Kenalkan Anak pada Bacaan tentang Kesehatan

Semua orang tua menginginkan anaknya tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas. Namun, sudahkah orang tua memfasilitasi anak untuk mencapai kesehatan dan kecerdasan optimal? Ataukah hanya sebatas harapan tanpa ada realisasi untuk mewujudkan harapan itu? Ah ya, orang tua tentu tidak akan melupakan elemen penting agar anak tumbuh sehat dan cerdas, yaitu makanan bergizi. Ya, makanan bergizi sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Tapi, untuk menjadi cerdas, anak tidak hanya butuh makanan bergizi, anak juga butuh makanan otak, yaitu segala sesuatu yang dapat menstimulasi perkembangan otaknya, salah satunya yaitu bacaan yang bermutu.

Untuk menjadi sehat, anak butuh makanan sehat. Akan tetapi, tak semua yang diinginkan orang tua mau dilakukan oleh anak, meski itu untuk kebaikan sang anak sendiri, karena anak-anak masih belum menyadari sepenuhnya manfaat dari segala sesuatu yang diinginkan orang tua mereka. Anak-anak masih belum memiliki kesadaran yang cukup baik. Buktinya, banyak anak yang tidak mau makan sayur dan buah dan tidak peduli pada kebersihan (seperti tidak mencuci tangan sebelum makan, malas sikat gigi, malas mandi, dan lain-lain). Menyediakan makanan yang bergizi tidak ada artinya jika anak tidak mau menyentuhnya, menganjurkan anak untuk berperilaku bersih tidak akan menuai hasil jika anak tidak mau menurutinya. Semakin dipaksa, anak akan semakin menolak.

Lalu apa yang sebaiknya dilakukan orang tua? Yaitu dengan ajakan lembut melalui bacaan yang mampu memikat hatinya. Perkenalkan anak-anak pada bacaan yang berkaitan dengan kesehatan untuk memancing mereka peduli pada kesehatan tubuh mereka. Buku bacaan anak adalah teman baik yang mampu mempengaruhi pola pikir anak, yang akhirnya mempengaruhi perilaku anak. Anak-anak adalah makhluk unik yang bisa begitu cepat menyerap informasi yang diperolehnya. Anak-anak adalah peniru yang ulung. Mereka akan meniru apa yang mereka lihat dan mereka dengar, baik dari tontonan, bacaan, dan semacamnya.

Sel-sel otak anak berkembang dengan pesat, terutama pada masa keemasan (golden age) yaitu dimulai sejak bayi 7 bulan dalam kandungan sampai kira-kira anak berusia 5 tahun. Usia anak-anak adalah masa keemasan untuk belajar. Jadi, anggapan orang tua bahwa buku sebaiknya diperkenalkan pada anak saat mereka sudah bisa membaca kelak adalah anggapan yang keliru. Mengenalkan buku pada anak saat mereka sudah bisa membaca berarti melewatkan masa keemasan mereka untuk belajar. Juga, menyia-nyiakan waktu untuk mengakrabkan diri anak dengan bacaan.

Oleh karena itu, sebagai seorang penulis dengan latar belakang pendidikan bidang keperawatan, yang memahami konsep tumbuh kembang anak, saya mencoba ‘melahirkan’ sebuah buku bacaan cerdas untuk anak-anak dengan bahasa sederhana yang mudah dimengerti anak-anak, tapi sarat akan pengetahuan seputar kesehatan sehingga informasi yang disajikan bisa langsung diterima oleh anak. Saya memilih metode yang berbeda di mana kebanyakan perawat menulis informasi untuk dikonsumsi oleh orang dewasa, yang kemudian akan ditransfer kepada anak-anak mereka, di mana seringkali proses pentransferan informasi dari orang tua kepada anak tidak berjalan dengan efektif karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, misalnya cara pentransferan informasi. Oleh karena itu, dengan menulis buku cerita anak tentang kesehatan, saya berharap informasi yang ingin disampaikan penulis langsung menuju sasaran tanpa ada perantara.

Proses menulis tak lepas dari membaca. Menulis sebuah karya yang bermutu artinya harus mengawali dengan membaca literatur yang bermutu pula. Di kota saya, Bireuen, tidak ada toko buku. Buku-buku dijual di toko yang menjual alat tulis. Tentu saja buku-buku yang dijual sangat terbatas. Pernah suatu ketika dibukalah sebuah toko buku. Saya menyambut gembira kedatangan toko ini. Namun, usia toko itu tidak panjang. Hanya beberapa waktu saja, toko tersebut terpaksa ditutup karena sepi pembeli. Minimnya minat baca di daerah Bireuen membuat toko buku tak mampu bertahan dalam waktu lama. Untunglah pemerintah daerah cukup peduli dengan dunia baca, yang terlihat dari berbagai macam koleksi buku bermutu di perpustakaan. Di kota tanpa toko buku ini, perpustakaanlah yang menjadi andalan. Buku-buku bermutu di perpustakaan sangat membantu saya dalam memperoleh referensi untuk tulisan saya. Buku-buku semasa kuliah dulu juga ikut berperan dalam menyediakan referensi yang saya butuhkan, misalnya saja seperti Atlas Anatomi Manusia SOBOTTA.

Minat baca anak sangat dipengaruhi oleh orang tuanya. Anak yang dikenalkan pada buku bacaan sejak kecil berbeda dengan anak yang tidak dikenalkan pada buku bacaan.  Semakin dini seorang anak dikenalkan pada buku, semakin akrab ia terhadap buku. Ada sebuah contoh dalam kehidupan nyata tentang bagaimana bacaan memberi pengaruh pada pola pikir dan tingkah laku anak, yaitu seorang anak dari teman sejawat saya. Anak dari teman sejawat saya sudah tertarik pada anatomi sejak kecil karena sering melihat buku-buku yang dibaca ibunya. Ia sering berbicara dengan teman-temannya tentang lambung, jantung, dan lain-lain, yang membuat teman-temannya bingung tentang apa yang dibicarakannya. Teman-teman sebayanya masih belum tahu apa itu lambung dan jantung karena mereka tidak pernah mempelajarinya. Sedangkan anak teman saya itu mendapatkan ilmu sejak dini tentang anatomi tubuh dari buku bacaan ibunya. Ia mendapat pengetahuan tentang suatu hal lebih cepat daripada teman-temannya. Ia pun mulai menunjukkan ketertarikannya pada anatomi.

Merupakan tabiat kebanyakan manusia yang hanya akan melakukan sesuatu jika tahu manfaatnya bagi dirinya dan menjauhi sesuatu jika tahu dampak buruknya bagi diri sendiri. Begitu pula halnya dengan anak-anak, yang cenderung lebih susah diatur dan diarahkan untuk melakukan sesuatu atau meninggalkannya. Anak-anak hanya akan melakukan apa yang mereka tahu bahwa hal itu menyenangkan dan memberi manfaat bagi dirinya.

Mengapa anak-anak malas sikat gigi? Mengapa ada yang  malas mandi, malas keramas, dan semacamnya? Karena mereka belum tahu dan tidak mengerti betul manfaat melakukan hal-hal tersebut bagi diri mereka. Yang mereka tahu adalah bahwa melakukan hal-hal tersebut cukup merepotkan. Anak-anak memiliki sistem imun yang masih belum berkembang sempurna, sehingga mudah terserang penyakit. Sementara kesadaran mereka akan kesehatan masih sangat minim. Karena itulah, bacaan-bacaan tentang kesehatan perlu disuguhkan pada anak agar mereka tahu dan mengerti seputar kesehatan, yang akan memengaruhi tingkah laku mereka dalam menerapkan pola hidup sehat. Ditambah lagi, untuk mencapai kecerdasan optimal, seorang anak harus difasilitasi dengan bacaan yang cerdas, karena mereka mampu menyerap dengan cepat informasi yang mereka lihat dan mereka dengar dari sekitar.

Dongeng Anatomi

Mengingat betapa pentingnya proses pembelajaran pada usia anak-anak, terutama usia keemasan (golden age), maka buku cerita anak Dongeng Anatomi hadir. Dikemas dengan bahasa sederhana namun sarat pengetahuan seputar kesehatan, serta dilengkapi dengan gambar dan warna yang memikat. Melalui konsep yang berisikan masalah-masalah yang sering dihadapi anak-anak, penulis meramu menjadi cerita menarik dengan dibumbui unsur humor yang menghibur. Dengan demikian, diharapkan dengan membaca buku ini, anak-anak bukan hanya mendapat hiburan, tetapi juga pengetahuan penting seputar kesehatan. Penulis menggabungkan berbagai pengetahuan yang diperolehnya, baik dari bangku kuliah maupun bacaan-bacaan yang dikonsumsinya, dengan cerita-cerita penuh pelajaran, sehingga lahirlah buku cerita anak Dongeng Anatomi.

Melalui dunia kepenulisan, saya ingin berbagi kepada orang lain melalui tulisan yang mudah-mudahan bermanfaat. Ranah yang saya pilih adalah fiksi anak, dengan tujuan mengajak manusia sedini mungkin untuk peduli pada kesehatan. Tentu saja, cara mengajak anak-anak berbeda dengan cara mengajak orang dewasa. Mengajak anak-anak harus mengikuti cara mereka agar ajakan bisa diterima, yaitu dengan masuk dalam dunia mereka yang suka bermain, karena itulah buku ini hadir. Untuk mengajak anak bermain sambil belajar.

Apa saja isi buku Dongeng anatomi? Di dalam buku Dongeng Anatomi terkandung masalah yang sering dihadapi anak-anak serta pemecahan masalah jitu bagi para orang tua, yaitu meliputi:

  • Kebiasaan malas keramas
  • Anak yang malas sikat gigi dan tidak mau menjaga kebersihan gigi
  • Kebiasaan buruk mengorek telinga
  • Akibat buruk memanjangkan kuku
  • Manfaat kulit hitam dan kulit putih
  • Pentingnya menjaga kesehatan mata
  • Menjaga kesehatan tulang
  • Cara membentuk otot yang kuat dan sehat
  • Bahaya menahan kencing
  • Manfaat sayur bagi pencernaan

Wahai para orang tua cerdas yang menginginkan anak Anda tumbuh cerdas dan sehat, saatnya menyediakan bacaan cerdas untuk anak Anda!

Bireuen, 2016 (Eramayawati)

1 Comment

  1. Artikel yang menarik dan informatif… terima kasih, gan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*