Kiat Menulis Opening Line Cerita

Kalimat pembuka atau opening line dalam sebuah cerita atau novel adalah kalimat pemikat sebuah cerita untuk menarik pembaca masuk dan menyelami dunia yang diciptakan penulis.

Entah itu diwujudkan dalam sebuah kata pendek atau kalimat panjang, syarat pertama dan utama dari sebuah kalimat pembuka cukup satu, yakni memikat. Kata atau kalimat yang memikat dengan sendirinya akan mencuri perhatian, membuat penasaran, atau membuat pembaca ikut berpikir hingga mengikuti cerita sampai akhir.

Inilah salah satu skill yang harus dikuasai oleh seorang penulis jika ingin karyanya mendapat tempat di hati pembaca. Kata atau kalimat pertama ibarat energi yang memberi kekuatan pada cerita. Ada kalanya penulis mengalami kesulitan untuk menemukan kata atau kalimat bernas yang akan menjadi stimulus alur yang akan berkembang dalam cerita. Bahkan, untuk penulis yang telah profesional sekalipun.

Untuk menghindari saat-saat terjebak dalam memilih kata atau kalimat pembuka, berikut beberapa kiat yang bisa dilakukan:

  1. Penggambaran latar atau setting

Setting meliputi waktu, tempat, dan suasana. Mengawali dengan penggambaran setting akan menjadi gambaran yang akan menjelaskan peristiwa yang terjadi dalam sebuah cerita. Untuk cerita horor, misteri, atau suspense biasanya akan menampilkan situasi yang gelap, kelam atau mencekam.

  1. Penggambaran fisik tokoh

Mengantarkan pembaca pada siapa yang menjadi tokoh sentral cerita, sifat dan ciri fisiknya, kebiasaannya, apa yang akan dia lakukan dan pikirkan. Penggambaran bisa diceritakan melalui penggambaran atau pendapat orang-orang di sekitar si tokoh terhadap si tokoh tersebut.

  1. Menampilkan Aksi dan Peristiwa

Aksi atau peristiwa yang menarik, luar biasa, atau bahkan tragis akan menyita perhatian pembaca. Dari aksi yang ditampilkan di awal, lambat laun pembaca akan digiring pada latar belakang kenapa dan bagaimana aksi atau peristiwa tersebut bisa terjadi.

  1. Memulai dengan pertanyaan.

Sebuah pertanyaan menerbitkan rasa ingin tahu atau penasaran yang tinggi bagi pembaca. Pertanyaan merupakan cara yang paling efektif agar pembaca mengikuti isi cerita. Dengan membaca keseluruhan cerita atau isi buku, pembaca akan menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut.

  1. Memberikan kejutan atau teka-teki.

Pembukaan yang mengejutkan dan membuat teka-teki dengan sendirinya akan membuat pembaca berpikir sejenak dan bertanya-tanya tentang apa yang akan ditawarkan dalam cerita yang akan ia baca. Sebuah teki-teka akan mengulik rasa ingin tahu pembaca untuk mengikuti jalannya cerita.

  1. Pikiran Tokoh

Pembaca langsung menyelami isi kepala tokoh, gagasan-gagasannya, imajinasinya, hal-hal absurd dan mungkin tidak masuk akal yang akan menggiring cerita. Menjadi menarik mengingat pembaca bisa menyelami apa yang dipikirkan tokoh sekaligus dibuat penasaran.

  1. Motif Tokoh

Hampir sama dengan poin sebelumnya namun, motif tokoh akan lebih spesifik mengarah pada tindakan tokoh terhadap persoalan atau konflik yang menjadi inti cerita. Alasan dan bagaimana si tokoh bisa sampai pada keputusan yang dia pilih. Motif tokoh akan menggiring pembaca pada peristiwa dan peristiwa yang akan dan mungkin dan akan terjadi dalam cerita.

Demikian ketujuh kiat yang bisa dilakukan, mudah-mudahan bisa diterapkan sesuai dengan cerita atau novel  yang akan dibuat. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*