Soal dan Pembahasan Bab 3 Konflik Sosial – Sosiologi SMA 2

Soal dan Pembahasan Bab 3 Konflik Sosial – Sosiologi SMA 2

 

#Soal 1

Persaingan (competition), kontravensi (contravention), dan pertentangan atau pertikaian (conflict) merupakan bentuk interaksi ….
a. disinteraktif
b. disintegratif
c. disosiatif

d. asosiatif
e. disintegrasi

Jawaban C
Persaingan (competition), kontravensi (contravention), dan pertentangan atau pertikaian (conflict) merupakan bentuk interaksi disosiatif. Interaksi disosiatif dapat menimbulkan perpecahan.

 

#Soal 2

Kerja sama, akomodasi, dan asimilasi merupakan bentuk interaksi ….
a. disinteraktif
b. disintegratif
c. disosiatif

d. asosiatif
e. disintegrasi

Jawaban D
Kerja sama, akomodasi, dan asimilasi merupakan bentuk interaksi asosiatif. Interaksi asosiatif menimbulkan persatuan.

 

#Soal 3

Proses sosial di mana orang per orang atau kelompok manusia berusaha mencapai tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan dengan menggunakan ancaman atau kekerasan adalah pengertian ….
a. kontravensi
b. konflik
c. agresi

d. kekerasan
e. pertentangan

Jawaban B
Proses sosial di mana orang per orang atau kelompok manusia berusaha mencapai tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan dengan menggunakan ancaman atau kekerasan adalah pengertian konflik. Konflik dapat berupa konflik pribadi maupun kolektif dalam berbagai skala.

 

#Soal 4

Adanya ketidakpastian mengenai diri seseorang, perasaan tidak suka yang disembunyikan, dan kebencian atau keraguan merupakan gejala ….
a. kontravensi
b. konflik
c. agresi

d. kekerasan
e. pertentangan

Jawaban A
Kontravensi merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan (pertikaian) .Adanya ketidakpastian mengenai diri seseorang, perasaan tidak suka yang disembunyikan, dan kebencian atau keraguan merupakan gejala kontravensi.

 

#Soal 5

Berikut ini adalah bentuk-bentuk kontravensi, kecuali ….
a. kontravensi umum
b. kontravensi sederhana
c. kontravensi intensif

d. kontravensi terbuka
e. kontravensi taktis

Jawaban D
Bentuk-bentuk kontravensi adalah kontravensi umum, kontravensi sederhana, kontravensi intensif, dan kontravensi taktis.

 

#Soal 6

Usaha untuk memerhatikan keinginan pihak-pihak yang berselisih guna mencapai suatu persetujuan disebut ….
a. mediasi
b. kontravensi
c. arbitrase

d. konsiliasi
e. negosiasi

Jawaban D
Usaha untuk memerhatikan keinginan pihak-pihak yang berselisih guna mencapai suatu persetujuan disebut konsiliasi. Bentuk pengendalian konflik ini tidak mengarah ke bentuk kekerasan.

 

#Soal 7

Usaha pengendalian konflik yang melibatkan pihak ketiga sebagai penasihat dalam penyelesaian konflik disebut ….
a. mediasi
b. kontravensi
c. arbitrase

d. konsiliasi
e. negosiasi

Jawaban A
Usaha pengendalian konflik yang melibatkan pihak ketiga sebagai penasihat dalam penyelesaian konflik disebut mediasi. Pihak ketiga tidak berhak memutuskan keputusan yang diambil oleh mereka yang terlibat konflik, tetapi dapat memberikan alternatif pemecahan masalah sebagai pertimbangan.

 

#Soal 8

Bentrokan antara generasi muda dan generasi tua karena latar belakang pendidikan dan pengalaman yang berbeda merupakan bentuk kontravensi ….
a. generasi masyarakat
b. seks
c. parlementer

d. ras
e. kelas sosial

Jawaban A
Bentrokan antara generasi muda dan generasi tua karena latar belakang pendidikan dan pengalaman yang berbeda merupakan bentuk kontravensi generasi masyarakat. Kontravensi generasi masyarakat dijumpai di kota-kota besar di Indonesia. Misalnya, pola hubungan orang tua dengan anak.

 

#Soal 9

Hubungan dalam lembaga legislatif, keagamaan, dan pendidikan merupakan bentuk kontravensi ….
a. generasi masyarakat
b. seks
c. parlementer

d. ras
e. kelas sosial

Jawaban C
Hubungan dalam lembaga legislatif, keagamaan, dan pendidikan merupakan bentuk kontravensi parlementer. Kontravensi parlementer berkaitan dengan hubungan antara golongan mayoritas dan golongan minoritas dalam masyarakat.

 

#Soal 10

Terkonsentrasinya penduduk pengungsi di suatu tempat tertentu yang menimbulkan masalah baru yang terkait dengan aspek kesehatan, kenyamanan, keamanan, dan ketenagakerjaan merupakan dampak konflik dalam aspek ….
a. sosial budaya
b. hukum
c. ekonomi dan tata ruang kota

d. kependudukan
e. pemerintahan dan pelayanan publik

Jawaban D
Terkonsentrasinya penduduk pengungsi di suatu tempat tertentu yang menimbulkan masalah baru yang terkait dengan aspek kesehatan,kenyamanan, keamanan,dan ketenagakerjaan merupakan dampak konflik dalam aspek kependudukan. Hal ini disebabkan adanya konflik yang berkepanjangan di suatu wilayah.

 

#Soal 11

Sikap tidak konsensus yang terjadi atau berkembang di dalam kehidupan masyarakat, akan tetapi tidak muncul ke permukaan sehingga tidak mudah bagi pihak lain untuk mengetahui atau mendeteksinya disebut konflik ….
a. terbuka
b. tertutup
c. laten

d. manifes
e. gabungan

Jawaban B
Berdasar ekspose, konflik dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu konflik tertutup dan konflik terbuka. Konflik tertutup merupakan situasi atau sikap tidak konsensus yang terjadi atau berkembang di dalam kehidupan masyarakat, akan tetapi tidak muncul ke permukaan sehingga tidak mudah bagi pihak lain untuk mengetahui atau mendeteksinya. Konflik terbuka adalah suatu situasi konflik yang muncul secara terbuka ke permukaan sehingga prosesnya dapat dengan mudah diamati oleh pihak lain.

 

#Soal 12

Suatu situasi konflik yang muncul secara terbuka ke permukaan sehingga prosesnya dapat dengan mudah diamati oleh pihak lain disebut konflik ….
a. terbuka
b. tertutup
c. laten

d. manifes
e. gabungan

Jawaban A
Konflik tertutup merupakan situasi atau sikap tidak konsensus yang terjadi atau berkembang di dalam kehidupan masyarakat, akan tetapi tidak muncul ke permukaan sehingga tidak mudah bagi pihak lain untuk mengetahui atau mendeteksinya. Konflik terbuka adalah suatu situasi konflik yang muncul secara terbuka ke permukaan sehingga prosesnya dapat dengan mudah diamati oleh pihak lain.

 

#Soal 13

Sepasang suami istri terlibat konflik karena suami menuntut agar istrinya tidak bekerja, sedangkan sang istri sudah sejak muda bercita-cita untuk menjadi wanita karier. Berkenaan dengan tuntutan itu maka sikap reduksinya adalah sang suami mengurangi tuntutan kepada istrinya dari tidak bekerja menjadi boleh bekerja asal tidak setiap hari atau sepanjang hari. Di lain pihak, sang istri juga bersedia menyediakan sedikit waktunya untuk di rumah. Adapun wujud perdamaiannya adalah mencari pekerjaan yang bisa dilakukan istri secara paruh waktu. Hal di atas adalah contoh upaya ….
a.
redundancy
b. redactions
c. reductions
d. reject
e. reducing

Jawaban E
Konsiliasi adalah suatu usaha untuk memerhatikan keinginan pihak-pihak yang berselisih guna mencapai suatu persetujuan. Dalam upaya damai ini biasanya diperlukan apa yang disebut dengan kesanggupan melakukan langkah perdamaian atau sikap reduction atau reducing, yaitu suatu langkah atau sikap mengurangi tuntutan dari masing-masing pihak. Misalnya, sepasang suami istri terlibat konflik karena suami menuntut agar istrinya tidak bekerja, sedangkan sang istri sudah sejak muda bercita-cita untuk menjadi wanita karier. Berkenaan dengan tuntutan
itu maka sikap reduksinya adalah sang suami mengurangi tuntutan kepada istrinya dari tidak bekerja menjadi boleh bekerja asal tidak setiap hari atau sepanjang hari. Di lain pihak, sang istri juga bersedia menyediakan sedikit waktunya untuk di rumah. Adapun wujud perdamaiannya adalah mencari pekerjaan yang bisa dilakukan istri secara paruh waktu.

 

#Soal 14

Sifat atau perasaan memaksa yang muncul pada setiap orang untuk melakukan sesuatu, walaupun tidak harus ada pihak yang memaksanya disebut bentuk ….
a. mediasi
b. konsiliasi
c. arbitrase

d. paksaan
e. negosiasi

Jawaban D
Pada saat mempelajari perspektif fakta sosial telah dikenal istilah coercion atau paksaan. Namun, pengertian tersebut sedikit berbeda posisinya dengan coercion yang ada dalam uraian perspektif fakta sosial. Di dalam uraian fakta sosial, pengertian coercion adalah sifat atau perasaan memaksa yang muncul pada setiap orang untuk melakukan sesuatu, walaupun tidak harus ada pihak yang memaksanya. Sementara pengertian memaksa dalam perspektif konflik sosial adalah dilakukan dengan munculnya pihak tertentu untuk memaksa salah satu atau keduanya untuk melakukan perdamaian atau penyelesaian dari konflik mereka. Wujud paksaannya dapat berlaku secara sepihak apabila di antara pihak yang terlibat konflik itu ada yang kuat. Akan tetapi, dapat pula berlaku bagi kedua belah pihak apabila ada pihak ketiga yang dapat mendamaikannya secara paksa. Misalnya, ada dua kelompok pedagang atau petugas parkir yang memperebutkan lokasi tertentu yang dianggap sangat strategis untuk menjalankan usahanya, tetapi tidak pernah dapat diselesaikan. Oleh karena itu, pihak ketiga, seperti lurah atau camat atau pihak ketiga lainnya akan memaksa kedua
pihak tersebut untuk tidak melakukan usaha di tempat tersebut.

 

#Soal 15

Perjanjian damai pemerintah Indonesia n dengan Gerakan Aceh Merdeka di Helsinki disebut bentuk ….
a. mediasi
b. konsiliasi
c. arbitrase

d. paksaan
e. negosiasi

Jawaban C
Arbitrase dilakukan jika perselisihan atau konflik sulit diatasi dengan kompromi. Dalam arbitrase diperlukan pihak ketiga sebagai penengah. Pihak ketiga ini dipilih oleh kedua pihak yang bertikai atau badan yang lebih tinggi. Hal ini biasanya ditempuh oleh pihak yang bertikai atau yang terlibat konflik ketika melalui cara damai dan cara mediasi ternyata menemui jalan buntu dan jika dibiarkan akan berakibat buruk bagi kedua pihak. Misalnya, konflik yang muncul karena masalah utang piutang atau perjanjian lain yang tidak dipenuhi sehingga ketika mengalami jalan buntu sebaiknya dilakukan melalui jalur hukum. Keadaan seperti ini terjadi saat pemerintah Indonesia melakukan perjanjian damai dengan Gerakan Aceh Merdeka di Helsinki.

 

#Soal 16

Bentuk kekerasan yang diarahkan pada dampak sosial bagi korbannya sehingga mengakibatkan seseorang atau sekelompok orang yang menjadi korbannya akan mengalami hambatan di dalam melakukan jalinan interaksi dan komunikasi sosial secara bebas dan nyaman disebut kekerasan ….
a. sosial
b. psikis
c. fisik

d. mental
e. sistematis

Jawaban A
Kekerasan sosial merupakan bentuk kekerasan yang diarahkan pada dampak sosial bagi korbannya sehingga mengakibatkan seseorang atau sekelompok orang yang menjadi korbannya akan mengalami hambatan di dalam melakukan jalinan interaksi dan komunikasi sosial secara bebas dan nyaman. Misalnya, dikucilkan, dimusuhi, dicemarkan, dan diftnah sehingga pihak yang menjadi korban tersebut menjadi merasa mengalami hambatan di dalam menjalani aktivitas sosialnya sehari-hari.

 

#Soal 17

Merasa gelisah, cemas, takut, stres, depresi, dan trauma sehingga pihak yang menjadi korban tersebut menjadi merasa mengalami ketidaknyamanan jiwanya merupakan gejala kekerasan ….
a. sosial
b. psikis
c. fisik

d. mental
e. sistematis

Jawaban B
Kekerasan psikis merupakan bentuk kekerasan yang diarahkan untuk mengganggu kenyamanan jiwa atau psikis seseorang atau sekelompok orang sehingga seseorang atau sekelompok orang yang menjadi korbannya akan mengalami gangguan atau ketidaknyamanan jiwanya. Misalnya, merasa gelisah, cemas, takut, stres, depresi, dan trauma sehingga pihak yang menjadi korban tersebut menjadi merasa mengalami ketidaknyamanan jiwanya. Adapun cara kekerasan psikis dapat dilakukan dengan mengancam dan meneror. Kekerasan fisik merupakan bentuk kekerasan
yang diarahkan pada penderitaan atau gangguan terhadap keadaan fisik korbannya sehingga mengakibatkan seseorang atau sekelompok orang yang menjadi korbannya akan mengalami gangguan kesehatan fisiknya. Misalnya, dianiaya, disiksa, atau dibunuh.

 

#Soal 18

Seorang siswa mengalami kesulitan ketika harus menentukan satu pilihan di antara dua atau lebih pilihan seperti harus memutuskan untuk masuk sekolah atau tidak. Padahal semua pilihan ternyata mengandung risiko, yaitu jika mau memilih masuk sekolah terasa bahwa badannya sedang tidak sehat, sedangkan jika mau memilih tidak masuk sekolah maka hari itu ada ulangan. Hal di atas termasuk jenis konflik ….
a. internal
b. eksternal
c. maternal

d. paternal
e. patronal

Jawaban A
Berdasar lingkupnya, konflik dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu konflik internal dan konflik eksternal. Konflik internal merupakan konflik yang terjadi di dalam diri seseorang atau konflik yang berkembang di dalam keluarga atau kelompok tertentu dan tidak melibatkan pihak lain dari kelompok lain. Misalnya, ketika seorang siswa mengalami kesulitan ketika harus menentukan satu pilihan di antara dua atau lebih pilihan seperti harus memutuskan untuk masuk
sekolah atau tidak. Padahal semua pilihan ternyata mengandung risiko, yaitu jika mau memilih masuk sekolah terasa bahwa badannya sedang tidak sehat, sedangkan jika mau memilih tidak masuk sekolah maka hari itu ada ulangan.

 

#Soal 19

Konflik antara ketua dan anggota kelompok atau antara anggota kelompok yang satu dengan anggota kelompok yang lain yang tidak melibatkan pihak lain di luar anggota keluarga termasuk jenis konflik ….
a. internal
b. eksternal
c. maternal
d. paternal
e. patronal

Jawaban A
Berdasar lingkupnya, konflik dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu konflik internal dan konflik eksternal. Adapun contoh untuk konflik keluarga atau kelompok tertentu adalah beberapa bentuk konflik yang hanya dihadapi di dalam keluarga tertentu atau kelompok tertentu, seperti konflik antara ayah dengan ibu, ayah dengan anak, ibu dengan anak, dan antara anak dengan anak. Contoh konflik di dalam suatu kelompok adalah konflik antara ketua dan anggota
kelompok atau antara anggota kelompok yang satu dengan anggota kelompok yang lain yang tidak melibatkan pihak lain di luar anggota keluarga atau di luar anggota kelompok yang bersangkutan.

 

#Soal 20

Ketika ada dua pihak yang sedang konflik berusaha mengendorkan ketegangannya karena sedang memasuki bulan puasa atau dua orang atau lebih siswa yang terlibat konflik terpaksa mengendorkan ketegangan konfliknya karena tiba-tiba ada guru yang hadir di antara mereka. Hal di atas merupakan bentuk penyelesaian konflik secara ….
a. mediasi
b. konsiliasi
c. arbitrase
d. paksaan
e. détente

Jawaban E
Cara detente dilakukan untuk mengurangi intensitas konflik, yaitu suatu cara yang dilakukan dengan mengendorkan atau menunda sampai batas waktu yang tidak jelas atas tuntutan atau keinginan masing-masing. Dalam perang cara ini dikenal dengan istilah gencatan senjata. Misalnya, contoh yang paling sederhana adalah ketika ada dua pihak yang sedang konflik berusaha mengendorkan ketegangannya karena sedang memasuki bulan puasa atau dua orang
atau lebih siswa yang terlibat konflik terpaksa mengendorkan ketegangan konfliknya karena tiba-tiba ada guru yang hadir di antara mereka. Dengan kata lain, peredaman konflik ini bersifat semu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*