Komodo Kadal Purba Asli Indonesia

Komodo_National_ParkKomodo Kadal Purba Asli Indonesia, Komodo merupakan endemik Indonesia. Artinya, reptil purba ini tak ditemukan di mana pun di belahan bumi ini, kecuali di kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. Hewan mirip kadal raksasa tersebut tersebar di Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Gili Morang dan Pulau Nusa Kode yang berada di kawasan Taman Nasional Komodo. Jumlah populasi komodo di pulau-pulau tersebut tercatat sebanyak 5.971 ekor.

Komodo Kadal Purba Asli Indonesia

Kepopuleran reptil purba ini sudah mencapai tingkat dunia. Pada 2012, Taman Nasional yang menampilkan kehidupan komodo di habitat aslinya ini resmi menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia atau New Seven Wonders of Nature.

Komodo memiliki sejumlah keunikan yang tak dimiliki hewan lainnya. Beberapa hal yang menjadi keunikan hewan purba ini adalah:

1. Diyakini sebagai hewan purbakala

Komodo (Varanus Komodoensis) merupakan hewan purbakala yang masih eksis hingga saat ini. Hewan karnivora dan pemakan bangkai ini diyakini telah ada sejak zaman dinosaurus. Komodo adalah yang terbesar dari seluruh spesies kadal yang ada di muka bumi.

Hewan berlidah panjang bercabang ini juga dilengkapi gigi-gigi tajam untuk mencabik-cabik mangsanya. Habitat komodo meliputi pantai, sungai kering, hutan savana tropis maupun dataran rendah terbuka. Panjang komodo berkisar antara 1,8-2,7 meter dengan bobot tubuh mencapai 75 kg. Komodo dewasa berwarna coklat kusam, abu-abu gelap, atau kemerahan, sedangkan yang masih muda berwarna kehijauan dengan garis-garis kuning dan hitam.

Kepala Taman Nasional Komodo, Helmy mengungkapkan, komodo bisa bertahan dari kepunahan karena hewan berkulit tebal itu memiliki mekanisme untuk mengatur jumlah populasinya sendiri.

2. Komodo memakan sesama

Komodo memakan mangsa kecil seperti serangga, ular, kadal maupun hewan mamalia kecil lainnya. Untuk komodo dewasa lebih menyukai mamangsa hewan yang lebih besar seperti kerbau, rusa, monyet, atau babi. Hewan ini juga hobi memakan bangkai hewan lainnya. Biasanya komodo cukup makan sekali dalam sebulan.

Namun, selain yang disebutkan di atas, ternyata komodo adalah hewan kanibal. Ia memakan sesama jenisnya sendiri. Taman Nasional Komodo pernah melakukan penelitian terhadap 4 ribu sampel kotoran komodo. Dari sampel tersebut peneliti menemukan bahwa enam persen makanan yang dikonsumsi komodo adalah komodo sendiri.

Menurut Helmi, meski Taman Nasional Komodo ini menyediakan banyak sekali rusa yang merupakan makanan favorit komodo, hewan purba itu tetap memakan sesamanya sendiri. Ini adalah cara komodo menjaga populasinya agar tidak meningkat pesat mengingat kedudukannya sebagai predator yang berada di puncak rantai makanan.

Karena komodo hewan kanibal, maka komodo kecil tak akan bergabung dengan komodo-komodo dewasa. Sebab, mereka justru bisa dimangsa kawan-kawannya sendiri. Bahkan, induk komodo juga tak jarang memakan anak-anaknya atau telurnya sendiri.

3. Komodo jantan memiliki dua alat kelamin

Komodo jantan ternyata memiliki dua alat kelamin, yang panjang dan yang pendek. Alat kelamin yang berukuran lebih panjang, berfungsi sebagai alat reproduksi.

"Kalau yang satunya lagi lebih kecil, itu untuk kamuflase saja," kata Kepala Taman Nasional Komodo, Helmy di Kantor TNK, Labuan Bajo, NTT, Senin 31 Agustus 2015.

Sementara itu, menurut guide lokal, Safe, alat kelamin komodo yang lebih pendek tersebut masih dalam tahap penelitian, sehingga belum dipastikan apa fungsinya.

4. Komodo betina dapat bertelur tanpa pejantan

Komodo betina juga dapat bertelur tanpa dibuahi pejantan. Kelahiran telur tersebut mampu menghasilkan komodo-komodo jantan. Para peneliti menduga bahwa itu salah satu cara yang dilakukan untuk menghindari kepunahan.

5. Cara bereproduksi

Komodo mulai aktif bereproduksi di usia sekitar lima tahun dan berkembang biak antara bulan Juli hingga September.

Saat ini, estimasi populasi komodo di Taman Nasional Komodo ini adalah 5.971 ekor. Namun, komodo jantan memiliki populasi yang lebih banyak ketimbang betina.

"Saat musim kawin, komodo jantan berjalan-jalan mencari betina. Sementara itu, komodo betina hanya berputar-putar di sarangnya," kata Helmy. Tiga ekor komodo jantan akan memperebutkan satu komodo betina.

Populasi komodo betina ini lebih sedikit karena mereka lebih banyak menguras energi ketimbang jantan. Komodo betina dapat mengeluarkan 38 telur sekaligus. Setelah itu, komodo betina akan memindahkan telurnya ke lubang satu per satu. Hal ini lah yang membuat komodo betina kehabisan energi dan hanya mampu berputar-putar di sarang. Hingga akhirnya komodo betina ini tak bisa mencari makan dan mati kelaparan.

6. Menggunakan sarang burung untuk bertelur

Di alam bebas, komodo hidup berdampingan dengan hewan liar lain, salah satunya burung maleo atau biasa disebut "burung gosong", yang berukuran sebesar ayam. Rupanya, komodo menggunakan sarang burung maleo yang telah ditinggalkan untuk bertelur dan menetaskan anak-anaknya. Sarang burung tersebut berada di bawah tanah.

Biasanya, dalam satu tempat akan ada empat sampai lima lubang sarang. Komodo sendiri cukup pintar. Dari lima sarang hanya ada satu lubang yang diisi telur. Ukuran telur komodo sebesar 30-35 cm. Panjang dan lembek seperti telur penyu. Satu betina dapat menghasilkan hingga 38 butir telur meskipun tidak semua menetas.

7. Telur komodo menetas dalam 9 bulan

Komodo bisa menghasilkan 15-38 telur. Telur-telur itu akan menetas dalam sembilan bulan. Namun, induk komodo hanya akan mengerami telur-telurnya sampai umur tiga bulan. Dari jumlah telur tersebut biasanya hanya 50 persen yang menetas. Dari telur yang menetas itu, biasanya hanya separuh anak komodo saja yang dapat bertahan hidup sampai dewasa.

8. Bayi komodo tinggal di atas pohon

Bayi komodo yang baru menetas tak akan keluar jauh dari sarangnya karena menghindari predator termasuk induknya sendiri. Selain burung elang, komodo penghuni pohon yang sudah berada di pohon sebelumnya juga memangsa komodo yang lebih kecil.

Bayi komodo akan naik ke atas pohon untuk menghindari predator dan akan tinggal di sana selama tiga hingga empat tahun. Di atas pohon, mereka memakan serangga dan burung. Kadang-kadang bayi komodo akan turun ke daratan untuk mencari minum.

5. Air liur komodo mengandung bisa

Komodo memproduksi cukup banyak air liur. Untuk menangkap mangsanya, ia akan mengigit dan melumatinya dengan air liur. Namun, yang membuat mangsanya tak berdaya bukanlah gigitan atau cengkeraman komodo, melainkan air liur komodo yang dapat meracuni darah hewan yang digigitnya. Mangsa komodo perlahan-lahan akan mati karena air liur komodo mengandung bakteri yang mematikan. Air liur binatang melata tersebut juga mengandung bisa dengan kadar rendah.

8. Pelari dan perenang ulung

Komodo adalah pelari dan perenang ulung. Mereka memiliki kecepatan lari sampai 18 kilometer per jam. Tak hanya jago berlari, komodo juga dapat memanjat. Binatang purba tersebut juga sering ditemukan berenang di laut.

9. Mempunyai tiga mata

Banyak wisatawan yang mengira bahwa komodo vampir karena memiliki mata berjumlah tiga. Dua mata berada di samping kanan dan kiri serta berfungsi untuk melihat di siang hari. Sementara itu, satu matanya berada di atas kepala. Fungfsinya untuk sensor cahaya. Komodo bisa mengetahui malam atau siang tanpa membuka mata. Meski memiliki penglihatan dan pendengaran yang memadai, tetapi komodo lebih mengandalkan penciuman untuk mendeteksi mangsa potensial.

Taman Nasional Komodo ini merupakan habitat alami komodo dengan luas 173 hektare yang terdiri atas 132 hektare lautan. Sementara itu, daratan hanya 40 hektare. Namun, 70 persen daratan itu adalah padang savana. Di taman ini terdapat 250 jenis tumbuhan dan terdapat beberapa satwa langka selain komodo, yaitu burung kakak tua jambul kuning. Burung langka ini hanya berjumlah 649 ekor yang ada di kawasan ini.

Nah, bagi yang ingin melihat komodo secara langsung, sebaiknya datang pada bulan Maret hingga Agustus, karena pada bulan-bulan tersebut perilaku komodo lebih tenang sehingga lebih aman untuk dikunjungi.

Sumber :

http://m.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/09/01/ntzo4d361-8-fakta-komodo-dari-mr-p-ganda-hingga-makan-anak-sendiri-part7

http://m.life.viva.co.id/news/read/668113-delapan-fakta-unik-tentang-komodo

http://m.okezone.com/read/2016/03/15/56/1336842/fakta-unik-tentang-komodo-kadal-raksasa-asli-indonesia

http://www.kidnesia.com/Kidnesia2014/Boleh-Tahu/Pengetahuan-Umum/Ketahuilah-Fakta-Fakta-Unik-Komodo

http://www.amazine.co/24136/fakta-komodo-habitat-reproduksi-klasifikasi-komodo/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Tiga Serangkai