Soal dan Pembahasan Bab 6 Optika Geometri – Fisika SMA 1 (Part 1)

Soal dan Pembahasan Bab 6 Optika Geometri – Fisika SMA 1 (Part 1)

 

#Soal 1

Jelaskan terjadinya peristiwa fatamorgana kaitannya dengan pemantulan sempurna.

Pembahasan
Fatamorgana merupakan suatu keadaan yang sangat panas pada jalan beraspal sehingga terlihat seperti genangan air. Ketika matahari terik, lapisan udara yang paling dekat aspal atau pasir jauh lebih panas daripada lapisan udara di atasnya. Akibatnya, lapisan udara yang dekat aspal atau pasir memiliki rapat optik lebih kecil daripada rapat optik
udara di atasnya. Oleh karenanya, jika kita melihat dengan sudut datang yang lebih besar dari sudut kritisnya, seolah-olah ada bayang-bayang air di atas aspal atau pasir.

 

#Soal 2

Ada berapa macam pemantulan cahaya? Sebutkan dan jelaskan.

Pembahasan
Pada umumnya, cahaya yang mengenai permukaan benda akan dipantulkan baik sebagian ataupun seluruhnya. Ada dua macam pemantulan cahaya, yaitu pemantulan baur dan pemantulan teratur. Pemantulan baur terjadi jika berkas cahaya sejajar mengenai permukaan yang kasar atau tidak rata sehingga dipantulkan ke berbagai arah yang tidak tentu. Pemantulan teratur terjadi jika berkas cahaya sejajar mengenai permukaan yang halus atau rata seperti cermin datar atau permukaan air yang tenang sehingga dipantulkan ke arah tertentu.

 

#Soal 3

Dua buah cermin datar membentuk sudut α. Tentukan jumlah bayangan yang dibentuk oleh kedua cermin tersebut dari sebuah benda yang berada di depan cermin jika
a.
α = 15 derajat
b. α = 30 derajat
c. α = 60 derajat
d. α = 90 derajat
e. α = 180 derajat

Pembahasan
Untuk menentukan jumlah bayangan dari dua buah cermin yang membentuk sudut tertentu kita gunakan persamaan

 

 

 

 

 

#Soal 4

Sebuah benda tingginya 5 cm diletakkan 15 cm di depan cermin cekung yang jari-jarinya 20 cm. Tentukan letak bayangan, tinggi bayangan, dan sifat bayangan.

Pembahasan
Besaran yang diketahui: h = 5 cm; s = 15 cm; R = 20 cm f = 10 cm
Untuk menentukan letak bayangan digunakan rumus

Jadi, letak bayangan berada pada 30 cm di depan cermin dengan sifat bayangan nyata dan terbalik.
Tinggi bayangan ditentukan dengan rumus

Dari sini, kita juga mengetahui bahwa sifat bayangan diperbesar. Jadi, sifat bayangan yang terbentuk adalah nyata, terbalik, dan diperbesar.

 

#Soal 5

Seperti pada soal nomor 4, tetapi cermin cembung.

Pembahasan
Karena cermin cembung maka R = –30 cm sehingga f = –10 cm.

Untuk letak bayangan

Bayangan terletak 6 cm di belakang cermin dengan sifat bayangan maya dan tegak.
Tinggi bayangan

Dari sini, kita juga dapat mengetahui bahwa sifat bayangan diperkecil. Jadi, sifat bayangan yang terbentuk adalah maya, tegak, dan diperkecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*