Proses Kreatif Menulis Seri Aku Sayang Bunda

Bismillahirrahmaaniirrahiim

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Diminta menuliskan proses kreatif menulis seri “Aku Sayang Bunda”, benar-benar bikin mata berkaca-kaca. Buku ini sebenarnya dipersembahkan untuk seluruh ibu di seluruh penjuru dunia. Seperti kata pepatah, kasih sayang orang tua sepanjang zaman, kasih anak sepanjang galah. Buku ini tercetus saat kerinduan saya pada Emak yang jauh di Kota Pamekasan, Madura sana, sementara saya tinggal di Kota Karawang, Jawa Barat.

Sama seperti buku sebelumnya “Seri Mengenal Kata Mulia”, buku ini ditulis bersamaan dengan naskah tersebut dengan waktu yang juga dibilang cepat. Yaitu hanya dalam kurun waktu tiga hari saya menyelesaikan naskah ini. Berawal kerinduan pada sosok ibu yang jauh, saya berpikir banyak macam dan cara untuk mengungkapkan bentuk kasih sayang seorang anak pada ibu. Jika selama ini untuk mengungkapkan kasih sayang anak pada ibu identik dengan momen Hari Ibu, maka saya berpikir tidak demikian.

Setiap hari, setiap saat, setiap waktu, seorang anak bisa mengungkapkan kasih sayangnya pada sosok ibu. Sosok yang telah mengandung, melahirkan, merawat, serta membesarkan anak dengan penuh kasih sayang dan tanpa pamrih.

Maka itulah ada beberapa macam cara mengungkapkan rasa sayang pada ibu seperti dalam judul-judul di bawah ini.

  1. Cerita Ibu Sari
  2. Secantik Senyum Bunda
  3. Kue Mareta
  4. Senampan Gorengan Yovita
  5. Asisten Cilik Bunda
  6. Sekeranjang Rumput Buat Kambing Pak Puguh

Keenam cerita tersebut adalah sedikit gambaran, bagaimana cara seorang anak mengungkapkan kasih sayangnya pada sosok sang ibu. Saya berharap seri ini menjadi contoh dan suri teladan bagi semua anak di seluruh Indonesia agar bisa lebih menghargai, menghormati serta menyayangi sosok ibu walaupun dengan cara yang berbeda-beda.

Akhir kata, saya sangat berterima kasih pada Pak Hari, selaku editor dari buku ini, yang telah mengabari saya pertama kali ketika naskah ini disetujui untuk diterbitkan. Terima kasih tak terhingga juga pada Penerbit Tiga Ananda yang memberikan kesempatan lagi pada saya untuk bekerja sama dalam proses menerbitkan buku ini. Serta saya sampaikan rasa hormat tertinggi kepada para ibu di seluruh permukaan bumi ini dengan kalimat, I Love You, Mom.

Buku ini saya persembahkan buat Emak yang tanggal 15 Oktober 2018 kemarin telah menghembuskan nafas terakhir, sebelum melihat buku ini terbit. Saya ucapkan banyak rasa terima kasih telah melahirkan serta merawat saya hingga detik ini.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh (Alby Syafie)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Tiga Serangkai