Rooftoppers: Berani Menggapai Harapan Sekecil Apa Pun Itu

Seseorang tidak boleh mengabaikan kemungkinan sekecil apa pun.” – Charles

Tak ada seorang pun yang percaya bahwa ibu Sophie masih selamat dari kecelakaan kapal yang terjadi ketika Sophie masih bayi. Sophie percaya jika ibunya masih hidup dan tinggal di suatu tempat di luar sana. Kemungkinan selalu ada dan Sophie tak ingin kehilangan harapan untuk bertemu dengan ibunya kembali.

Ketika lembaga kesejahteraan melayangkan surat kepada Charles, pengasuhnya, agar mengirim Sophie ke panti asuhan, mereka berdua melarikan diri ke Paris. Mereka berharap ada secercah harapan yang dapat mereka temukan di sana. Berbekal alamat yang tertulis di boks cello yang menyelamatkan nyawa Sophie ketika masih bayi, Sophie semakin percaya bahwa ibunya masih hidup dan berada di Paris.

Sophie pun bertemu dengan Mateo, penghuni atap (rooftopper) Kota Paris. Ia adalah anak yatim piatu tanpa tempat tinggal yang memilih hidup bersembunyi di atap-atap Kota Paris. Setelah mendengar alasan mengapa Sophie berada di Paris, Mateo pun bersedia membantu Sophie mencari keberadaan ibunya. Petualangan menjelajah atap-atap Kota Paris pun dimulai. Mereka harus berpacu dengan waktu sebelum harapan yang telah lama dinanti Sophie hilang selama-lamanya.

Pengalaman Katherine Rundell menerobos atap Kampus Oxford dan pekerjaan musim panas di Paris telah menginspirasinya menulis kisah Sophie dan para penghuni atap. Rooftoppers berhasil memberikan gambaran seperti apa rasanya berlarian, melompat, dan menikmati keindahan langit dan gemerlap Kota Paris dari atap-atapnya. Sebuah pengalaman menakjubkan yang digambarkan dengan sangat menawan.

Melalui Rooftoppers, Katherine Rundell ingin mengatakan bahwa harapan, sekecil apa pun itu, tetaplah sebuah harapan. Bagaimana menghadapi harapan itulah yang terpenting; membiarkannya terlewat hingga akhirnya pudar dan menghilang begitu saja atau berani mengambil risiko untuk menggapai apa yang diharapkan. Setiap pilihan tentu memiliki penanganan yang sangat berbeda, namun konsekuensi dari setiap pilihan itu pun juga akan jauh berbeda. Pastinya setiap konsekuensi harus dihadapi dan biasanya  konsekuensi dari pilihan kedualah yang semua orang ingin jalani. Keberanian memilih pilihan kedua memang tak semudah membalikkan telapak tangan, namun hasil yang didapat ketika berhasil menggapainya akan jauh sangat berharga. (F. Pondrafi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*