Jangan Lelah untuk Berdoa, Allah Maha Menyayangi

Keajaiban Untuk TasyaBerawal dari perbincangan dengan Mbak Yenni, seorang editor cantik di Tiga Ananda, yang ketika itu mempersilakan teman di Komunitas Penulis Bacaan Anak untuk sharing naskah. Saya mengajukan sebuah konsep kumpulan cerita pencinta Al-Qur’an dengan contoh cerita tentang berdoa sesuai ayat al-quran “Berdoalah kepadaKu, Aku akan mengabulkannya untuk kalian.” (Qs. Ghafir : 60), Mbak Yenni memberikan ide lain mengenai “Bagaimana bersikap ketika doa tidak dikabulkan”. Menurutnya belum ada cerita semacam ini, dan ini ternyata menarik untuk saya kembangkan. Saya haturkan banyak terima kasih untuk beliau yang menjadi jalan pertama untuk saya menulis buku ini.

Dalam hidup, banyak sekali doa yang kita inginkan namun tidak atau belum Allah kabulkan. Banyak alasan yang menyebabkan hal ini terjadi. Berawal dari keinginan menyampaikan cerita mengenai konsep “ketika doa belum dikabulkan”, saya mencari referensi hadits dan ayat Al-Qur’an.

  1. “Tidak ada seorang pun berdoa dengan sebuah doa kecuali Allah mengabulkan apa yang dimintanya dan memalingkannya dari keburukan dan semisalnya, selama dia tidak berdoa yang mengandung dosa dan pemutusan silaturahmi.”
  2. “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan dengan suara lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang malampaui batas.” (QS. Al-Araf: 55)
  3. “Akan dikabulkan (doa) kalian selama tidak tergesa-gesa. Dia mengatakan,’saya telah berdoa, namun belum saja dikabulkan’.” (HR. Bukhari- Muslim)
  4. dll…

Dari banyak inspirasi itu, akhirnya muncul cerita “Nilai Ulangan Ratih”, tentang ketidakpuasan Ratih dengan nilai ulangannya. Ratih merasa Allah tidak mengabulkan doanya. Cerita “Saingan Fira” tentang dagangan Fira di sekolah tidak laku sehingga tanpa disadari Fira salah dalam berdoa. Cerita “Si Kribo Jadi Sepedah”, cerita unik, jadi perenungan bahwa Allah memberikan apa yang kita perlukan, bukan yang kita inginkan. Lalu ada cerita Mirna yang merasa minder karena memiliki rumah yang tidak layak. “Keajaiban Tasya” yang menjadi judul dalam buku ini menjadi perenungan bahwa tidak ada yang sia-sia dengan ketetapan Allah. Dan Banyak lagi cerita yang berkaitan dengan hadist, adab berdoa, dan lainnya.

Keajaiban Untuk Tasya

Walaupun terlihat berat, namun insyaAllah cerita ini dibuat sederhana, sesuai dengan keseharian anak-anak. Cerita ini banyak juga diinspirasi dari kenyataan keseharian di lingkungan saya. Semoga penasaran, ya. Hehe..

Saya berharap buku ini menjadi jalan inspirasi, mengajak anak-anak (khususnya) menjadi pribadi yang pantang menyerah,  senantiasa berprasangka baik kepada Allah sehingga kata-kata yang sering muncul dari mulut anak-anak, seperti “Kenapa sih Allah tidak mengabulkan doaku?” atau “Kok, sudah berdoa tapi tidak dikabulkan juga?” terjawab dalam cerita ini, bahwa Allah SWT, justru sangat menyayangi hambanya. Jangan lelah untuk terus berdoa.

“Ada penanaman aqidah yang luar biasa dalam cerita-cerita di buku ini. Ada rasa ketergantungan kepada Allah SWT atas apa pun yang terjadi. Salah satu kutipan di buku ini: ‘… kita harus selalu berprasangka baik kepada Allah, mungkin doa ingin sepeda, diganti dengan kambing.’

Dapat melecutkan semangat untuk bersyukur dan berdoa. Ada sepuluh cerita yang mengandung hikmah dan symbol ketergantungan seorang hamba kepada Allah SWT.”

-Santi Dewi, S.Pd., guru pendidikan Islam-

 

 

Rancakalong, 20 Juni 2019

Lina Herlina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Tiga Serangkai