Bagaimana Agar Anak Bisa Mengidolakan Rasulullah?

Aku Ngefans RasulullahSuatu kali, ada email dari editor meminta saya menulis sebuah buku. Pesannya cukup membuat saya mikir agak lama. “Membuat buku tentang sunnah-sunnah Rasul dengan kemasan yang pop”. Hadeuh, gimana ini? Bayangan saya, buku seperti itu ‘harus’ serius semua.Tidak boleh main-main. Ahamdulillah, ternyata buku ini sebenarnya mengacu pada Menjadi Princess Muslimah karya Teh Tethy Ezokanzo. Sengaja dibuat serupa, tapi tak terbatas gender. Sipp… insya Allah bisa. Tinggal pelajari gaya penulisannya. Saya sudah biasa duet dengan Teh Tethy, insya Allah bisa cepat menyesuaikan. Pede J

Selanjutnya… bingung lagi, tujuan buku ini ternyata adalah menjadikan Rasulullah saw. sebagai idola. Rencana judulnya saja Aku Nge-Fans Nabi Muhammad saw. Huaaa!! Gimana ngemasnya? Kalau hanya bicara sunnah dalam ibadah, bisa-bisa bukannya jadi idola, malah bikin males L. Susunan penulisan harus tepat, nih!

Aku Ngefans

Sebenarnya, sudah ada acuan dari penerbit tentang tahapan yang mau ditulis. Namun, penulis diberi kebebasan untuk berkreasi. Jadi, saya masih berusaha ngutak-ngatik outline, menggali ide lagi, agar semua bisa lebih oke.

Di awal buku, tentunya perlu dijelaskan dulu pengertian idola. Terus, bagaimana agar anak bisa melihat Rasulullah saw. sebagai orang yang hebat, sangat pantas diidolakan? Dan, yang mampir ke pikiran saya kala itu adalah harus menulis sesuatu sebagai pemikat. Nah, apakah itu? Alhamdulillah, ada inspirasi yang tentunya dikirim Allah SWT ke otak saya. Mukjizat! Bukankah anak-anak suka dengan sesuatu yang sangat hebat? Bahkan, di luar batas akal manusia? Yup, harus ada banyak kisah mukjizat Rasulullah SAW yang harus dituliskan, untuk bisa membuat anak-anak kagum pada beliau.

Fans Rasulullah

Alhamdulillah, walaupun cukup lama, sekitar 10 hari mikir, outline mulai bisa saya tulis dengan alur yang terurai satu demi satu. Hasilnya seperti dalam daftar isi buku ini J

Daftar Isi

Ups! Sebenarnya, hasil itu berbeda dengan outline, loh. Yah, kebiasaan saya, kalau sedang nulis, suka muncul ide tiba-tiba. Kalau yakin ide baru ini akan membuat buku lebih bagus, tentunya saya ambil hehe. Salah satunya adalah, tiba-tiba terpikir membuat semacam kuis di bagian akhir buku. Pasti lumayan bikin buku lebih seru.

Duh, dilihat dari daftar isinya, kok teoritis sekali, ya? Tenang, Ibu, Bapak, Kakak, Adik J. Setiap awal bab, dimulai dengan cerpen menarik, kok. Awalnya sih saya buat komik, tapi dengan berbagai pertimbangan, akhirnya diganti narasi biasa. Saya kasih bocoran satu cerita, nih J

Idola

Insya Allah tak membosankan, ya? Eh… tapi setelah itu, kan, bahas teori? Iya, sih. Santai… saya berusaha membuat dengan gaya bahasa yang enak dibaca, tanpa mengurangi keseriusan isi, insya Allah. Bocoran lagi, niiih.

Mengusap

Alhamdulillah, seperti orang hamil yang lega kalau lahiran, maka terbitnya buku ini pun membuat saya lega luar biasa. Apalagi lay out-nya juga keren. Tulisan tidak terlalu kecil, jadi enak dibaca. Hadits diletakkan dalam kotak tersendiri, sehingga lebih menarik. Terima kasih, Pak Dhidit, sebagai editor, juga semua staf TigaSerangkai yang sudah membantu proses ‘kelahiran’ buku ini. Jangan kapok bekerja sama dengan saya xixixi. (Aan Wulandari U.)

 

1 Comment

  1. mau pesen buku aku ngefans Rasulullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Tiga Serangkai