Di Balik Penerjemahan Gabriel Finley and the Raven’s Riddle

Gabriel FinleyHi Rini,

Thank you for your compliment and I congratulate you for taking on the creative challenge! 

Please don’t hesitate to contact me if you have any other questions. 

Warm wishes for the New Year!

George

E-mail balasan dari George Hagen itu saya terima akhir tahun 2015 lalu. Harus saya akui, komunikasi yang cukup lancar dengan pengarang memberi nilai tambah keasyikan menerjemahkan Gabriel Finley and The Raven’s Riddle waktu itu.

Tentu saja asyik bukan berarti tanpa kendala. Sependek pengetahuan saya, suka membaca sesuatu tidak menjamin mudah menerjemahkannya. Dari judulnya saja sudah ketahuan, novel fantasi ini bertaburan riddle alias teka-teki. Apa daya, saya telanjur tertantang dan ingat prinsip lain yang saya petik dari pengalaman pula, minimal sekali dalam hidupnya, penerjemah pasti pernah bertemu sesuatu yang berbau puisi, rima, syair, atau semacam itu. Terlebih kreativitas tersebut agaknya menjadi metode favorit para penulis cerita anak untuk menyampaikan pesan sekaligus menjadikan karya mereka bertambah menarik.

Syukurlah, sebagaimana disampaikan di atas, George Hagen menyadari benar kesulitan yang timbul bila bukunya diterjemahkan. Bahkan katanya, dia sendiri pusing sewaktu mengarang. Persoalan yang hampir sama antara pengarang dan penerjemah, karena menerjemahkan teka-teki sering kali berujung mengarang teka-teki baru yang berterima sekaligus tidak “berkhianat” terlalu jauh dari tulisan aslinya.

Saya curiga, bukan hanya teka-teki yang jadi “ranjau” dalam novel ini. Benar saja, sekian bab kemudian bermunculanlah pun alias permainan kata, biang mabuk para penerjemah buku) Kembali George memberi saya keleluasaan untuk mengolahnya. Betapa tidak, masih ada PR lainnya yaitu tiruan bunyi berbagai burung yang menjadi tokoh penting dalam kisah Gabriel Finley. Atas saran suami, saya tidak menyambangi rumah tetangga dan kenalan yang memelihara burung karena menurutnya, kicau burung piaraan dan burung yang bebas di alam jauh berbeda.

Rasanya seperti kembali ke hobi masa kanak-kanak, membaca buku sains bergambar bersama adik dan menonton Flora dan Fauna di TVRI. Jadilah sepanjang riset untuk penerjemahan buku ini, saya makin sering jalan pagi guna mengamati burung dan berharap elang besar yang terbang berputar-putar di sekitar rumah turun lebih rendah sehingga dapat saya amat-amati lebih saksama.

Singkat kata, ini salah satu pengalaman paling berkesan dalam perjalanan kepenerjemahan saya. Berhubung saya penggemar thriller, jelaslah judul novel ini sudah membuat saya langsung mengiakan ketika ditawari. Kenapa? Saya ingat Raven-nya Edgar Allan Poe. (Rini Nurul Badariah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*