Cerita di Balik Pembuatan “Serunya Musim Hujan, Asyiknya Musim Kemarau”

Serunya Musim Hujan Asyiknya Musim KemarauSaya sangat suka membuat buku cerita tentang anak, apalagi yang bertema tentang pengetahuan. Saat pertama kali mendapat tawaran untuk membuat buku tentang musim hujan dan kemarau, saya langsung antusias menyambutnya. Saya pun memualai menulis sampel satu cerita untuk dikirim kepada Mas Dhidit, editor Tiga Ananda. Hasilnya, saya mendapatkan sambutan positif dan dipersilakan untuk membuat 15 cerita lainnya.

Sebelum memulai menulis, saya membaca banyak artikel dan buku terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahan data dalam buku yang saya buat. Setelah semua data dan ide terkumpul, dengan semangat saya menulis 15 cerita lagi yang berhubungan dengan musim hujan dan musim kemarau.

Tahap penulisan tidak berhenti sampai di situ, setelah ke-16 cerita selesai, tulisan lantas dikirim kepada penelaah ahli, Pak Yon Sugiarto, S.Si., M.Sc. Ternyata ada banyak sekali masukan dari beliau. Saya pun harus merevisi naskah kembali. Tantangan terberat pada tahap ini adalah, bagaimana agar semua pengetahuan yang dianjurkan penelaah bias tersamar dalam sebuah cerita?

Setelah revisi selesai, perjuangan tidak berhenti sampai di situ, Mas Dhidit menyampaikan perubahan konsep. Setelah berdiskusi, Mas Dhidit meminta saya untuk membuat semua cerita menjadi dongeng. Tentu saja dengan tetap menyertakan pengetahuan di dalamnya.

Serunya Musim Hujan Asyiknya Musim Kemarau

Saya kembali merevisi cerita dan mengunbah sudut pandang. Misalnya, pada cerita ”Perdebatan Para Gaun”, saya menceritakan tentang proses penguapan air pada pakaian, melalui para gaun yang sedang dijemur di halaman belakang istana. Pada cerita ”Perjalanan Air Hujan”, saya menceritakan tentang air hujan yang tidak bisa meresap ke tanah, sehingga menyebabkan banjir, dengan sudut pandang air hujan.

Harapannya, dengan membuat konsep dongeng semacam ini, anak-anak akan semakin tertarik dengan buku Serunya Musim Hujan, Asyiknya Musim Kemarau. Saya sangat senang apabila anak-anak dalam membaca dongen bukan hanya fokus kepada cerita, tetapi juga pesan moral.

Secara pribadi, saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras membantu proses kreatif dan menjadikan buku ini menjadi disukai anak-anak. Saya juga sangat senang karena ilustrasi buku ini berkolaborasi dengan Tim InnerChild. Gambar-gambar yang disajikan dalam buku Serunya Musim Hujan, Asyiknya Musim Kemarau sangat menarik.

Proses kreatif buku Serunya Musim Hujan, Asyiknya Musim Kemarau ini sangat panjang dan tidak mudah. Oleh karena itu, saya berharap agar buku ini bermanfaat bagi anak-anak Indonesia. (Anisa Widiyarti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Tiga Serangkai