Proses Kreatif Penulisan Buku Super Father

Super FatherBikin Antologi Super Father itu hmm.. *kasih tau nggak ya* awalnya karena ingin memberi tugas pada adik-adik di FLP. Jadi waktu itu kebetulan saya ditunjuk jadi mentor buat ngisi materi . Lupa juga temanya tentang apa, sudah lama bangeeeet itu sekitar tahun 2003. Nah biar adik-adik makin produktif saya suruh mereka nulis materi yang saya kasih, intinya bikin tulisan nonfiksi seputar Ayah. Itu juga temanya tercetus begitu aja, pada saat itu juga *bayangin*, padahal sebelum ngasih tugas ngeblank bingung mau ngasih tugas temanya tentang apa. Dengan iming-iming “Nanti kalau tulisan kalian bagus-bagus saya bukukan deh” waah semangat dong mereka.

Nah, naskah pun terkumpul 2 minggu kemudian. Nggak begitu susah nagih naskah, karena kita selalu ketemu 2 minggu kemudian. Saya seleksi dan saya editing. Mulai masukin ke beberapa penerbit (tapi nggak sekaligus ya, karena ini menyangkut etika). Maksudnya begitu penerbit yang pertama nolak, lanjut ke penerbit berikutnya. Namun hingga bertahun kemudian selalu mendapat respon penolakan terus dan terus.

Hingga pada suatu hari ada salah satu penerbit besar yang meng-ACC naskah saya, dengan syarat harus ditambah penulis, diedit, diberi bumbu dan dihilangkan penulis yang menurutnya nggak layak tayang. Dengan berat hati saya kemudian meng-eliminasi beberapa tulisan yang nggak nyambung. Ya memang sih ada beberapa tulisan yang nggak nyambung, beberapa diantaranya drama abis menceritakan kehidupannya dengan ayahnya, dan beberapa diantaranya malah membuat cerpen. Ga nyambung kan? Nah saya menghilangkan cerita yang nggak nyambung itu. Kemudian saya setor ulang daaaan, taraaa! Nyebelin, naskah saya malah ditolak. Lah penerbit nggak jelas, maunya apa sih, diterima tapi kemudian ditolak. Ternyata ada juga ya penerbit besar yang PHP -_-

Lalu naskah itu saya abaikan karena sudah lelah ditolak sana-sini. Nggak tau kenapa 5 tahun setelahnya saya seperti mendapat ilham.’Hayoo.. masukin ke Tiga Serangkai, kali diterima’ begitu kata hati saya berteriak. Dan Bismillah saya masukan ke tiga serangkai dengan rasa pasrah sepasrah-pasrahnya.

Hal mengejutkan terjadi, ketika saya berkenalan dengan pak Prabowo salah satu editor Tiga Serangkai, beliau bilang “Mba, kayaknya ini naskah pernah dimasukkan ke sini deh ya. Cuma ditolak” wataaaaw, wkwkwk, “Wah ya  nggak tau mas. Lupa saya, sudah bertahun lamanya.” Beneran muka saya bingung saat itu mau ditaruh dimana.

“Ya sudah saya baca kembali ya”

“Monggo mas”

Lalu naskah itu dibaca dan kayaknya nggak sampai sebulan, naskah itu di TERIMA! Yipiiiieee… kesabaran berbuah berkah. 5 tahun menunggu akhirnya dapet jodohnya juga. Saya jadi inget dengan nasihat seorag teman, “Naskah itu sebenernya ada jodohnya. Cuma nggak tau kapan disuntingnya. Yang kita lakukan hanyalah pasrah dan sabar terus berusaha memberikan pada penerbit.”

Iyalah, untuk membuat Harry Potter menjadi best seller seperti sekarang, JK, Rowling juga nggak lepas dari tolakan banyak penerbit. Dan akhirnya setelah 5 tahun menunggu, naskah super Father itu kemudian hadir ditangan kalian semua, selamat membaca ^^

(Ditulis oleh: Amanda Ratih Pratiwi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*