Langkah-Langkah Menjadi Penulis Cilik

“Ini adalah buku paling bagus yang pernah ayah buat!” puji Nafis, anak kami yang  masih kelas III SD. Waktu itu, dia baru saja membaca naskah pracetak yang ‘dibocorkan’ oleh sang editor buku yang baik hati, Mas Hariyadi. “Kenapa bagus?” tanyaku kemudian. “Kata-katanya mudah dipahami, gambarnya bagus-bagus, lucu banget, dan ada fotonya lagi,” lanjutnya sambil tersenyum.

Alhamdulillah, sebuah buku yang sudah lama saya impikan, kini akhirnya bisa menjadi kenyataan. Waktu itu saya berangan-angan, suatu saat saya akan ingin membagikan pengalaman, meskipun tidak seberapa. Siapa tahu, yang sedikit ini bisa menjadi embrio pembuka bagi jalan kebaikan. Bukankah membagi ilmu itu sebuah anjuran?

Serba-Serbi Penulis Cilik

Untuk memenuhi janji yang pernah  saya  ucapkan. Kalimat itu mungkin cukup mewakili alasan utama penulisan buku tanya-jawab ini.  Mengapa? Kepada beberapa teman yang bertanya tentang pengalaman kepenulisan, saya pernah mengutarakan keinginan bahwa suatu saat nanti saya ingin menulis buku bertema tanya-jawab menulis untuk anak. Meski,saat itu saya sudah menjawabnya secara lisan, rasanya belumlah cukup.

Sekali lagi, ide awalnya muncul karena berkali-kali saya pernah mendapat pertanyaan yang serupa seputar dunia menulis. Makin bersemangat lagi ketika mengisi acara kepenulisan untuk anak-anak, mereka antusias bertanya. Sungguh. Ini di luar dugaan awal saya. Kalau melihat keseharian anak-anak sekarang yang penuh godaan, menulis dapat menjadi salah satu pilihan. Selain positif, juga menghasilkan dan berguna bagi masa depan.

Tujuan buku ini yaitu agar anak-anak berani menulis dan mengirim tulisan ke media dan penerbit. Berisi tahapan menjadi penulis cilik. Format tanya-jawab agar tidak membosankan bagi anak-anak usia SD-SMP. Sebagian besar berdasar pengalaman, suka-duka dan kisah nyata saya bersama mendampingi ketiga anak kami belajar menjadi penulis hingga menerbitkan beberapa buku dan mengirim karya ke media.

Teng..Teng…Maka, perjalanan naskah buku pun dimulai.

17 Februari 2016.  Bismillah, saya kirim naskah ke redaksi.

Pada tanggal yang sama saya mendapat balasan email dari Mbak Tiara Dwi Andarastuti, Children and Teen Books Editor Officer bunyinya kira-kira begini : terima kasih telah mengirimkan naskah kepada kami. Kami evaluasi dahulu dan hasilnya akan kami sampaikan maksimal tiga bulan mendatang. Mohon ditunggu.

21 April 2016 (dua bulan lewat dikit), Alhamdulillah, saya mendapat kabar. Berita baik itu datang dari Mas Hariyadi, Children and Teen Books Editor. Kalimatnya begini : Salam kenal, Pak Joko. Alhamdulillah, ada kabar bagus. Bahwa naskah ‘Serba-Serbi Penulis Cilik’ di-acc untuk diterbitkan.

 17 Mei 2016 saya menerima Surat Perjanjian Penerbitan (SPP). Sejak itu saya berkomunikasi dengan Mas Hari termasuk mendiskusikan sebuah penjelasan isi buku agar lebih pas dan mengena. Kadang lewat telepon. Meski belum pernah melihat wajahnya langsung, saya merasa sudah akrab dengannya. Alhamdulillah, terima kasih Tiga Ananda.

11 Januari 2017 saya dikabari bahwa bukti terbit sudah dikirim. Subhanallah. Proses terbit yang sangat cepat, setidaknya bila dibanding buku-buku saya sebelumnya.

Terus terang, pengalaman di lapangan, banyak memotivasi saya untuk menulis buku ini. Pernah dalam satu hari, saya dan anak sulung mendapat surat penolakan penerbit. Namun, pernah pula, dalam satu minggu sama-sama mendapat surat persetujuan terbit. Ketiganya kini sudah menerbitkan buku di penerbit mayor.

Saat mengisi motivasi menulis di kampung menulis di Surabaya, saya kagum atas sebuah pertanyaan dari seorang peserta. Anak itu masih pelajar. Dia bilang begini, "Saya sudah punya sekitar tiga puluh lembar cerita, tapi sudah lama nggak saya apa-apakan, bingung mau kirim ke mana?"  "Selama ini hanya saya simpan di laci," tambahnya.

Serba-Serbi Penulis Cilik

Pada kesempatan yang berbeda, ada seorang anak SD yang ternyata pintar membuat puisi tetapi tidak pernah mengirimkan karya ke media atau ke majalah dinding (mading) sekolahnya. Lagi-lagi alasannya sama, belum tahu bagaimana cara mengirimkan karya? Sayang, hanya tinggal satu langkah terakhir tetapi hanya karena belum tahu, karya emas mereka, harta karun mereka, hanya tergeletak di laci meja. Harusnya, orang tua dan guru berkenan memberikan apresiasi.

Beberapa waktu setelah anak kami, si sulung yang kelas V SD, dengan kemudahan dari Allah SWT,  berhasil menerbitkan novel, beberapa orang tua bertanya tentang bagaimana ceritanya hingga buku si kecil bisa terbit dan terpajang di toko buku. Ada yang penasaran royalti penulis cilik. Dari royalti yang diterima, si kecil minta dibelikan laptop. Anak SD bisa membeli laptop dari imbalan karyanya, tentu cerita yang asyik menggelitik. Pengalaman mendampingi anak saat undangan road show penulis cilik dan konferensi penulis cilik, turut mewarnai buku ini.

Serba-Serbi Penulis Cilik

Saya bersyukur sekali naskah buku ini bertemu jodohnya di kesempatan yang pertama. It’s amazing! Semoga buku ini mendorong anak-anak untuk berani berkarya, pede mengirim tulisan, dan yakin bahwa mereka sangat mampu untuk menulis. Karena, bahan dan modal untuk menulis sudah bertebaran di mana-mana. Termasuk di dalam dirinya!

Harapan saya, buku nonfiksi anak ini dapat memenuhi impian anak-anak termasuk Rania, siswi kelas V SD IT Al-Khair Barabai Kalimantan Selatan, sebagai salah seorang pembaca pertama naskah ini, yang menuturkan bahwa buku tanya jawab ini bagus dan menjadi penyemangat bagi para penulis cilik.

Mari kita dukung generasi penerus untuk belajar menulis. Yakinkan bahwa mereka akan bisa! Banyak anak yang awalnya bersusah-payah menulis akhirnya menemui kemudahan dan tertarik di dunia itu. Buku ini menjadi bukti itu semua. Melalui buku ini, saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjelaskan secara step by step cara menjadi penulis cilik. Meski belum sempurna, semoga buku ini dapat menjadi referensi yang memudahkan anak-anak Indonesia dan pemula lainnya dalam belajar menulis. Masih penasaran? Silakan baca buku bersampul biru ini. (Joko Susanto)

 

1 Comment

  1. Setuju biar makan banyak penulis cilik, dan anak indonesia makin gemar membaca dengan bacaan yang mendidik dan bagus alur ceritanya bisa lekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*