Perenungan Tujuh Hari Tujuh Malam untuk Mencari Ide

Jejak-Jejak MisteriusSenang sekali rasanya buku dongeng anak muslim tentang ayat-ayat Kauniyah berjudul Jejak-jejak Misterius akhirnya terbit dan beredar di toko buku. Bagi seorang penulis, yang telah berjuang keras memeras darah dan keringat (widih, lebaynya ...) demi selesainya sebuah naskah, lalu naskah tersebut berhasil terbit dan mejeng di rak toko buku, rasanya masya Allah ... senang campur aduk.

Tentang berbagi proses kreatif penulisan buku ini, saya awali dengan tahapan paling awal yakni pencarian ide. Semula, saya ingin menulis cerita anak yang berbeda, menarik, tapi mengena. Maksudnya, anak bukan hanya membaca cerita, namun juga bertambah wawasan agamanya. Setelah berpikir dan merenung selama tujuh hari tujuh malam, saya nggak nemu juga mau nulis apa. Akhirnya, saya putuskan untuk membaca saja dulu. Lho, kok? Sssttt! Bukan sekali dua kali saya mendapatkan ide tulisan dari membaca. Dan pengalaman seperti ini dialami oleh hampir semua penulis. Alhamdulillah, dari membaca itu lantas terpikir ide untuk menulis cerita yang mengangkat tema ayat-ayat Kauniyah atau ayat-ayat yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan. Oke, ayat-ayatnya sudah dicatat, tinggal mengembangkannya menjadi dongeng.

Proses berikutnya adalah pembuatan outline. Saya terbiasa membuat outline sebelum menulis cerita sesungguhnya. Bagi saya, menulis naskah jauh lebih mudah setelah outline tersusun rapi. Jika nantinya dalam penulisan terjadi ‘penyelewengan’, tak apalah asal tidak kejauhan melencengnya dari outline. Dalam outline ini saya tuliskan rencana judul dan garis besar ceritanya. Karena saya ingin buku Jejak-Jejak Misterius ini berbeda dari buku yang lain, saya pun memikirkan judul-judul yang tidak sembarangan. Beberapa diantaranya adalah Jejak-Jejak Misterius, Penyesalan Lola Si Ikan Air Tawar, Adik Menjadi Vampir, Persahabatan Bunga dan Besi Tua, dan Ketika Peri Bulan Pergi. Menarik, bukan? Kalian pasti penasaran kepengin membaca ceritanya saat membaca judul-judul tersebut. Catatan pentingnya, ketika saya membuat judul, sudah tergambar nantinya bagaimana dongeng yang akan saya tulis. Jadi, penentuan judul tidak boleh ngawur.

Berikutnya, adalah bagian yang paling saya sukai. Menulis cerita sebenarnya. Cihui...! Rasanya ngeri-ngeri sedap saat mengetikkan huruf pertama pada layar yang masih putih bersih. Satu per satu, saya tuliskan secara utuh dongeng-dongeng yang garis besarnya sudah saya tuangkan dalam outline. Karena berkaitan dengan ayat-ayat Kauniyah, semua cerita dalam buku Jejak-Jejak Misterius tidak bisa terlepas dari tema tersebut. Baik yang berupa dongeng misteri, dongeng fantasi, dongeng sains, dan juga fabel dalam buku ini semuanya berkaitan dengan ayat-ayat Kauniyah. Pembaca (khususnya anak-anak) saya ajak turut memecahkan berbagai permasalahan, misteri, ataupun teka-teki yang ada dalam buku ini. Jadi, mereka tidak hanya melulu membaca dongeng, tapi juga terlibat langsung di dalamnya sebagai pelaku. Asyik, bukan?

Oh iya, bagian penulisan naskah inilah yang paling sulit dari tahapan-tahapan sebelumnya. Disinilah saya harus bisa meracik dongeng yang berkaitan dengan ayat-ayat Kauniyah seseru mungkin agar menarik disukai anak-anak. Adalah tantangan tersendiri bagaimana menuliskan cerita demi cerita agar anak-anak semakin mengenal kebesaran Allah SWT melalui ayat-ayat Kauniyah.

Dan alhamdulillah, atas pertolongan Allah SWT jualah naskah Jejak-Jejak Misterius berhasil saya selesaikan dan siap untuk menjadi bacaan adik-adik di seluruh wilayah tanah air.

Sampai jumpa pada kesempatan berikutnya, ya.... jangan lupa beli buku Jejak-Jejak Misterius ya! (Ririn Astutiningrum)

1 Comment

  1. Bukunya yang masi ready apa aja om? boleh minta link dmn ordernya,
    kalo bisa sih ditoko buku mana biar bisa di baca dikit sebelum beli..
    thanks om.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*