Pengembangan Unsur Intrinsik Cerpen

Tigaserangkai.com – Pengembangan Unsur Intrinsik Cerpen – Hai temanteman, bagaimana kabar kalian? Semoga kalian tetap dalam lindungan Allah Swt. Apakah temanteman suka membaca cerita pendek atau cerpen? Ya, memang benar membaca cerpen itu mengasyikkan, kadang-kadang kita lupa waktu kalau sudah membaca cerpen. Apalagi jika cerpen yang kita baca bagus dan menarik.

Pengembangan Unsur Intrinsik Cerpen

Pengembangan Unsur Intrinsik Cerpen

Pernahkah kalian berkeinginan membuat cerpen yang bagus dan menarik orang untuk membacanya? Baik, untuk membuat sebuah cerpen, kalian tidak perlu takut jika hasilnya jelek. Ada ungkapan mengatakan ”lebih baik mencoba meskipun hasilnya kurang bagus daripada tidak pernah mencoba sama sekali.” Sebuah keahlian, termasuk membuat cerpen tidak serta merta menghasilkan karya yang bagus. Semua melalui proses. Tak jarang ketekunan dan keseriusan akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik daripada bakat yang tidak dikembangkan.

Modal awal yang menentukan keberhasilan kalian dalam membuat cerpen adalah kemauan dan ketertarikan. Jika kalian merasa tertarik atau merasa senang diiringi kemauan yang kuat membuat cerpen, yakinlah kalian akan menghasilkan karya yang dapat dinikmati banyak orang.

Bermodal kemauan yang kuat, kalian tentu akan selalu belajar dan mencari informasi tentang cara membuat cerpen yang baik dan menarik. Bermodal rasa senang, kalian tak akan bosan dan tak merasa lelah dalam proses membuat cerpen. Nah, berangkat dari itu semua, berikut adalah informasi yang dapat kalian baca sebagai referensi untuk membuat cerpen.

Salah satu ciri cerpen yang menarik adalah jika seseorang mulai membaca cerpen, kemudian secara reflek cerpen itu membawa pembaca untuk terus membaca kalimat demi kalimat hingga akhir cerita. Akan tetapi, banyak faktor yang menentukan kualitas sebuah cerpen. Salah satu factor tersebut adalah cara pengarang mengembangkan unsur-unsur intrinsik atau pembangun cerpen. Cara pengembangan unsur-unsur intrinsik cerpen adalah sebagai berikut.

Penokohan
Tokoh-tokoh cerita yang dikembangkan harus sesuai dengan tujuan ceritanya. Pelukisan penokohan dalam cerpen harus mempertimbangkan:

–          pemilihan jenis dan perwatakan yang sesuai dengan cerita;

–          cara melukiskan kehadiran dan penghadirannya harus secara tepat.

Pengembangan tokoh tersebut harus dilakukan melalui dialog antartokoh, komentar tokoh lain, narasi atau pendeskripsian dari pengarang, cara bertingkah, latar, dan tampilan fisik.

Peristiwa dan Alur
Plot atau alur merupakan unsur fiksi yang penting, plot atau alur cerita sebuah fiksi menyajikan peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian yang membentuk sebuah cerita. Untuk menyebut plot, secara tradisional, sering disebut alur atau jalan cerita.

Pada umumnya alur atau plot terdiri atas beberapa tahapan, yaitu:

a.    Pengantar

Tahapan ini merupakan bagian cerita berupa lukisan waktu, tempat, atau keadaan yang berupa awal cerita.

b.    Penampilan Masalah

Menceritakan persoalan yang dihadapi pelaku cerita.

c.    Puncak Ketegangan

Tahapan ini disebut juga klimaks, yakni masalah dalam cerita sudah sangat gawat, konflik telah memuncak.

d.  Ketegangan Menurun

Tahapan ini disebut juga antiklimaks, yakni masalah telah berangsur-angsur dapat diatasi dan kekhawatiran mulai hilang.

e.   Penyelesaian

Menceritakan bahwa masalah  telah dapat diatasi atau diselesaikan. Tahap ini disebut juga peleraian.

 

Latar
Latar dikembangkan melalui tampilan fisik, waktu, dan tempat terjadinya peristiwa.

 

Sudut Pandang
Sudut pandang tersebut dikembangkan melalui cara pengisahan atau penceritaan oleh pengarang. Apabila kalian mengambil sumber inspirasi dari pengalaman orang lain, kalian dapat menggunakan sudut pandang orang ketiga (dia). Dalam hal ini, kalian memahami betul apa yang terjadi dan dirasakan orang lain tersebut. Sebaliknya, apabila kalian mengambil pengalaman dan kehidupan kalian sendiri sebagai sumber cerita, kalian dapat menggunakan kata ganti orang pertama (aku).

 

Tema
Tema dapat dikembangkan dari peristiwa yang menarik perhatian. Seorang pembaca akan menemukan tema yang kalian angkat setelah mereka membacanya secara keseluruhan.

 

Memperbaiki Cerpen yang Telah Ditulis

Memperbaiki cerpen yang telah ditulis perlu memperhatikan hal-hal berikut.

1. Lakukanlah pengkajian ulang terhadap cepen yang kalian susun.

2.    Pilihlah bahasa yang mudah dipahami.

3.    Gunakanlah teknik bercerita yang tidak berbelit-belit.

4.    Kembangkanlah gaya berbahasa yang khas.

5.    Usahakanlah keaslian cerpen sebagai karya sendiri.

6.    Jangan menggunakan gaya bahasa yang berlebihan.

 

Kemenarikan cerpen dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti adanya kesamaan dengan pengalaman pribadi, kelucuan tokoh-tokoh yang ditampilkan pengarang, atau  isi cerpen yang belum pernah diketahui sebelumnya. Hal-hal menarik yang dapat dilihat dari beberapa segi, antara lain:

1.     watak tokoh utama;

2.    tema yang diangkat;

3.    plot atau alur penceritaan;

4.    gaya penceritaan pengarangnya.

 

Demikian sedikit informasi tentang cara mengembangkan unsur intrinsik dalam proses membuat cerpen. Semoga kalian tetap semangat dan menikmati usaha kalian untuk menghasilkan karya-karya, terutama cerpen yang menarik.

 

(Dwi Madiyo Warsono)

 

 

Pengembangan Unsur Intrinsik Cerpen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*