Memahami Keinginan Benda-Benda

Sebelumnya saya berhasil menuntaskan PR buku Kumpulan Cerita Raja Jenaka. Bukunya sudah terbit dan saya sudah merasakan manisnya royaltinya hehe. Semoga cetak ulang! Aamiin.

Alhamdulillah saya kembali dipercaya untuk menuntaskan PR yang lain. PR kali ini yang diberikan Mas Didit, selaku editor, adalah kumpulan cerita juga. Hanya saja temanya berbeda. Setelah membaca konsep yang disodorkan, saya sedikit mengernyitkan kening. Tak jauh beda dengan buku Kumpulan Cerita Raja Jenaka, konsep ini juga lumayan penuh tantangan.

Kumpulan Cerita Apa Kata Mereka

Apa Kata Mereka begitulah konsep kumpulan cerita yang saya baca. “Mereka” di sini ternyata bukan raja, anak-anak, atau pun binatang. Loh terus apa? “Mereka” di sini adalah benda-benda. Jadi, saya harus menghidupkan benda-benda untuk bercerita dalam buku ini.

Saya ingat pernah menulis cerita-cerita benda. Ada kunci yang nakal dan sulit ditemukan sehingga majikan terlambat. Adalah juga koin receh yang berhasil menyelamatkan raja. Dua cerita itu pernah saya tulis dan kebetulan dimuat di majalah nasional. Bermodalkan itu, saya menyanggupi akan menyelesaikan 15 cerita dalam buku Apa kata Mereka.

Konsep buku Apa kata Mereka menekankan pendidikan untuk mengajarkan anak merawat benda-benda mereka. Harapannya setelah membaca buku ini, anak-anak akan lebih peduli dengan benda mereka.

Kumpulan Cerita Apa Kata MerekaBaiklah, dimulai dari benda pertama. Kebetulan cerita ini saya ambil dari pengalaman pribadi dengan pengembangan semenarik mungkin. Cerita yang saya maksud berjudul Begi Tas Tak Ingin Jadi Tempat Sampah. Saya mempunyai pengalaman memiliki tas lumayan bagus. Ketika mendapatkan sebuah kue, saya kemudian menyimpannya di dalam tas. Sampai beberapa hari kemudian ternyata saya lupa mengeluarkan kue itu dari dalam tas. Akibatnya seekor tikus yang mampu mencium bau kue itu sampai melubangi tas saya demi mendapatkan kue itu. Pengalaman inilah yang kemudian membuat saya menuliskan cerita Begi Tas Tak Ingin Jadi Tempat Sampah.

Saya kemudian mencari benda-benda lain yang dekat dengan kehidupan anak. Ada sepatu, botol, arloji, hp, buku, boneka, dan beberapa benda lain. Dari benda-benda itu saya kemudian menghidupkan mereka. Seperti sepatu dalam Soli Sepatu Tak Ingin Dilempar, buku dalam Bugi Buku yang Sobek, botol dalam Boti Botol Mahal yang Sombong. Dari beberapa cerita yang sudah tertulis, saya menyimpulkan benda-benda itu harus diberi sifat seperti manusia sehingga bisa menjadi cerita yang bagus. Sifat-sifat itu tentunya adalah keinginan bagaimana benda-benda itu diperlakukan dengan baik.

Benda-benda lain kemudian datang dalam imajinasi saya, seperti arloji, pensil, seragam, trofi, dan televisi. Mereka semua saya hidupkan dalam cerita ini dengan keinginan agar mereka diperlakukan dengan baik.

Hal berikutnya saya ingin ada beberapa cerita yang berbeda dalam buku ini. Sebuah benda bukan hanya yang dipegang atau dibawa anak-anak saja. Lebih dari itu sesuatu yang dekat dan berhubungan dengan anak itu sendiri juga harus saya tampilkan. Maka jadilah cerita Blue Kamar si Kapal Pecah. Yah kamar juga benda. Hanya saja kamar tidak bisa dibawa. Namun, kamar kadang juga sering tidak terawat oleh anak-anak. Karena pemikiran inilah, saya menuliskan cerita itu.

Setelah kamar, saya juga ingin menampilkan yang berbeda lainnya. Kali ini bukan benda mati melainkan benda hidup. Yup benda hidup itu adalah sebuah tanaman kaktus. Anak-anak juga sering lalai merawat tanaman bukan. Jadi, kenapa tidak saya buat saja cerita itu. Dan jadilah cerita Saat Pitu Kaktus Sakit.

Lima belas cerita selesai. Untuk menambah nilai dalam buku ini, saya kemudian menambahkan cara-cara merawat benda yang ada dalam dongeng. Misalnya, bagaimana cara mencuci boneka yang baik, merawat kamar, merawat kaktus, dan merawat benda-benda lainnya. Setelah itu barulah saya bisa bernapas lega mengirimkan naskah ini. Sulit? Pastilah. Butuh imajinasi lumayan. Tapi, saya merasa tidak terbebani. Mungkin karena sebelumnya saya menyukainya. Begitulah kata para pakar, kalau mau pekerjaanmu ringan, cintailah pekerjaanmu hehe sok bijak.

(Deny Wibisono)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*