Saya Suka Sulap!

Rahasia Sulap Paman DinoZaman duduk di bangku SD dulu, saya masih ingat betapa takjub dan terpananya melihat atraksi pesulap di halaman sekolah. Saya masih tidak mengerti bagaimana pesulap yang sudah ditutup matanya dengan kain hitam masih bisa menaiki sepeda dengan lancarnya. Tak hanya itu, dia juga dengan mudah menebak satu demi satu jari yang kami acungkan. Bagaimana mungkin!

Saya lagi-lagi dibuat takjub saat di atraksi lain si Pesulap memasukkan potongan kertas warna-warni ke dalam mulutnya. Tak lama setelah itu, dia mengeluarkan kertas warna-warni yang sangat panjang dari mulutnya. Potongan kertas itu sudah berubah! Saya melongo. Hebat! Saat itu, saya yakin sudah menjadi salah seorang anak yang bertepuk tangan paling kencang. Saya suka sulap!

Di penghujung atraksi sulap demi sulap yang ditampilkan, Si Pesulap akhirnya menggelar dagangan yang sesungguhnya; rahasia sulap yang ditampilkannya! Saya bergegas merogoh saku celana seragam merah saat itu, menghitung uang jajan yang belum dipakai, lalu menebus sejumlah rahasia sulap senilai uang yang ada. Saya sudah membayangkan orang tua dan saudara-saudara saya tercengang dengan atraksi sulap yang saya tampilkan.

Buat sebagian besar anak, sulap memang jadi hiburan yang sangat menyenangkan. Decak kagum dan belalak tak percaya menjadi pemandangan di setiap wajah mereka. Meski sudah disampaikan kalau sulap hanya permainan dan kecepatan tangan belaka, tapi kadang tetap sulit dipahami. Kok bisa? Kenapa bisa begitu? Tidak mungkin! Adalah ungkapan dibalik rasa takjub kekaguman mereka.

Rahasia Sulap Paman Dino

Berangkat dari sana, saya mencoba mengumpulkan dan menuliskan kembali beberapa jenis sulap sederhana yang pernah saya pelajari sewaktu kecil dulu. Ini bukan sulap-sulap yang membutuhkan peralatan mahal dan atraksi sulit. Ini adalah sulap-sulap yang setiap anak bisa memainkannya dan akan merasa hebat seketika! Tentunya akan menjadi sebuah kebanggaan saat atraksi yang dimainkan bisa membuat orang lain terkagum-kagum. Dulu saya merasa begitu, berdiri senang dengan dada berdegup bangga saat orang tua saya bertepuk tangan sambil mengatakan, “Kamu hebat sekali!”

Saya ingin anak-anak Indonesia lainnya pun memiliki kebanggaan yang sama. Bermain sulap itu menyenangkan. Apalagi sulap yang disajikan dalam buku ini bisa menggunakan berbagai peralatan yang ada di sekitar. Anak-anak bisa belajar menampilkan atraksi sendiri di depan keluarga maupun teman-temannya. Coba lihat wajahnya yang berseri-seri dan dadanya yang membusung bangga saat kita memberinya tepuk tangan meriah saat dia usai menampilkan atraksinya. Tidak percaya? Saya pernah menjadi anak tersebut. ^^ (Iwok Abqary)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Tiga Serangkai