BLUE: Berawal dari Menyukai Cerita-Cerita Detektif

Novel BLUE mulai dibuat setelah saya mengikuti workshop menulis oleh Gol A Gong. Dari situ, saya langsung mendapat ide untuk membuat novel. Sesuai dengan materi yang diberikan dalam workshop tersebut, hal pertama yang harus dilakukan saat menulis novel adalah merancang ciri-ciri dari tokoh yang akan ada dalam novel. Saya sendiri memang suka cerita-cerita detektif, jadi saya membayangkan kelompok detektif yang keren-keren. Sampai akhirnya, saya mendapat ide untuk membuat cerita kelompok detektif yang namanya sesuai dengan nama warna. Ada banyak ide bermunculan saat itu, hingga akhirnya saya memilih nama ”BLUE”.

Setelah muncul nama BLUE, saya mulai membuat nama karakter berdasarkan huruf B, L, U, dan E. Waktu itu saya benar-benar kesusahan membuat nama dengan awalah U. Hingga akhirnya ketemu nama Ugo sebagai salah satu tokoh dalam novel BLUE. Hehehe …. Setelah itu, saya membuat ciri-ciri dari setiap karakter.

Proses pembuatan novel pun dimulai. Awalnya, sih, saya rajin, setiap hari pasti menulis ceritanya. Namun lama-kelamaan, saya mulai kehabisan ide dan akhirnya meninggalkan draf novel yang baru jadi seperempat itu selama beberapa bulan.

Libur sekolah pun datang. Karena saya tidak pergi berlibur dan saya merasa bosan, Mama meminta saya untuk melanjutkan penulisan novel BLUE. Tak lama, novel pertama benar-benar selesai. Novel ini diberi judul Terbentuknya Kelompok BLUE. Mama kemudian meminta saya untuk membuat buku keduanya. Namun saat itu, saya belum mendapat ide.

TSE_Terbentuknya Kelompok Blue

Ide untuk novel kedua, Handphone yang Hilang, terinspirasi dari handphone saya yang hilang. Hahaha .… Pada saat membuatnya, saya membayangkan kalau yang sedang dicari itu handphone saya. Pada saat membuat novel kedua pun tak jarang muncul rasa malas. Namun dengan menyicil, novel tersebut akhirnya dapat selesai juga dan saya kirimkan ke Tiga Ananda. Saat itu, saya mengirimkan dua naskah sekaligus, Terbentuknya Kelompok BLUE dan Misteri Handphone yang Hilang.

Setelah beberapa bulan, saya mendapatkan kabar bahwa naskah saya diterima dan akan diterbitkan. Saya senang sekali. Namun, saya masih harus melakukan revisi pada teksnya. Revisinya, sih, tidak banyak. Setelah proses revisi, saya mendapatkan kabar lagi soal waktu penerbitan buku-buku saya. Akhirnya mimpi saya menjadi penulis terwujud.

TSE Handphone Hilang

Kedua buku saya diterbitkan bertahap. Novel pertama, Terbentuknya Kelompok BLUE terbit pada bulan Mei 2016. Sedangkan yang kedua, Misteri Handphone yang Hilang terbit pada bulan Juni 2016. Novel-novel ini sudah ada di toko buku. Jangan lupa beli, ya, Teman-Teman! (Devita Mayanda Heerlie)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*