Bersama, Mendidik dengan Hati dan Tujuan
Salah satu semangat utama Kurikulum Merdeka adalah memberikan ruang bagi siswa untuk belajar sesuai potensi dan minat mereka.
Namun, keberhasilan pembelajaran ini tidak hanya bergantung pada guru di sekolah.
Orang tua memiliki peran penting sebagai mitra pendidikan, yang ikut menuntun anak mengembangkan diri di luar kelas.
Ketika guru dan orang tua bersatu, maka lahirlah lingkungan belajar yang selaras antara rumah dan sekolah.
Mengapa Kolaborasi Guru dan Orang Tua Itu Penting?
- Anak Belajar Konsisten di Dua Dunia
Siswa menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah. Jika pola didikan di rumah sejalan dengan di sekolah, anak akan merasa aman dan percaya diri dalam belajar. - Komunikasi Membantu Pemahaman Anak
Guru bisa memahami karakter siswa lebih baik lewat cerita dari orang tua, sementara orang tua bisa tahu bagaimana anak berkembang di sekolah. - Menumbuhkan Tanggung Jawab Bersama
Pendidikan bukan tugas satu pihak. Kolaborasi menjadikan keberhasilan anak sebagai hasil kerja tim antara rumah dan sekolah. - Meningkatkan Motivasi dan Kemandirian Siswa
Anak merasa lebih didukung ketika tahu orang tuanya peduli dan terlibat dalam proses belajar mereka.
Tantangan yang Masih Dihadapi
Meskipun penting, kolaborasi guru dan orang tua sering menemui kendala, seperti:
- Kurangnya komunikasi dua arah yang aktif,
- Waktu orang tua yang terbatas,
- Perbedaan pandangan dalam mendidik anak,
- Kurangnya pemahaman terhadap perubahan kurikulum.
Masalah ini bisa diatasi dengan komunikasi terbuka, saling menghargai, dan pemanfaatan teknologi pendidikan untuk menjembatani interaksi.
Peran Guru dalam Menjalin Kolaborasi
Guru bukan hanya pendidik, tapi juga penghubung antara sekolah dan keluarga.
Guru dapat:
- Mengundang orang tua untuk terlibat dalam proyek kelas,
- Menyediakan laporan perkembangan siswa secara berkala,
- Mendorong dialog reflektif, bukan hanya laporan nilai,
- Menggunakan aplikasi digital untuk komunikasi efektif,
- Mengajak orang tua memahami filosofi Kurikulum Merdeka.
Guru yang terbuka terhadap masukan akan menciptakan rasa percaya dan kemitraan sejati.
Peran Orang Tua dalam Mendukung Proses Belajar
Orang tua tidak harus menjadi “guru kedua”, tapi bisa menjadi teman belajar bagi anak.
Cara yang bisa dilakukan antara lain:
- Menyediakan waktu rutin untuk berbincang tentang pelajaran,
- Memberi apresiasi pada usaha, bukan hanya hasil,
- Mendorong anak bereksperimen dan berani mencoba,
- Mencontohkan sikap ingin tahu dan gemar membaca,
- Menghadiri pertemuan sekolah dan memahami capaian belajar anak.
Dengan cara ini, rumah bukan sekadar tempat beristirahat, tetapi lanjutan dari ruang belajar yang bermakna.
Buku Platinum dan Kolaborasi Pembelajaran
Penerbit Tiga Serangkai memahami pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung Kurikulum Merdeka.
Melalui Buku Platinum, guru dan orang tua dapat memiliki panduan yang sama dalam memahami proses belajar anak.
Keunggulan Buku Platinum:
✅ Materi selaras dengan capaian pembelajaran Kurikulum Merdeka
✅ Terdapat aktivitas refleksi yang bisa dilakukan bersama di rumah
✅ Soal HOTS dan proyek kontekstual yang dapat dikerjakan dengan pendampingan orang tua
✅ Panduan asesmen formatif yang transparan bagi guru dan wali murid
✅ Dukungan Platinum Digital untuk komunikasi dan pelaporan belajar yang interaktif
Dengan pendekatan ini, guru dan orang tua tidak berjalan sendiri — melainkan bersama menuntun anak menemukan potensi terbaiknya.
Contoh Aktivitas Kolaboratif
- SD: Proyek “Cerita dari Rumah” — anak menulis tentang pengalaman bersama keluarga, lalu dibahas di kelas.
- SMP: Orang tua dan anak membuat mini eksperimen IPA sederhana di rumah.
- SMA: Orang tua memberi umpan balik pada portofolio belajar anak sebelum penilaian akhir.
Kegiatan sederhana ini memperkuat hubungan emosional dan akademik antara anak, orang tua, dan guru.
Pendidikan Adalah Kolaborasi, Bukan Kompetisi
Keberhasilan Kurikulum Merdeka bukan hanya diukur dari hasil ujian, tetapi dari keterlibatan semua pihak dalam mendidik anak secara utuh.
Guru dan orang tua adalah dua sayap pendidikan — jika bergerak seirama, anak akan terbang lebih tinggi.
Dengan Buku Platinum dan Platinum Digital dari Tiga Serangkai,
setiap guru dan orang tua dapat menjadi mitra sejajar dalam menciptakan pembelajaran yang humanis, kontekstual, dan penuh makna.
✨ Jadikan kolaborasi pendidikan lebih bermakna bersama Buku Platinum dan Platinum Digital Tiga Serangkai.
Karena pendidikan terbaik lahir dari kerja sama antara guru, orang tua, dan anak — bukan dari satu pihak saja.