Dongeng Seru Sains: Pengetahuan Alam yang Mengasyikkan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Alhamdulillah, senang sekali rasanya bisa berjumpa lagi dengan Teman-Teman di sini. Alhamdulillah juga, tulisan saya di sini pertanda buku saya barusan diterbitkan oleh penerbit paling kece; Tiga Ananda. Gimana tidak kece, coba? Selama saya bekerja sama dengan Tiga Ananda, semua proses penerbitan berjalan dengan lancar, komunikasi dengan editor juga lancar (secara, editor saya—Pak Hari—orangnya baik banget), dan pemberitahuan royalti pun lancar. Barakallah fiikum, penerbit Tiga Ananda beserta seluruh krunya. Semoga makin berkobar, makin berjaya menerbitkan buku-buku anak berkualitas! Aamiin.

Teman-Teman, buku saya yang terbit bulan Februari 2017 kemarin adalah seri yang terdiri atas empat buku. Judul serinya Dongeng Seru Sains. Adapun keempat judul bukunya adalah Akibat Rasa Iri Lala, Hukuman untuk Si Belang, Ke Mana Hilangnya Si Cebo?, dan Gara-Gara Sarang Si Momon. Dari judul-judul tersebut, terbayang nggak kira-kira buku saya tersebut berisi tentang apa? Yang pasti, semuanya berkaitan dengan sains. Tentu saja, pengetahuan alam itu saya kemas dengan bahasa yang mudah dipahami anak, sederhana tapi berisi, dan mengasyikkan. Ditambah lagi, ilustrasi cantik dari InnerChild dan Agni Ghofarun semakin memperkuat setiap cerita dalam buku ini. Kalian makin pensaran, ‘kan?

Buku Ke Mana Hilangnya Si Cebo berkisah tentang persahabatan Cebo dengan tiga ekor anak ikan. Kisah ini terinspirasi dari proses metamorfosis. Gara-gara Sarang Si Momon berkisah tentang beberapa ekor monyet yang membuat sarang seenaknya sendiri sehingga tumbuhan di sekitarnya terhalang dari sinar matahari. Inspirasi buku ini adalah proses fotosintesis. Sedangkan Hukuman untuk Si Belang terinpirasi dari bunga kantung semar. Secara ringkas, Akibat Rasa Iri Lala berkisah tentang seekor lalat yang iri kepada kupu-kupu. Ia merasa takdirnya begitu buruk, seburuk rupa dan tempat tinggalnya. Sedangkan kupu-kupu sangat beruntung. Ia diciptakan cantik dan disukai siapa saja. Nah, tindakan apa yang dilakukan Lala demi memuaskan rasa isinya? Baca bukunya sampai habis, ya!

Dongeng Seru Sains

Oiya, saya menikmati sekali lho penggarapan buku-buku ini. Ketika tema tersebut diberikan kepada saya, saya laangsung tertarik. Tema sains namun dikemas dengan balutan dunia anak adalah tantangan tersendiri untuk menuliskannya. Selama beberapa hari saya mempelajari ilmu sains yang berkaitan dengan tema yang akan saya tulis. Setelah materinya dapat, saya mulai mereka-reka ceritanya. Nah, menurut saya, ini adalah tahapan yang paling susah. Saya harus memikirkan sebuah cerita anak yang lucu, segar, namun memuat kandungan sains.

Sembari mereka cerita, saya juga mencari nama-nama tokoh. Nggak sembarangan nama lho yang saya pakai. Saya harus mencari nama yang unik, lucu, disukai anak, dan mudah diingat. Beberapa nama saya ambil dari nama asli binatangnya. Lala dari lalat, Cebo dari kecebong, Flea dari butterfly, dan Belang dari belalang. Ada juga nama tokoh yang saya ambil dari nama asli binatangnya. Hanya saja, saya ambil dari bahasa Jawa. Tokoh Wak-wak saya ambil dari iwak (ikan), Jabris saya ambil dari jabrisan (anak ikan), Neri dari nener (anak ikan bandeng). Begitupun dengan nama pohon. Godi dari kata gedang (pisang), Guva dari guava (jambu biji). Ya, gitu deh ... kudu pinter utak-atik kata biar ketemu nama yang asyik.

Nah, setelah ide cerita dan nama-nama tokohnya fixed, barulah saya mulai menuliskannya. Untuk membuat picture book itu susah-susah gampang. Gampangnya, dibanding buku remaja dan dewasa yang biasa saya tulis, jumlah halaman picbook terbilang sangat sedikit. Susahnya, karena hanya terdiri atas beberapa kalimat per halaman, maka saya harus bisa memilih kata yang paling efektif dan efisien. Menulis picbook tidak boleh bertele-tele, ‘kan? Kalimatnya padat, ringkas, namun memuat pesan yang hendak kita sampaikan. Beberapa kali saya terpaksa mengganti cerita sebab ketika saya menulisnya, eh saya merasa cerita tersebut kurang apik. Hehehe ....

Teman-Teman, sampai di sini dulu ya cuap-cuap kita. Semoga celotehan saya bermanfaat. Sampai jumpa pada kesempatan mendatang, dan jangan lupa segera jemput Si Cebo dkk dari toko buku ya ....

Wassalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

(Ririn Astutiningrum)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*