Bagaimana Warna Terlihat oleh Mata

www.tigaserangkai.com - Warna adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna (berwarna putih). Identitas suatu warna ditentukan panjang gelombang cahaya tersebut. Sebagai contoh warna biru memiliki panjang gelombang 460 nanometer.

Nah, Pernahkah anda membayangkan jika dunia ini tanpa warna? atau dunia hanya tersusun dari dua warna: hitam dan putih saja seperti pada foto-foto kuno. Tentunya dunia tidak akan semenarik yang ada sekarang. Kita tidak akan bisa menikmati indahnya hijau rumput, birunya langit dan kuningnya matahari.

Untuk pelajaran Ilmu tentang warna disebut chromatics. Teori warna sudah dikembangkan oleh Alberti (1435) dan diikuti oleh Leonardo da Vinci (1490).

warna-primer

Menurut proses terjadinya, warna dapat dibagi menjadi dua bagian besar, warna yang berasal dari zat pigmen dan warna yang berasal dari cahaya. Warna yang berasal dari pigmen (biasa disebut: warna subtraktif) seperti cat, pewarna kain dan tinta memiliki warna pembentuk dasar/ warna primer: Biru (Cyan), Magenta dan Kuning. Gabungan dari 2 warna primer (pigmen) akan menghasilkan warna-warna sekunder; misal Cyan dan Kuning menghasilkan warna Hijau, kuning dan magenta menghasilkan merah. Perpaduan dari ketiga warna tersebut menghasilkan coklat.

Sedangkan warna yang dihasilkan oleh cahaya (biasa disebut: warna aditif) seperti monitor TV dan lampu, memiliki warna dasar/primer: Merah, Hijau dan Biru. Gabungan dari warna primer menghasilkan wana sekunder yaitu Magenta-Cyan-kuning, sedangkan perpaduan dari ketiga warna tersebut adalah putih.

Dalam ilmu fisika, warna merupakan gelombang elektromagnetik yang memiliki panjang gelombang antara 390 hingga 780 nm. Panjang gelombang ini mengacu pada panjang gelombang yang bisa ditangkap oleh mata manusia dalam kondisi normal tanpa alat apapun. Identitas suatu warna ditentukan panjang gelombang cahaya tersebut. Sebagai contoh warna biru memiliki panjang gelombang 560-590 nm nanometer dan warna merah antara 620-750 nanometer. Warna yang memiliki panjang gelombang dibawah 390 nm dikenal dengan ultraviolet sedangkan diatas 750 nm, dikenal dengan infrared. Warna Ultraviolet dan infrared ini tidak dapat dilihat oleh mata manusia normal tanpa alat. Beberapa hewan seperti lebah dan beberapa serangga lainya dapat menangkap cahaya ultraviolet, kemampuan ini membantu mereka mencari madu di bunga.

Pada tahun 1670-1672, Isaac Newton melakukan penelitian, warna cahaya putih jika terurai dalam prisma kaca akan menghasilkan spektrum warna pelangi: Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila dan Violet.

Bagaimana warna dapat dilihat oleh mata?
Mata kita dapat melihat warna karena adanya cahaya yang dipantulkan oleh benda-benda dengan pigmen warna tertentu yang kita lihat. Kita melihat benda berwarna kuning, karena benda (yang memiliki pigmen kuning)  tersebut memantulkan spektrum cahaya warna merah dan hijau, warna lainnya diserap oleh benda tersebut. Cahaya merah dan hijau ini kemudian masuk ke kornea dan dibiaskan oleh lensa mata, pada akhirnya ditangkap oleh retina. Di dalam retina mata terdapat sekitar 6,5 juta Sel Kerucut (Cones/Rods), yang peka terhadap cahaya, di sinilah terjadi proses filterisasi cahaya merah dan hijau yang masuk tadi. Informasi warna ini kemudian diteruskan oleh saraf-saraf optik ke otak.

Warna tidak mempunyai sifat, tetapi warna dapat menciptakan perpektif sifat dalam otak manusia dan secara tidak langsung juga mempengaruhi emosi manusia.  Perpektif yang dihasilkan akan yang berbeda-beda terhadap sekelompok orang di waktu dan tempat yang berbeda pula tergantung oleh beberapa faktor (budaya, geografi dan lain-lain). Contoh warna hitam pada budaya barat, berarti berduka/kematian, tetapi di sebagian budaya Asia, warna duka/kematian adalah warana sebaliknya, yaitu putih. (***)

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*