Jadwal Pemotretan Mengikuti Jadwal Pertumbuhan Tanaman

Aku Bisa Bercocok TanamSetelah seri Bercocok Tanam Sayur terbit tahun 2015, alhamdulillah, tahun 2019 seri Bercocok Tanam Buah juga diterbitkan oleh Tiga Ananda. Berkaitan dengan proses kreatif pembuatan seri buku ini, tak beda jauh dengan seri sebelumnya. Setelah konsep buku disetujui, hal pertama yang saya lakukan adalah perencanaan teknis dan observasi langsung dengan melakukan proses penanaman. Fase inilah yang kemudian saya rekam dalam bentuk foto dan  saya susun menjadi rangkaian tutorial

Karena jumlah foto utama yang dibutuhkan cukup banyak, biasanya, saya sudah membuat semua daftar objek atau adegan dalam beberapa halaman kertas. Setiap kali satu daftar pemotretan selesai, segera saya tandai. Dan karena objek foto buku ini adalah sesuatu yang tumbuh, jadwal pemotretan juga mengikuti jadwal pertumbuhan tanaman. Hal itulah yang membutuhkan kesabaran. Tidak semua tanaman yang disemai sukses tumbuh dengan satu rangkaian langkah. Jika ternyata gagal, saya otomatis perlu mengulangi lagi pemotretan jika diperlukan.

Aku Bisa Bercocok Tanam

Berhubung target utama buku ini adalah anak-anak, selain unsur tutorial, aspek desain juga perlu digarap dengan menarik. Oleh karena itu, saya memberikan perhatian bahkan sejak pemilihan warna perkakas dan perabotan menanam.

Sebelum pemotretan dimulai, saya sudah menyiapkan beberapa varian warna pot dan aneka wadah lain dengan warna yang sudah diperhitungkan. Demikian juga meja tanam dan objek latar saya pilih dengan mempertimbangkan unsur artistiknya.

Bagi pembaca yang penasaran, dapat melihat buku, “Aku Bisa Bercocok Tanam Stroberi” sebagai contoh. Saya sengaja mencari pot berwarna merah menyala untuk menanam stroberi. Setelah dipadukan dengan tanaman stroberi, terbukti hal itu membuat foto menjadi lebih menarik dan menyumbang warna kontras yang menarik pada keseluruhan warna halaman.

Saya menyadari, masih terdapat banyak kekurangan dalam seri Aku Bisa Bercocok Tanam Buah. Namun, dengan segala kekurangan tersebut, semoga serial ini dapat menjadi penyemarak khazanah buku nofiksi anak Indonesia dan bermanfaat bagi pembacanya. (Maya A. Pujiati)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*