Soal dan Pembahasan Bab 6 Masa Pendudukan Jepang di Indonesia – Sejarah SMA 2

Soal dan Pembahasan Bab 6 Masa Pendudukan Jepang di Indonesia - Sejarah SMA 2

 

#Soal 1

Belanda menyerah tanpa syarat kepada pasukan Jepang di Indonesia pada tanggal ….
a. 8 September 1941
b. 8 Maret 1941
c. 8 September 1942

d. 8 Maret 1942
e. 8 Maret 1943

Pembahasan:
Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang terjadi pada tanggal 8 Maret 1942. Belanda dan Jepang mengutus wakil-wakilnya untuk proses penyerahan kekuasaan. Belanda diwakili oleh Gubernur Jenderal Carda van Stakenbourgh Stachouwer dan Letjen H. Ter Poorten, sedangkan Jepang diwakili oleh Letjen Hitoshi Imamura. Dengan demikian, kekuasaan Belanda di Indonesia berakhir. Indonesia berganti dikuasai oleh Jepang.
Jawaban: d

 

#Soal 2

Penyerahan wilayah Indonesia dari pemerintah kolonial Belanda ke tangan pemerintah Jepang berlangsung melalui sebuah perundingan yang berlangsung di daerah ….
a. Tarakan
b. Linggajati
c. Kalijati

d. Salatiga
e. Eretan

Pembahasan:
Tarakan adalah daerah di Kalimantan Timur yang pertama kali dikuasai oleh Jepang. Penyerahan wilayah Indonesia dari pemerintahan kolonial Belanda ke tangan pemerintah Jepang berlangsung di daerah Kalijati, Subang, Jawa Barat. Linggajati adalah tempat berlangsungnya perundingan antara Belanda dan Indonesia setelah Indonesia merdeka. Salatiga adalah tempat berlangsungnya perundingan antara Belanda dengan Mas Said (Mangkunegara I).
Jawaban: c

 

#Soal 3

Pada saat penyerahan wilayah Indonesia kepada Jepang, pemerintah Belanda diwakili oleh ….
a. J. P. Coen
b. Jenderal de Kock
c. Daendels
d. Ter Poorten
e. van der Capellen

Pembahasan:
J.P. Coen adalah gubernur jenderal di Indonesia pada masa VOC. Daendels adalah gubernur jenderal di Indonesia yang ditugaskan oleh pemerintah Prancis yang saat itu menjajah Belanda. Jenderal de Kock adalah panglima perang yang bertugas memadamkan Perang Diponegoro. Wakil Belanda dalam proses penyerahan wilayah Indonesia dari Belanda ke Jepang adalah Letjen H. Ter Poorten. van der Capellen adalah salah satu gubernur jenderal di Indonesia setelah kekuasaan Raffles berakhir.
Jawaban: d

 

#Soal 4

Tentara Kedua Puluh Lima (Angkatan Darat) dalam pemerintahan militer Jepang di Indonesia memerintah atas wilayah ....
a. Jawa dan Madura
b. Sumatera
c. Kalimantan

d. Sulawesi
e. Sunda Kecil

Pembahasan:
Setelah berkuasa, Jepang membagi Indonesia menjadi tiga wilayah pemerintahan militer.
a. Wilayah Militer I, meliputi Jawa dan Madura yang disebut Jawa Gunseibu dan diperintah oleh Angkatan Darat (Rigukun) yang berpusat di Jakarta (Tentara Keenam Belas);
b. Wilayah Militer II, meliputi Sumatera dan diperintah oleh Angkatan Darat (Rigukun) yang berpusat di Bukittinggi (Tentara Kedua Puluh Lima);
c. Wilayah Militer III, meliputi Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku yang diperintah oleh Angkatan Laut (Kaigun) yang berpusat
di Makassar (Armada Selatan Kedua).
Jawaban: b

 

#Soal 5

Tujuan pemerintah Jepang membentuk Gerakan Tiga A adalah ….
a. mematahkan perlawanan pejuang Indonesia
b. menaklukkan pemerintah Hindia Belanda
c. menarik simpati seluruh rakyat Indonesia
d. membentuk panitia persiapan kemerdekaan
e. mengkoordinir pengerahan tenaga romusha

Pembahasan:
Gerakan Tiga A dibentuk oleh pemerintah Jepang untuk menarik simpati seluruh rakyat Indonesia agar bersedia membantu dalam menghadapi tentara Sekutu dalam Perang Asia Timur Raya. Gerakan Tiga A mempropagandakan
Jepang sebagai cahaya Asia, pemimpin Asia, dan pelindung Asia.
Jawaban: c

 

#Soal 6

Dampak pendudukan Jepang terhadap perekonomian di Indonesia adalah ….
a. meningkatnya produksi pertanian
b. awal kegiatan ekspor hasil bumi
c. makin langkanya bahan pangan
d. membaiknya kesejahteraan petani
e. dikenalnya berbagai macam tanaman ekspor

Pembahasan:
Pada masa pendudukan Jepang, petani dipaksa menanam tanaman nonpangan, yaitu pohon jarak dan kapas untuk kepentingan perang. Jepang memaksa mengambil hasil panen para petani sebagai persediaan bahan pangan bagi tentaranya. Akibatnya, rakyat Indonesia sulit mendapatkan bahan pangan sehingga mengalami kelaparan.
Jawaban: c

 

#Soal 7

Kerja paksa pada masa Jepang disebut ....
a. kerja rodi
b. romusha
c. kerja wajib

d. romukyokai
e. kinrohosi

Pembahasan:
Kerja paksa pada masa Jepang disebut romusha. Para tenaga romusha dikumpulkan oleh suatu panitia, yaitu romukyokai dan kinrohosi. Untuk menghilangkan kesan paksaan, Jepang menyebut para romusha itu dengan istilah
Pahlawan Pekerja atau Prajurit Ekonomi.
Jawaban: b

 

#Soal 8

Pembentukan tentara sukarela oleh Jepang yang terdiri atas para pemuda-pemudi Indonesia bertujuan ....
a. mempersiapkan rencana pemberian kemerdekaan
b. sebagai cadangan pasukan militer untuk melawan Sekutu
c. melatih keterampilan bagi pemuda-pemudi Indonesia
d. sebagai wujud kepedulian Jepang terhadap masa depan Indonesia
e. memberi bekal pengetahuan militer kepada pemuda-pemudi Indonesia

Pembahasan:
Jepang membentuk tentara sukarela dengan tujuan sebagai pasukan cadangan bagi tentara Jepang. Serangan tentara Sekutu yang bertubi-tubi menyebabkan banyak tentara Jepang tewas. Oleh karena itu, Jepang berusaha mempersiapkan calon pasukan pengganti yang terdiri atas para pemuda-pemudi Indonesia.
Jawaban: b

 

#Soal 9

Saat menguasai Indonesia, Jepang berusaha menguasai sumber daya alam Indonesia dengan tujuan ....
a. meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia
b. mengembangkan industri logam di Indonesia
c. memperoleh bahan mentah untuk industri perang
d. mengekspor minyak bumi untuk kebutuhan pasar dunia
e. mengisi kas negara Jepang yang kosong akibat perang

Pembahasan:
Sebagai negara militer, Jepang berusaha mengeruk kekayaan alam Indonesia semata-mata hanya demi kepentingan pembiayaan perang melawan Sekutu.
Jawaban: c

 

#Soal 10

Pada bulan Februari 1944 terjadi pemberontakan terhadap Jepang di Singaparna yang dipimpin oleh ….
a. Tengku Abdul Jalil
b. K.H. Zaenal Mustafa
c. Teuku Hamid
d. Haji Mardiyas
e. Supriyadi

Pembahasan:
Tengku Abdul Jalil dan Teuku Hamid adalah tokoh pemimpin perlawanan rakyat terhadap Jepang di Aceh. Perlawanan rakyat terhadap Jepang di Singaparna, Tasikmalaya dipimpin oleh K.H. Zaenal Mustafa. Haji Mardiyas adalah tokoh pemimpin perlawanan rakyat terhadap Jepang di Indramayu. Supriyadi adalah tokoh pemimpin perlawanan tentara PETA di Blitar.
Jawaban: b

 


 

#Soal 1

Bagaimana usaha Jepang untuk menarik simpati rakyat Indonesia?

Jawaban:
Untuk menarik simpati rakyat Indonesia, Jepang menempuh hal-hal sebagai berikut.
a. Jepang membebaskan para pemimpin perjuangan Indonesia yang ditawan Belanda.
b. Jepang mengizinkan rakyat Indonesia menyanyikan lagu Indonesia Raya di muka umum.
c. Jepang mengizinkan pengibaran bendera Merah Putih di samping bendera Jepang (Hinomaru).
d. Jepang memperbolehkan pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi.
e. Meruntuhkan patung-patung Eropa dan mengganti nama-nama jalan dengan nama Indonesia.
f. Mengembalikan nama Kota Batavia menjadi Jakarta.

 

#Soal 2

Apa tujuan Jepang menguasai wilayah Indonesia?

Jawaban:
Tujuan pendudukan Jepang di Indonesia adalah sebagai berikut.
a. Mencari bahan mentah untuk keperluan industri dan kemenangan Perang Asia Timur Raya.
b. Menjadikan rakyat Indonesia sebagai sumber kekuatan untuk menghadapi Sekutu dalam Perang Asia Timur Raya. Untuk itu, rakyat Indonesia diharuskan melaksanakan kerja paksa atau
romusha untuk membangun
benteng-benteng pertahanan.

 

#Soal 3

Mengapa Jepang bersedia memberi pelatihan militer kepada para pemuda Indonesia?

Jawaban:
Pada tahun 1943, posisi Jepang dalam Perang Asia Timur Raya mulai mengalami kesulitan. Pergerakan tentara Jepang mulai dapat dicegah oleh tentara Sekutu. Bahkan, posisi Jepang mulai terdesak dan tentaranya banyak yang tewas di medan perang. Kekalahan Jepang tersebut mendorong Jepang melakukan konsolidasi kekuatan dengan menghimpun bantuan dari kalangan pemuda dan pelajar Indonesia yang akan diikutsertakan dalam perang melawan Sekutu. Oleh karena itu, Jepang mulai memberikan pelatihan militer kepada para pemuda Indonesia untuk dijadikan pasukan cadangan.

 

#Soal 4

Sebutkan beberapa tokoh Indonesia yang berjuang dengan strategi kooperasi saat menghadapi penjajahan Jepang!

Jawaban:
Perlawanan dengan strategi kooperasi atau bekerja sama dilakukan melalui organisasi-organisasi bentukan Jepang. Misalnya, Pusat Tenaga Rakyat (Putera), Jawa Hokokai, dan Badan Pertimbangan Pusat. Tokoh pemimpin bangsa
Indonesia yang berjuang secara kooperasi, antara lain Ir. Sukarno, Drs. Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan K.H. Mas Mansyur (Empat Serangkai).

 

#Soal 5

Sebutkan beberapa bentuk perlawanan bawah tanah yang dilakukan pemuda Indonesia terhadap penjajah Jepang!

Jawaban:
Perjuangan bawah tanah adalah perjuangan yang dilakukan secara tertutup atau rahasia. Perjuangan bawah tanah pada umumnya dilakukan oleh para pemimpin bangsa Indonesia yang terpaksa bekerja di instansi pemerintah
Jepang. Mereka secara diam-diam menghimpun kekuatan rakyat dan menanamkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Kelompok-kelompok yang melakukan perjuangan bawah tanah, antara lain Kelompok Syahrir, Kelompok Sukarni, Kelompok Amir Syarifuddin, Kelompok Kaigun, dan Kelompok Persatuan Mahasiswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*