Mengapa Usia Dua Puluh Tahunan Menarik?

Apa yang menjadikan usia dua puluh tahunan menarik? Tentu ada banyak hal, mulai dari berjuang menyelesaikan pendidikan tinggi, memasuki jenjang karier, menghadapi tanggung jawab orang dewasa, bingung mempersiapkan calon pendamping, dan lain sebagainya. Rentang usia dua puluh tahunan adalah masa transisi dari kebebasan menuju kemapanan. Inilah masa bereksperimen mencoba tantangan-tantangan baru agar lebih siap ketika mengemban tanggung jawab orang dewasa.

Fase usia dua puluh tahunan adalah fase yang harus dilewati sebelum menginjak usia dewasa, terlebih fase ini akan menghadirkan beragam proses yang menempa diri menjadi pribadi yang lebih matang dan dewasa. Berikut adalah beberapa hal yang akan ditemui ketika menginjak usia dua puluh tahunan.

Skripsi, oh Skripsi!

Fase di mana seseorang hampir putus asa karena skripsinya tak kunjung selesai, atau lebih parah lagi tak kunjung dimulai. Dosen pembimbing yang sulit ditemui, tema skripsi yang selalu ditolak, dan kemalasan yang tak kunjung selesai mejadi alasan mengapa skripsi menjadi momok bagi mahasiswa tingkat akhir. Meskipun begitu bukan berarti skripsi tidka bisa diselesaikan. Asal ada kemauan pasti ada jalan.

Fresh Graduate Syndrome

Apa yang kamu pikirkan ketika pertama kali lulus kuliah? Takut dan bingung memutuskan apakah melanjutkan pendidikan tinggi atau langsung mencari pekerjaan. Melanjutkan pendidikan tinggi akan membuatmu berpikir untuk menghabiskan beberapa tahun lagi bergulat dengan buku dan ketika memilih untuk mencari pekerjaan ternyata tidak semudah yang kamu bayangkan. Langkanya pekerjaan membuat nyalimu ciut melangkah. Meskipun begitu kamu pun akan terus berjuang hingga akhirnya menemukan yang terbaik untukmu.

Jenjang Karir Pertama

Gaji kecil, pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat dan bakat, serta kurangnya pengalaman ketika meniti karier adalah hal yang lazim ditemui saat mulai meniti jenjang karier. Fase ini adalah fase awal di mana kamu dihadapkan untuk belajar hal-hal baru dalam dunia profesional. Minder dan kurang percaya diri sudah menjadi hal yang wajar ketika menghadapi fase ini. Apalagi ketika melihat teman mendapatkan pekerjaan yang kamu rasa lebih menarik.

Ditanya Kapan Nikah?

Sudah menjadi pertanyaan umum, baik basa-basi ataupun bukan, ketika kamu bertemu orang-orang di sekitarmu yang sudah berkeluarga ketika mereka bertanya, “kapan nikah?”. Di fase inilah kamu seakan-akan mulai dihadapkan salah satu drama terbesar dalam hidup, yakni menemukan tambatan hati. Pada dasarnya fase ini butuh kesabaran, karena seperti yang dikatakan Afghan, ”jodoh pasti bertemu.” namun ya harus tetap berusaha menemukannya.

Mulai Mengenal dan Menggapai Mimpi

Di usia ini biasanya ada keinginan menggapai apa yang namanya impian, apakah itu membangun bisnis, traveling, mengembangkan hobi, melakukan kegiatan sosial, dan beragam hal lainnya dengan usaha ekstra. Rentang usia ini dapat menjadi penentu apakah kamu berani menggapai impian tersebut atau takut dan hanya diam, mundur teratur, kemudian melupakannya. Bermimpi memang mengasyikan namun dalam meggapainya butuh perjuangan.

Lebih Menghargai Keluarga

Ketika kamu beranjak dewasa, orang tua pun juga semakin menua. Atau mungkin saudara-saudaramu yang semula sering membersamaimu akhirnya harus memiliki jalan masing-masing. Di fase inilah kamu mulai merasakan betapa berartinya sebuah keluarga. Kamu mulai lebih peduli dengan orang tua dan saudara-saudaramu. Kamu mulai merasakan bahwa waktu-waktu bersama mereka adalah hadiah tak terkira yang tidak selamanya akan kamu miliki.

Rentang usia dua puluhan adalah rentang usia yang unik dan tak dapat terulang kembali. Inilah rentang usia di mana kamu mulai menyadari potensi yang kamu miliki dan meningkatkan setiap kualitas diri yang ada pada dirimu. Usia ini bisa menjadi usia yang sangat produktif, asalkan kamu tidak menyia-nyiakannya untuk hal yang tidak bermanfaat. Lakukanlah apa yang bisa kamu lakukan sekarang. Jangan sampai fase ini berlalu begitu saja tanpa meninggalkan kesan yang berarti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*