Pentingnya Peran Kover dalam Sebuah Buku

Kover merupakan bagian dari kemasan buku yang dilihat pertama kali saat kita akan membaca sebuah buku. Tentu akan menciptakan kesan tersendiri jika kover buku yang akan kita baca memiliki desain yang menarik, judul yang jelas, dan berbagai finishing cantik hasil kreativitas editor, desainer, dan percetakan sehingga kover tersebut akan memunculkan rasa penasaran calon pembaca.

Desain sebuah kover dapat memengaruhi calon pembeli untuk menentukan pilihannya. Di toko buku, dengan ratusan bahkan ribuan buku anak dari berbagai penerbit, calon pembeli buku anak tentu akan melihat kover sebagai bahan pertimbangan pertama, sebelum melihat isi atau blurp-nya.

Misalnya, di sebuah toko buku, ada rak buku anak bertema kumpulan cerita rakyat. Umumnya, para calon pembeli sudah tahu bagaimana karakter sebuah cerita rakyat yang tentu tidak akan banyak berbeda di antara berbagai buku sejenis. Saat akan membeli, pada tahap ini, pembeli akan membanding-bandingkan kemasan dan kualitas desain kover untuk menentukan pilihan yang akan dibelinya.

Princess Masakan

Salah satu buku anak yang diberi finishing taburan glitter.

Tentunya, dalam hal ini penerbit akan berlomba-lomba untuk berinovasi demi menarik perhatian pembeli. Ada yang memberi teknik lubang berbentuk cantik pada kover, memberi taburan glitter pada finishing-nya, memberi efek timbul atau cekungan pada desain kovernya, atau hanya sekadar berkreasi pada desain grafisnya. Semua dilakukan untuk menarik perhatian calon pembeli.

Apakah hal yang sama juga berlaku pada buku-buku dengan target market orang dewasa? Bisa jadi. Sebuah novel dengan kover yang dirancang sedemikian rupa yang bertujuan memancing rasa penasaran pembaca, tentu akan lebih banyak “disentuh” oleh calon pembaca/pembeli untuk sekadar diamati lebih lanjut atau dibaca blurp-nya. Di sisi lain, kover novel yang hanya dirancang ala kadarnya mungkin akan mengakibatkan calon pembaca/pembeli hanya akan “melihatnya” tanpa ada keinginan untuk menyentuh atau membaca blurp novel tersebut.

The Night Gardener

Salah satu novel dengan kover yang memancing rasa penasaran pembaca.

Namun, tentu saja selain kover, banyak faktor lain yang ikut menentukan pilihan pembaca tentang buku yang akan dibaca atau dibelinya. Di antara faktor yang paling kuat adalah penulis dan tingkat kepopuleran buku tersebut, khususnya di media sosial. Jika sebuah buku sudah viral di dunia maya, tidak peduli seperti apa pun kualitas kovernya, buku tersebut berkemungkinan besar untuk lebih banyak “disentuh” para calon pembaca.

Bisa jadi, sebuah buku dengan kualitas kover yang mumpuni, tapi kurang promosi, ditambah penulisnya tidak terlalu terkenal, kalah laris dengan buku yang kovernya ala kadarnya, tapi penulisnya cukup viral atau banyak dikenal masyarakat.

Bagaimanapun, bagi penerbit, membuat desain kover yang berkualitas adalah sebuah keharusan. Sebab, kover termasuk salah satu alat promosi visual bagi para pembeli, di mana pembeli adalah manusia, dan manusia adalah makhluk visual. Ibaratnya, kita menilai sesuatu dari penampilannya sebelum melihat bagian dalamnya. Jika sudah suka dengan tampilannya, tentu seseorang akan tertarik untuk melihat ada apa di dalamnya. Mungkin itu sebabnya ungkapan “don’t judge a book by its cover” tidak selalu berlaku bagi sebagian penerbit. (D. Kurniawan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*