Keder dengan Risiko Besar ketika Menulis Naskah Islami

104 Tanya Jawab Anak MuslimAssalamu’alaikum,

Ketika diminta untuk menuliskan proses kreatif dibalik buku 104 Tanya Jawab Anak Muslim oleh Mbak Andar, sejujurnya saya nyengir lebar. Apa sih yang mau saya ceritakan? batin saya. Saya malah mundur dari jadwal yang sudah saya dan editor buku ini (Mas Didit) sepakati. Saya juga terlampau lama mengembalikan surat kontrak penerbitan. Duh, malu-maluin. Hehehe.

Adalah akun Ronal Donat yang mengirimi saya pesan melalui fan page saya, Dyah Prameswarie. Tunggu, tunggu, saya memang bukan artis atau penulis yang sudah wow pakai banget sampai harus memiliki sebuah fan page. Tadinya, laman tersebut akan saya jadikan tempat berbagi seputar penulisan. Yaa, meskipun jarang sekali diisi, hehehe.

Kembali ke pesan dari Ronal Donat yang akhirnya saya tahu nama aslinya, yaitu Didit Kurniawan. Mas Didit menawari saya untuk menulis sebuah naskah yang judul dan konsepnya sudah ada. Ketika saya tanya judulnya, Mas Didit mengatakan 100 Tanya Jawab untuk Anak Muslim.

Dalam hati saya mengerang. Naskah anak Islami? Lagi? Hahaha. Bukannya saya tak suka menggarap tema seperti ini, tapi risiko besarnyalah yang bikin saya keder meski saya sudah pernah menulis dan menerbitkan naskah dengan tema sejenis.

Tapi sebuah kesempatan emas pantas ditolak. Saya juga tak percaya pada kebetulan semata. Pasti ada rencana Allah yang membuat semua ini terjadi. Allah ingin saya lebih mengenal Islam barangkali, atau ingin saya tobat? Hahaha.

Maka, saya mengamini permintaan Mas Didit. Lewat email, Mas Didit mengirimi saya sebuah konsep atau grand design. Tugas saya hanya menuliskan naskahnya. Hmm, sebetulnya bukan “hanya” mengingat sulit sekali menerjemahkan ide orang lain. Tapi sulit bukan berarti menyerah atau berhenti. Jadi saya berusaha menuliskan ke-100 pertanyaan yang sering ditanyakan anak-anak (usia 5 – 8 tahun) tentang agama Islam.

Ternyata susaaah! Hiks.

Well, mungkin karena target pembaca yang begitu muda sehingga saya harus lebih dalam meng-eksplore rasa ingin tahu anak usia sekian. Akhirnya saya membuat daftar pertanyaan, juga mencari tahu “gaya” anak sekian ketika bertanya pada orang tuanya. Yang saya tahu, anak-anak ini biasanya menanyakan pertanyaan yang mengejutkan orang tua ketika sedang santai atau bahkan di tempat yang tak terduga. Pernah mengalami?

Dari target 100 pertanyaan, saya membuat lebih dari 120 pertanyaan tentang agama Islam. Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, saya memutuskan untuk membaginya ke dalam beberapa bahasan agar lebih mudah membaca dan mengelompokkan. Selesaikah tugas saya? Beluuum. Mau tak mau saya harus menyeleksi beberapa pertanyaan yang tak sesuai. Ada saja yang masuk kategori tak sesuai ini. Terutama karena bukan termasuk pertanyaan yang sepertinya keluar dari target pembaca.

Alhamdulillah setelah sedikit riset, buka beberapa buku referensi dan meluangkan waktu untuk duduk cantik di depan laptop, naskah buku ini selesai sudah. Eh, tapi, kok ... Bukannya 100 pertanyaan, ternyata saya bikin 104 pertanyaan!

104 Tanya Jawab Anak Muslim

Setelah sempat mulur dari jadwal terbit, akhirnya naskah ini terbit di bulan September 2016 lalu. Senang sekaliii, apalagi tampilannya juga ramah anak, enak banget dilihat.

Daan, sudah seharusnya saya berterima kasih pada Mas Didit dan penerbit Tiga Serangkai atas kerja samanya selama ini. Terhitung sudah empat buku saya yang terbit di sini. Eh, kok baru empat? Nambah, ah! Hihihi.

Jadi begitulah proses kreatif menulis 104 Tanya Jawab Anak Muslim. Semoga menginspirasi.

Wassalam,

Dyah Prameswarie

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Tiga Serangkai