Tip Menulis: Show not Tell

Show not tell merupakan salah satu strategi menulis agar tulisan mampu menarik dan mengikat pembaca. Namun, apa sebenarnya show not tell? Dan bagaimana cara menerapkannya?

Sebelum menerapkan show not tell pada tulisan, mari kita pahami terlebih dahulu perbedaannya. Ada perbedaan yang mendasar antara telling dan showing. Telling bersifat abstrak dan cenderung tidak melibatkan pembaca. Pembaca hanya dijejali pandangan penulis tentang apa yang diceritakan, tanpa diajak untuk mengolah informasi dalam cerita.

Showing kebalikannya, bersifat konkret dan secara aktif melibatkan pembaca. Showing berusaha menciptakan gambaran dalam benak pembaca sehingga menjadikan karakter atau cerita yang dibaca semakin hidup. Showing mendorong pembaca untuk ikut mengolah apa yang disampaikan penulis dan bahkan mengambil kesimpulannya sendiri.

Ciri telling bisa dilihat dari penggunaan kata keterangan untuk menggambarkan tindakan tokoh, dan penyampaian sifat tokoh. Penulis yang memiliki kecenderungan telling akan lebih sering menggunakan keterangan seperti "dengan kesal", "dengan marah," dsb., untuk menggambarkan tindakan tokohnya. Alih-alih menggunakan keterangan semacam ini, gambarkan tindakan tokoh dengan lebih terperinci untuk membangun gambaran di benak pembaca. Berikut contohnya:

Telling: "Kamu nyebelin," katanya dengan kesal.

Showing: "Kamu nyebelin," dia mengentakkan kaki dan mengepalkan tangan. Bibirnya berkerut-kerut dan napasnya memburu. Dia berbalik dan meninggalkan temannya sambil sesekali mengentak-entakkan kaki.

Ciri telling lainnya adalah menggambarkan tokoh dengan menyampaikan sifatnya, alih-alih menggambarkannya melalui tindakan, sikap, atau ciri fisiknya. Mari kita baca contoh penggambaran tokoh berikut ini.

Telling: Kucing itu terlihat aneh.

Showing: Dengan mata kuningnya yang menyala, bulu hitam mengilap dan ekor panjang yang tegak, juga sebaris gigi yang tajam siap merobek mangsanya, kucing itu menggeram. Aku menyadari binatang kecil di hadapanku ini bukanlah kucing biasa.

Lalu, bagaimana cara menghindari telling dalam menulis? Berikut beberapa tipnya.

  1. Gambarkan secara terperinci. Semakin konkret penggambaran Anda, bayangan di benak pembaca semakin jelas. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan satu kalimat sederhana, dan kembangkan dengan memasukkan detail-detail yang relevan.
  2. Rangsang semua pancaindra: Saat menggambarkan sebuah benda, misalnya, jangan hanya menyampaikan bentuk dan warnanya. Sebutkan pula ukuran, tekstur, bahkan baunya jika ada.

show not tell object

Sumber gambar: firstgradewow.blogspot.com

  1. Dorong emosi pembaca melalui penggambaran karakter, apa yang dipikirkan dan rasakan, dengan jelas dan terperinci. Jangan sekadar memberitahukan apa yang dirasakan dan dipikirkan tokoh. Salah satu caranya adalah dengan menunjukkan tindakan yang diambil tokoh, alih-alih menceritakan sifatnya.
  2. Gunakan dialog yang ekspresif untuk menunjukkan emosi dan sifat tokoh.
  3. Hindari pengulangan keterangan. Bagaimanapun pengulangan akan membuat tulisan membosankan.

Namun, perlu diingat juga untuk tidak menggunakan terlalu banyak deskripsi hingga terasa membosankan bagi pembaca. Tuliskan secara detail untuk memberikan gambaran yang jelas, kemudian beralihlah ke inti cerita. Bagaimana cara mengetahui apabila deskripsi Anda sudah berlebihan? Jika untuk menggambarkan sebuah benda Anda membutuhkan beberapa paragraf, bisa jadi Anda sudah berlebihan. Jangan takut pula untuk sesekali telling. Telling sesekali diperlukan agar tidak membosankan. Namun perlu diingat, proporsi showing tetap harus lebih banyak dari telling dalam cerita.

Sekarang, coba baca kembali draf tulisan Anda. Sudahkah proporsi show dan tell sesuai untuk menciptakan cerita yang kuat dan tidak membosankan? Atau perhatikan lagi buku yang tengah Anda baca, mana yang lebih kuat, show atau tell? Jika ternyata buku itu lebih banyak telling alih-alih showing, mengapa tidak menulis cerita Anda sendiri dengan menerapkan tip dalam tulisan ini?

 

- Disarikan dari berbagai sumber (Yenni Saputri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*