Membekali Anak-Anak tentang Kejujuran

Seri Indahnya KejujuranKejujuran seakan menjadi sesuatu yang mahal di zaman sekarang ini. Perbuatan dan perkataan bohong dianggap sesuatu hal yang biasa untuk dilakukan. Seseorang terkadang rela berbohong demi mempertahankan harga diri atau untuk melepaskan diri dari sebuah tanggung jawab. Bahkan, tak jarang pula seseorang berkata dusta hanya untuk membuat orang lain tertawa. Padahal, hal tersebut sangat dilarang dalam Islam.

Seorang penipu ulung berangkat dari kebiasaan-kebiasaan kecil dalam keseharian. Terbiasa berbicara berbelit-belit dan menyembunyikan kejadian-kejadian kecil membuatnya menjadi pembohong. Seseorang yang suka berbohong dapat menjadikan berbohong sebagai tempat bersembunyi yang nyaman.

Setiap anak pada awalnya terlahir dengan hati yang suci, tidak mengenal kebohongan. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, seorang anak bisa saja tanpa sengaja mulai belajar tentang kebohongan. Anak belajar dari lingkungan sekitar. Misalnya dari dari orang tua yang tidak menepati janji atau meniru kakak yang berbohong.

Mungkin ada banyak alasan yang menyebabkan anak-anak berkata tidak jujur.  Mereka ingin menarik perhatian, takut dihukum, atau tidak ingin membuat orang tua kecewa. Di sinilah pentingnya peran orang tua. Orang tua harus jeli mengamati perilaku anak-anak. Orang tua mempunyai kewajiban membekali anak-anak mereka tentang kejujuran sejak dini.

Lalu, bagaimana caranya? Salah satunya melalui dongeng atau buku cerita. Orang tua dapat menceritakan kisah kejujuran orang-orang saleh atau kisah para nabi dan rasul. Sebab, kejujuran merupakan salah satu sifat para nabi dan rasul. Dengan demikian, anak-anak dapat meneladani kebaikan akhlak dari kisah-kisah yang diceritakan.

Nah, seri Indahnya Kejujuran ini hadir untuk membantu orang tua dalam mencarikan bahan bacaan yang tepat bagi anak-anak. Seri ini mengambil tema tentang kebaikan dan kejujuran. Cerita diambil dari kisah kejujuran dan kebaikan para alim yang pernah ada.

Ada 6 judul di seri yang ditulis oleh Izzah Annisa ini:

  1. Apel Kejujuran

Menceritakan kisah kejujuran ayah Imam Syafi’i saat memakan buah apel yang ia temukan.

  1. Petualangan Dinar

Menceritakan kisah kejujuran Abdul Qadir Jaelani saat dihadang oleh para perampok. Kejujurannya membuat para perampok bertobat.

  1. Susu Campuran

Menceritakan kejujuran seorang gadis anak penjual susu yang menentang rencana ibunya mencampur susu dengan air.

  1. Penggembala Kecil

Menceritakan kisah kejujuran Abdullah bin Mas’ud saat menggembala kambing-kambing milik sang majikan.

  1. Saudagar Permata

Menceritakan kisah kejujuran saudagar permata bernama Yunus bin Ubaid.

  1. Mengakui Kesalahan

Menceritakan kisah kejujuran Ka’ab bin Malik yang mengakui kesalahannya karena telah absen dari Perang Tabuk.

(Hariyadi)

1 Comment

  1. Terimakasih, Mas Hari dan Penerbit Tiga Serangkai, untuk kerjasamanya yang baik dalam penerbitan dan pemasaran Serial Indahnya Kejujuran ini. Semoga bermanfaat bagi para pembacanya.

    Salam,

    Izzah Annisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*