Keajaiban Sidik Jari

Apakah kita pernah memperhatikan ujung-ujung jari kita dengan saksama? Jika diperhatikan, kita akan mendapati ada semacam pola tipis berbentuk seperti lingkaran-lingkaran di ujung-ujung jari, baik jari tangan maupun jari kaki. Itulah yang disebut dengan sidik jari. Ajaibnya, setiap manusia mempunyai pola sidik jari yang berbeda. Bahkan, mereka yang kembar identik pun akan mempunyai sidik jari yang berbeda.

Pola-pola sidik jari ini melekat pada manusia seumur hidup. Sidik jari tidak akan pernah berubah, kecuali disebabkan oleh kondisi tertentu yang fatal. Misalnya, kecelakaan yang serius.

Sebelum ditemukan teknologi yang mutakhir, orang menganggap sidik jari sebagai guratan-guratan biasa tanpa makna khusus. Namun, berkat kemajuan teknologi, sidik jari menjadi sangat penting. Bahkan, ada ilmu khusus yang memperlajari sidik jari, yaitu daktiloskopi.

Karena berbeda pada setiap orang, sidik jari menjadi salah satu tanda pengenal seseorang. Bagi pihak kepolisian, sidik jari sangat bermanfaat untuk mengungkap pelaku kejahatan. Sidik jari pelaku kejahatan yang menempel pada alat bukti dapat digunakan untuk melacak identitasnya. Sebab, pihak kepolisian sudah memiliki data (rekaman pola) sidik jari para warga negara.

Oleh karena itu, pada saat terjadi sebuah kejahatan, tempat kejadian sebuah perkara akan ditutup dan dilarang bagi siapa saja untuk masukinya. Sebab, hal itu dikhawatirkan akan dapat merusak sidik jari pelaku kejahatan yang mungkin tertinggal di sana.

Alat sidik jari digunakan pertama kali oleh Federal Bureau Investigation (FBI) di Amerika Serikat pada tahun 1960-an. FBI menggunakannya untuk proses identifikasi kasus-kasus kejahatan yang mereka tangani. FBI dengan mudah menemukan data diri seseorang melalui alat sidik jari. Bahkan, dengan teknologi itu, mereka bisa menemukan pelaku kejahatan.

Pengetahuan tentang sidik jari baru diketahui pada abad 20. Padahal, pada abad ke 7, Al Qur’an sudah menjelaskan bahwa sidiki jari merupakan bagian penting sebagai tanda pengenal seseorang. Firman Allah:

Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? Sekali-kali tidak, sungguh Kami berkuasa menyusun (kembali) setiap ujung jemarinya dengan sempurna. (QS al-Qiyamah: 3-4)

Kita perhatikan ayat tersebut. Mengapa ayat tersebut menyebut bagian ujung jari? Mengapa tidak menyebut bagian lainnya? Hal ini tentu menunjukkan bahwa ujung jari/sidik jari memilik makna khusus. Ada sesuatu manfaat besar di balik penyebutan ini.

Setelah diteliti selama bertahun-tahun, barulah diketahui betapa pentingnya bagian tubuh yang satu ini. Manusia ternyata juga mempunyai kode unik layaknya sebuah barang yang dilengkapi dengan sistem barcode.  (Hari)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Tiga Serangkai