Sekilas Sejarah Bacaan untuk Anak

Sejarah literasi anak dimulai dari tradisi bercerita secara lisan di berbagai belahan dunia. Berkat perkembangan teknologi, kisah-kisah ini akhirnya dibukukan. Misalnya versi paling awal Aesop's Fables yang ditemukan pada kumpulan papirus dari abad 400 SM. Di belahan dunia lain, di Tiongkok, tradisi bercerita kepada anak-anak mencapai puncaknya pada masa Dinasti Song (tahun 960-1279 SM). Bahkan, hingga saat ini beberapa di antara kisah ini masih dipelajari.

Literasi anak terus berkembang utamanya di Eropa yang menjadi pusat budaya dunia saat itu. Buku-bukunya sendiri lebih banyak berisi tentang pendidikan dan pengajaran, seperti ayat-ayat suci dan panduan moral yang kebanyakan buku ini ditulis dalam bahasa Latin. Pada masa ini, ilustrasi hanya berperan kecil dalam buku yang beredar.

Baru pada tahun 1744, John Newberry menerbitkan sebuah buku yang dianggap sebagai buku anak pertama yang ditujukan untuk kesenangan membaca. Buku bersejarah ini berjudul A Little Pretty Pocket Book. Tidak hanya isinya, buku ini juga memiliki kemasan menarik dengan kertas warna-warni dengan tambahan ilustrasi dari ukiran kayu. Menariknya lagi, John Newberry menjualnya dengan bonus berupa bola untuk anak laki-laki dan bantalan jarum untuk anak perempuan. Berkat usahanya ini, John Newberry dianggap sebagai Bapak Literasi Anak. Ia bahkan meraih kesuksesan dari menerbitkan buku anak.

Buku A Little Pretty Pocket Book

Buku A Little Pretty Pocket Book

Sumber: http://www.history.org/history/teaching/enewsletter/volume2/june04/pocketbook.cfm

Genre buku anak juga terus berkembang. Pada abad ke-18 genre yang paling umum dongeng dan buku mengenai moral. Kisah dongeng rupanya sering menimbulkan kontroversi di abad ke-18 dan 19. Karena adanya makhluk-makluk tak masuk akal di dalamnya. Baru ketika memasuki abad ke-19, dongeng mendominasi pasar buku anak.

Abad ke-19 menjadi saksi lahirnya buku bergambar atau picture books, di mana ilustrasi memainkan peran yang sama pentingnya dengan teks. Bahkan di paruh kedua abad ke-19 muncullah genre seni baru, ilustrasi buku anak.

Pada tahun 1920-an ketika teknologi percetakan mampu mencetak banyak buku dalam berbagai warna, buku bacaan bergambar maju kian pesat. Salah satu penulis yang terkenal pada masa ini adalah Wanda Gag dengan bukunya Millions of Cats. Buku ini terjual hingga lebih dari sejuta eksemplar.

Nama-nama penulis buku anak terus bermunculan dengan berbagai karyanya. Ada Theodor Geisel atau Dr. Seuss yang terkenal dengan buku-bukunya yang lucu dan tidak masuk akal. Atau Maurice Sendak dengan ilustrasinya yang sangat indah.

Kini, buku anak menjadi salah satu genre buku yang paling populer. Dengan buku-buku yang didesain untuk pembaca di tiap perkembangannya. Tak jarang pula buku anak kini berevolusi menjadi aplikasi atau buku digital untuk memenuhi tuntutan zaman. Namun tak ada yang berubah dari isi buku anak, tetap menghadirkan bacaan yang menghibur bagi pembacanya. (Yenni Saputri)

 

Sumber:

http://blog.bookstellyouwhy.com/bid/230055/A-Brief-History-of-Children-s-Literature

http://www.childrensbookgallery.net/shop/childrens/about-childrens-books.html

https://www.bl.uk/romantics-and-victorians/articles/the-origins-of-childrens-literature

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*