Tantangan Menulis Dongeng Lucu

Kumpulan Cerita Raja JenakaKumpulan Cerita Raja Jenaka. Sebuah konsep dongeng yang tidak biasa. Awalnya saya mendapat tawaran menulis cerita ini dari Mbak Watiek Ideo. Beliau adalah penulis buku cerita anak yang sangat produktif. Karena alasan kesibukan, akhirnya beliau menawarkan konsep ini.

Sebelumnya saya pernah menulis dongeng sejenis dalam buku ini dua kali. Kebetulan keduanya pernah dimuat di majalah anak nasional. Menulis dongeng biasa saja terkadang sulit untuk mendapatkan idenya. Apalagi menulis dongeng yang mengandung kelucuan. Bagi saya ini adalah sebuah tantangan.

Saya kemudian menawarkan lima cerita terlebih dulu sebagai awal deal tidaknya dengan Mas Didit, sang editor. Setelah saya kirimkan lewat email, saya menunggu hasil evaluasi editor.

Beberapa hari kemudian datang sebuah email dari editor. Alhamdulillah isinya adalah kabar baik. Lima contoh naskah saya dianggap layak sesuai konsep awal buku ini. Hanya saja dua cerita yang saya kirimkan pernah dimuat di majalah anak. Karena itu dua cerita tersebut disarankan sebaiknya tidak dimasukkan, kata beliau.

Jadilah saya mulai menulis sisanya sebanyak 13 cerita. Tebersit untuk mencari ide Kumpulan Cerita Raja Jenaka dari cerita Abunawas. Mulailah saya browsing cerita-cerita Abunawas. Ternyata susah mendapatkan ide dari Abunawas. Dalam Abunawas tokoh sentralnya adalah Abunawas, dan bukan Raja.

Kumpulan Cerita Raja Jenaka

Namun, ada juga satu cerita berjudul Menjebak Pencuri Berlian yang terinspirasi dari cerita Abunawas. Cerita saya belokkan sedemikian rupa hingga setelah jadi, terlihat sangat berbeda. Dalam cerita ini tokoh sentral adalah seorang wanita bernama Pangestu yang berhasil menemukan pencuri berlian permaisuri.

Sebelum menulis proyek buku ini, saya sudah menulis banyak dongeng yang biasa saya kirimkan ke Bobo. Saya pun menelusuri naskah-naskah saya yang pernah saya kirim ke Bobo. Syukurlah saya menemukan empat cerita. Dua cerita pernah saya kirimkan dan belum ada kabar, karena itu saya memilih untuk memberi tahu Bobo agar naskah tersebut tidak dimuat karena akan saya masukkan ke dalam buku Kumpulan Cerita Raja Jenaka. Dua naskah lainnya adalah naskah lomba dongeng yang tidak menang. Setelah saya baca dan edit sana sini, naskah tersebut menjadi lebih rapi dan bagus.

Cerita yang saya ambil dari tabungan naskah saya adalah Pegawai Serbbisa Kerajaan, Raja yang Gemar Lomba, Menjaga Kaus Kaki Raja, dan Lomba-Lomba Unik Raja Barneu.

Tujuh cerita beres. Sisa delapan cerita. Saya harus membuat cerita yang berbeda dan tidak monoton untuk sisanya. Artinya saya harus memasukkan unsur imajinasi yang lebih gila. Saya pun mengaitkan raja dengan sihir. Yang pertama adalah Raja dan Tongka Sihir. Cerita itu mengisahkan raja yang sedang berburu di hutan. Kemudian ia menolong seorang nenek sihir baik. Penyihir itu lalu memberinya tongkat sihir yang bisa membuat pekerjaannya jadi lebih mudah.

Unsur imajinasi sihir juga saya masukkan ke dalam cerita Telinga Bergoyang Raja. Dalam cerita ini ada seorang pegawai kerajaan yang belajar sihir agar bisa membuat telinga raja bergoyang. Begitu juga muncul unsur sihir dan Raja Latah.

Kurang beberapa cerita lagi. Terkadang saya merasa cerita yang saya buat tidak lucu. Saya mencoba konsultasi dengan editor. Untungnya kata beliau meski tidak lucu, ada secuil jenaka dalam ceritanya. Jadilah saya percaya diri lagi dan lanjuut.

Kumpulan Cerita Raja Jenaka

Tidak tanggung-tanggung, kali ini petualangan raja saya bawa ke negeri liliput. Dalam Saat Raja Haki Menjadi Liliput ada juga kelucuan Raja Bega yang cincinnya salah tulis menjadi Raja Bego.

Capek juga ternyata untuk berimajinasi yang luar biasa di sisa cerita lainnya. Jadilah kembali saya membaca cerita-cerita kerajaan di majalah Bobo. Kebetulan saya punya segudang majalah Bobo di rumah. Siapa tahu bisa bermanfaat. Dan ternyata benar ada beberapa cerita di majalah Bobo yang bisa menginspirasi saya untuk menulis cerita jenaka. Hihi yang namanya ide memang bisa datang dari mana saja.

Begitulah proses kreatif saya menulis buku ini. Saya menulisnya selama kurang lebih satu bulan, yang menurut editor ternyata cukup cepat dibanding penulis lain. (Deny Wibisono)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Tiga Serangkai