Fabel di Sekitar Para Nabi: Cerita Berdasar Dalil Al-Qur’an atau Hadits

Fabel di Sekitar Para NabiBuku ini menceritakan kisah tentang bintang menyertai perjalanan dakwah para nabi. Dan sebetulnya, lebih banyak memaparkan tentang kehidupan dan perjuangan para nabi. Namun dari sudut pandang binatang yang turut serta.  Karenanya, tentu saja cerita yang dipaparkan di dalamnya berdasar dalil Al-Qur’an atau hadits. Jadi mengenai alur cerita atau kejadiannya bukan hanya sekadar rekaan. Cuma nama-nama saja yang dibuat fiktif. Itu pun sebagian ada yang diambil dari bahasa Arab. Misalnya, ada Abu si laba-laba diambil dari kata al-ankabaut yang artinya laba-laba. Jadi dipanggil Abut. Atau ada kambing dikasih nama Ghanam, kuda dikasih nama Hishon. Namun ada juga yang benar-benar rekaan dan sekiranya disukai anak-anak. Seperti nama Jini dan Jono untuk keluarga jin yang suka membantu Nabi Sulaiman.

Fabel dalam satu buku ini ada 18 cerita. Beberapa di antaranya sebagai berikut..

  1. Gagak dan Qabil, putra Nabi Adam.

Menceritakan tentang Guki si gagak yang merasa sedih melihat kakeknya yang mendapat ilham dari Allah untuk berkorban hingga meninggal, agar Qabil putra Nabi Adam mendapat pelajaran tentang cara mengubur jenazah yang benar, setelah dia kebingungan menunggui jenazah adiknya yang bernama Habil.

  1. Ikan Paus yang Ketakutan.

Fabel di Sekitar Para Nabi

Kisahnya dibuka dengan keheranan memperhatikan tingkah sahabatnya, Nun si ikan paus. Ternyata Nun sedang menjalankan misi dari Allah untuk memangsa Nabi Yunus dan memuntahkannya lagi di tepian pantai. Selama tiga hari itu sungguh-sungguh perjuangan bagi Nun. Dan Naina turut menemani dengan segala pertanyaan yang berkecamuk di hatinya. Naina pun turut lega saat Nun memuntahkan Nabi Yunus di sebuah pantai di negeri Ninawa.  Misi Nun berhasil dengan Nabi Yunus yang merasa menyesal telah menyerah dari perjuangan mengajak kaumnya untuk menurutu perintah Allah,

3. Semut di Kerajaan Sulaiman.

Wo hohoho, betapa hebohnya keluarga Pak Rangrang yang tinggal di Lembah Wadi, begitu mendengar pengumuman dari Raja Semut agar mereka segera mengungsi. Karena tak lama lagi, Nabi Sulaiman dan beribu pasukannya akan melewati lembah wadi. Dan raja khawatir, derap langkah mereka akan memporak-porandakan negeri para semut.  Tak disangka, ternyata kepanikan kaum semut itu didengar oleh Nabi Sulaiman. Sehingga Nabi Sulaiman menghibur mereka dan memberi kesempatan untuk segera pindah ke tempat yang lebih tinggi. Akhirnya, keluarga Pak Rangrang dan semua warga semut selamat sampai di bukit. Bahkan bisa menyaksikan pasukan Nabi Sulaiman yang gagah berani itu lewat di lembah wadi. Mereka melihatnya dari tempat baru nereka di atas bukit.

4. Laba-laba Penunggu Gua Tsur.

Abut si laba-laba yang merasa rapuh, sangat iri dengan peran Ghanam si Kambing yang menjaga dua orang hebat yang sedang bersembunyi di dalam Gua Tsur. Namun kata Ghanam, justru peran Abutlah yang akan lebih berarti. Dengan terus menganyam jala sampai menutupi gua. Hingga para penjahat yang mengejar Rasulullaah dan Abu Bakar tidak mengira, bahwa dua orang kesayangan umat Islam itu selamat dari kejaran penjahat. Horee, ternyata meski Abut lemah, Abut juga menolong agama Islam yang sedang dalam bahaya. Yakni dengan menyelamatkan persembunyian Rasululllaah dan Abu Bakar.

5. Hud-hud si Pelatuk Genius

Nabi Sulaiman marah. Karena Hud-hud si burung yang selama ini jadi asistennya mendadak hilang dari barisan. Padahal Nabi Sulaiman sedang menunggunya. Saking marahnya, Nabi Sulaiman sampai bertekad untuk menghukum Hud-hud. Untungnya Hud-hud segera tiba di hadapan Nabi Sulaiman dan membawa kabar gembira. Hud-hud melihat sebuah negeri yang dipimpin oleh seorang wanita yang bernama Ratu Bilqis. Sayangnya, Ratu itu tidak berimana kepada Allah. Hud-hud ingin Nabi Sulaiman menjalankan misinya agar Ratu Bilqis mau beriman. Wah waah, gimana caranya yaa?

6. Ular Nabi Musa

Nabi Musa semula kaget dan ketakutan, saat melihat tongkatnya berubah menjadi ular. Allah memerintahkan Nabi Musa untuk melemparkan tongkatnya. Dan tongkat itu pun berubah menjadi ular. Ternyata itulah mukjizat Nabi Musa agar bisa melawan kejahatan Firaun yang mengaku Tuhan. Bahkan saat harus menghadapi ribuan ular yang dikeluarkan para ahli sihir suruhan Firaun. Ular Nabi Musa ini malah melahapnya sampai tandas tak bersisa. Para ahli sihir itu jadi berbalik menyerah pada Nabi Musa dan mengaku beriman kepada Allah. Waah terang saja, Firaun semakin marah.

7. Hishon Kuda yang Perasa.

Huhu, ada ya kuda yang berhati lembut? Iya ada dong. Dialah kudanya Suraqah bin Naufal. Kuda itu bernama Hishon. Suraqah mengajaknya untuk pergi mengejar Nabi Muhammad dan Abu Bakar yang sedang bersembunyi entah dimana. Tapi begitu Hishan dan Suraqah melihat Nabi Muhammada dan Abu Bakar sedang berjalan dengan sembunyi-sembunyi, hati Hishon mendadak luluh dan tidak bisa berlari cepat. Kakinya serasa lemah untuk digerakkan hingga beberapa kali terjerembab. Kenapa ya? Ternyata semua itu karena ketika melihat kedua orang mulia yang dikejarnya, Hishon merasa sayang dan tak kuasa untuk mencelakainya.

Tertarik dengan isinya? Baca aja bukunya, yuk. (Irma Irawati)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*