeluarkan suara khas persis peluit atau bersiul yang bisa dimengerti oleh sesama lumba-lumba sebagai nama.

"Ini dipelajari sebagai panggilan individu hewan yang bisa menyalin atau menandakan posisi satu sama lain," tutur Stephanie King, ilmuwan mamalia laut di University of St. Andrews, Inggris.

Peneliti mengatakan, setiap lumba-lumba bisa membuat peluit sendiri yang unik dan rekan atau keluarganya akan membalas dengan suara yang sama. Anak lumba-lumba bahkan dilatih untuk mengidentifikasi siulan ibunya mereka saat baru lahir.

Suara klik terutama memfasilitasi proses echolocation yaitu menentukan lokasi suatu objek berdasarkan waktu yang dibutuhkan untuk suara klik memantul dari objek kembali menuju ke lumba-lumba.

Saat mencari makan, frekuensi klik meningkat seiring lumba-lumba mendekati target. Suara klik lumba-lumba adalah yang paling keras di antara spesies laut. Mereka juga tampaknya mampu bekerjasama untuk berburu mangsa.

Adapun suara burst-pulse membantu lumba-lumba menjaga tingkat agresi mereka agar tetap terkontrol. Suara ini digunakan untuk membangun dan mempertahankan posisi mereka dalam hirarki sosial.

Meskipun komunikasi lumba-lumba sering ditandai dengan penggunaan suara, mereka juga dikenal menggunakan bahasa tubuh untuk berkomunikasi satu sama lain dan juga dengan manusia.

Fakta Komunikasi Lumba-lumba

Hewan ini paling sering berkomunikasi saat melakukan ritual perkawinan, menyatakan wilayah kekuasaan, memperingatkan adanya bahaya, dll. Suara merambat 4 – 5 kali lebih cepat di dalam air sehingga menjadi salah satu faktor penting dalam komunikasi di lingkungan laut. Pada lumba-lumba, komunikasi membantu memfasilitasi interaksi sosial yang rumit antara anggota kelompok.

Meskipun lumba-lumba tidak memiliki pita suara seperti manusia, kantung udara hidung yang terletak di bawah lubang sembur dapat membantu mereka membuat berbagai macam suara.

Komunikasi Lumba-lumba dengan Manusia

Saat berkomunikasi dengan manusia, lumba-lumba melakukan tindakan fisik tertentu, seperti melompat dari dalam air, sikap tubuh, menggerakkan moncong, dll.

Salah satu cara komunikasi paling banyak digunakan oleh spesies ini adalah dengan melompat dari dalam air untuk kemudian menjatuhkan diri sehingga menimbulkan percikan air. Kadang-kadang, mereka juga berkomunikasi dengan memercikkan air menggunakan sirip dada atau ekor.

Meskipun cara ini paling sering digunakan untuk berkomunikasi dengan manusia, lumba-lumba juga menggunakannya untuk berkomunikasi di antara sesama mereka sendiri.

Studi mengungkapkan lumba-lumba dapat memahami pola bahasa yang digunakan oleh manusia untuk berkomunikasi, seperti yang juga teramati pada burung beo, anjing laut, dll.

"Sebagaimana manusia, kita bisa mempelajari suara baru, lumba-lumba dan burung beo juga dapat mempelajari suara baru," kata Stephanie King.

Bahkan, terdapat penelitian yang mengungkapkan lumba-lumba memiliki kemampuan meniru berbagai suara, termasuk suara perahu motor dan tawa manusia.

Meskipun telah mengumpulkan sejumlah besar informasi tentang komunikasi pada mamalia ini, para ilmuan percaya masih banyak hal yang perlu dipelajari.

Sumber :

http://www.satwa.net/831/lumba-lumba-binatang-paling-cerdas-di-lautan.html

http://m.okezone.com/read/2013/07/23/56/841308/bersiul-cara-lumba-lumba-berkomunikasi

 

Berkenalan dengan Lumba-lumba : Mamalia Cerdas yang Bisa Berkomunikasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Tiga Serangkai