Tips Persiapan Anak Masuk Sekolah

Tips Persiapan Anak Masuk Sekolah - Apakah Si Kecil sudah mulai memasuki usia awal sekolah? Orangtua tak perlu kuatir, lakukan saja persiapan-persiapan masuk awal sekolah ini dengan baik. berikut ini ada beberapa Tips Persiapan Anak Masuk Sekolah yang bisa dicoba untuk diikuti sebagai langkah awal perisapan anak untuk masuk sekolah.

anak-sekolah

1. Latih Kemandirian Si Buah Hati

Melatih kemandirian anak sebelum mereka berangkat dan menghadapi hari pertamanya masuk sekolah adalah hal yang penting. Hal ini dikarenakan, saat anak masuk sekolah mereka akan jauh dari orangtuanya, termasuk ibunya yang setiap hari selalu bersama dengan si anak.

 Tentu anak harus belajar bagaimana melakukan sesuatu tanpa bantuan dari orangtua, seperti saat hendak kencing, mengenakan sepatu, memasukan buku kedalam tas dan masih banyak lagi. Dengan demikian, pelajaran ini pun harus bisa dicontohkan pada si kecil saat mereka ada dirumah.

Ajarkan si anak untuk belajar bagaimana menggunakan toilet sendiri, mintalah mereka untuk memasukan peralatan sekolahnya dalam tas atau minta anak makan sendiri. Dengan mengajarkan anak beberapa hal ini, perlahan namun pasti ini akan tertanam menjadi kebiasaan sehingga ketika di sekolah si anak tidak akan terus-menerus bergantung pada guru dan teman-temannya.

2. Ajarkan Si Buah Hati Rasa Tanggung Jawab

Untuk mengajari anak rasa tanggung jawab sederhana saja, misalkan ketika anak bermain dengan peralatan mainannya, maka mintalah ia untuk kembali merapihkan mainannya setelah ia selesai bermain. Atau minta anak untuk kembali menutup kamar mandi setelah ia gunakan.

Dengan mengajarkan beberapa hal ini, anak akan dengan otomatis memiliki rasa tanggung jawab atas segala hal yang ia lakukan. Yang mana, hal ini penting mereka terapkan di sekolah. Ketika anak-anak bermain dengan teman-temannya, anak akan lebih mudah untuk mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh ia lakukan. Dan meskipun ia melakukan hal tersebut, maka si anak akan dapat bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan.

3. Kenalkan Anak Makna Sekolah

Saat anda meminta anak melakukan sesuatu, anak perlu tahu alasan mengapa mereka harus melakukan hal tersebut. Dengan begini, si anak akan dapat menangkap makna dan maksud dari apa yang anda perintahkan, termasuk saat anda meminta mereka untuk bersekolah.

Beritahukan pada anak akan pentingnya sekolah, fungsi dari anak bersekolah dan apa tujuan dari sekolah itu. Hal ini tentunya, bisa dilakukan ketika anda bersama dengan anak memiliki waktu berdua.

Sampaikan hal ini dengan bahasa yang mudah dipahami anak. Selain itu, buat anak mendengarkan dan tertarik dengan obrolan ini, agar makna dan tujuan anda bisa didapatkan oleh si anak dengan lebih baik.

4. Mengunjungi Sekolah Sebelumnya

Sebelum si anak benar-benar menghadapi hari pertamanya bersekolah. Akan lebih baik jika ibu membawa serta si buah mengunjungi sekolah. Perlihatkan pada anak ruangan-ruangan sekolah dan tempat bermainnya. Hal ini akan memudahkan si anak untuk bisa terbiasa dengan lingkungannya yang baru.

Dalam hal ini, anda bisa membawa serta buah hati anda mengunjungi sekolahnya saat anda harus melakukan registrasi atau pendaftaran ke sekolah sembari memperkenalkan si buah hati dengan lingkungan belajarnya nanti.

5. Perkenalkan Anak Pada Calon Gurunya

Terkadang, sosok seorang guru bisa jadi sosok yang menyeramkan untuk si anak. Hal ini biasanya mereka pelajari dari lingkungan teman-teman yang usianya lebih tua dari si anak, dimana teman-temannya tersebut sudah bersekolah dan seringkali menceritakan tentang sekolah dan bagaimana sikap guru yang galak. Selain itu, umumnya adaptasi anak-anak dari tayangan televisi seolah membuat predikat seorang guru menjadi begitu buruk dibenak si anak.

Nah, untuk menepis segala ketakutan dan kecemaan ini dalam diri anak, maka tidak ada salahnya kenalkan si anak terlebih dahulu pada calon gurunya. Ketika si anak melihat calon gurunya adalah sosok yang ramah, maka segala ketakutan tersebut bisa mereka hilangkan.

Anak-anak yang akan menghadapi hari pertama masuk sekolah seringkali membuat orangtua merasa cemas. Selain itu, kecemasan yang sama pun akan mungkin dihadapi oleh si anak. Untuk itu, atasi segala kecemasan ini dengan mempersiapkan mental dan fisik si anak dengan cara di atas. Semoga tips ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*