Soal dan Pembahasan Bab 4 Penjajahan Bangsa Eropa di Indonesia – Sejarah SMA 2

Soal dan Pembahasan Bab 4 Penjajahan Bangsa Eropa di Indonesia - Sejarah SMA 2

 

#Soal 1

Berikut ini yang merupakan tujuan yang hendak dicapai oleh imperialisme modern adalah ….
a. mencari dan mendapatkan daerah penanaman modal
b. mencari dan mendapatkan logam mulia atau kekayaan
c. mendapatkan nama baik dan kejayaan bangsa
d. mencapai tujuan suci untuk menyebarkan agama Nasrani
e. mencari daerah-daerah baru untuk ditaklukkan dan dieksploitasi

Pembahasan:
Dalam politik imperialisme modern, tujuan yang hendak dicapai adalah
a. mencari dan mendapatkan daerah pemasaran hasil industri;
b. mencari dan mendapatkan daerah penghasil bahan mentah atau bahan baku industri;
c. mencari dan mendapatkan daerah penanaman modal.
Jawaban: a

 

#Soal 2

Gubernur Jenderal VOC pertama dijabat oleh ....
a. Johan van Oldenbarneveldt
b. Jan Pieterszoon Coen
c. Pieter Both

d. Johannes van den Bosch
e. John Fendall

Pembahasan:
Johan van Oldenbarneveldt adalah anggota parlemen Belanda yang mengusulkan pembentukan VOC. Untuk memperlancar aktivitasnya, VOC dipimpin oleh seorang gubernur jenderal. Gubernur Jenderal VOC yang pertama adalah Pieter Both.
Jawaban: c

 

#Soal 3

Faktor-faktor yang mendorong didirikannya VOC adalah ....
a. menghindari persaingan antarpedagang Belanda dan pedagang lain
b. menyeragamkan komoditi dagang di Hindia Timur
c. berusaha mengisi kekosongan kas Kerajaan Belanda
d. mempererat hubungan antarpedagang Belanda
e. membantu pemerintah Belanda dalam menjual hasil industrinya

Pembahasan:
Tujuan dibentuknya VOC, antara lain untuk
a. menghindari persaingan antarpedagang Belanda;
b. memperkuat posisi Belanda dalam menghadapi persaingan dengan bangsa-bangsa Eropa ataupun bangsa-bangsa Asia;
c. membantu pemerintah Belanda dalam berjuang menghadapi Spanyol yang masih berkuasa.
Jawaban: a

 

#Soal 4

Tujuan pemerintah kolonial Belanda melaksanakan Sistem Tanam Paksa adalah ....
a. mengisi kekosongan kas negara Indonesia
b. meningkatkan produksi barang ekspor
c. mengatasi kesulitan keuangan Kerajaan Belanda
d. membiayai perang yang dilakukan oleh Belanda
e. mengenalkan tanaman ekspor di Indonesia

Pembahasan:
Pada tahun 1830, Belanda melantik Johannes van den Bosch menjadi Gubernur Jenderal Hindia Belanda menggantikan van der Capellen. Van den Bosch bertanggung jawab mengisi kas Kerajaan Belanda yang saat itu kosong. Untuk melaksanakan tugas tersebut, van den Bosch menjalankan program kerjanya. Program kerja van den Bosch dikenal dengan nama Sistem Tanam Paksa atau Cultuurstelsel. Tujuan utama program tersebut adalah memperoleh pendapatan yang besar dengan mewajibkan menanam tanaman dagang yang laku dan dibutuhkan di pasaran Eropa. Tanaman yang wajib ditanam, seperti tebu, nila, teh, kopi, tembakau, kayu manis, dan kapas.
Jawaban: c

 

#Soal 5

Orang Belanda pertama yang melakukan pelayaran ke Indonesia dan mendarat di Banten adalah ....
a. Cornelis de Houtman
b. Johan van Oldenbarnevelt
c. H.W. Daendels
d. van den Bosch
e. Baron van Hoevel

Pembahasan:
Pelaut pertama dari Belanda yang sampai Indonesia adalah Cornelis de Houtman. Dia dan anak buahnya berangkat dari Belanda ada tahun 1595. Mereka berlayar menyusuri pantai barat Afrika untuk sampai di Tanjung Harapan. Setelah itu dengan mengarungi Samudra Hindia sampailah mereka di Indonesia melalui Selat Sunda. Pada tahun 1596, empat kapal Belanda mendarat di Banten.
Jawaban: a

 

#Soal 6

Di Eropa sekitar abad ke-15 berlaku sistem ekonomi yang mendorong pemerintah ikut campur tangan dalam perekonomian sehingga muncullah kongsikongsi dagang di Eropa. Sistem perekonomian itu dikenal sebagai ....
a. merkantilisme
b. kapitalisme
c. renaissance

d. kolonialisme
e. humanisme

Pembahasan:
Sistem ekonomi yang melibatkan pemerintah dalam perekonomian adalah merkantilisme. Merkantilisme adalah suatu kebijaksanaan dalam bidang ekonomi untuk menyatukan dan meningkatkan kekayaan keuangan suatu negara. Dalam sistem ekonomi merkantilisme, negara mengawasi perkembangan perekonomian dan ikut campur di dalamnya. Untuk mencapai tujuan ekonomi merkantilisme, pemerintah melakukan perlindungan dalam bidang perdagangan dengan mengenakan bea masuk yang sangat tinggi. Hal itu dilakukan dengan tujuan untuk mencegah masuknya hasil industri dari negara lain.
Jawaban: a

 

#Soal 7

Mundurnya perlawanan Mataram terhadap Belanda di Batavia disebabkan oleh ....
a. pasukan Belanda membakar cadangan makanan pasukan Mataram
b. adanya pengkhianat di dalam pasukan Mataram
c. kendornya semangat pasukan Mataram
d. kuatnya persatuan dalam pasukan Belanda
e. persenjataan pasukan Mataram kalah jauh daripada pasukan Belanda

Pembahasan:
Penyerangan pasukan Mataram terhadap VOC di Batavia berlangsung dua kali, yaitu tahun 1628 dan 1629. Serangan pertama ini gagal karena kurangnya persediaan bahan makanan. Tumenggung Baurekso gugur dalam serangan pertama ini. Serangan kedua pasukan Mataram juga mengalami kegagalan. Kegagalan tersebut disebabkan gudang-gudang bahan makanan pasukan Mataram dibakar oleh VOC. Serangan kedua ini dipimpin oleh Pangeran Puger, Pangeran Purbaya, dan Kyai Adipati Juminah. Pertempuran sengit terjadi di Benteng Hollandia.
Jawaban: a

 

#Soal 8

Raja dari Banten yang gigih menentang VOC adalah ....
a. Sultan Haji
b. Sultan Abdul Mufakir
c. Sultan Ageng Tirtayasa
d. Sultan Maulana Muhammad
e. Sultan Hasanuddin

Pembahasan:
Pada masa pemerintahan Abdul Mufakir, armada Belanda yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman tiba di Banten. Raja dari Banten yang gigih menentang VOC adalah Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Haji adalah putra dari Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Haji bekerja sama dengan VOC untuk mengalahkan Sultan Ageng Tirtayasa.
Jawaban: c

 

#Soal 9

Perang Pattimura disebabkan oleh ....
a. campur tangan Belanda dalam pemerintahan Maluku
b. rakyat menentang penyebaran agama Kristen
c. rakyat menolak pemberlakuan penyerahan wajib
d. Belanda melaksanakan politik monopolinya
e. rakyat tidak menyukai tingkah laku Belanda

Pembahasan:
Perlawanan rakyat Saparua disebabkan oleh penindasan kaum penjajah. Pemerintah kolonial memberlakukan kembali penyerahan wajib dan wajib kerja di Maluku. Hal ini membuat rakyat Saparua makin menderita. Perlawanan rakyat Saparua dipimpin oleh Thomas Matulesy atau Pattimura, Anthony Reebok, Christina Martha Tiahahu, Philip Latumahina, dan Thomas Pattiwael.
Jawaban: c

 

#Soal 10

Penyebab utama pecahnya Perang Diponegoro adalah ....
a. rakyat Mataram dihasut oleh para bupati yang memihak penjajah Belanda
b. Belanda mengusik makam leluhur Pangeran Diponegoro di Tegalrejo
c. Pangeran Diponegoro tidak menyukai tingkah laku Belanda
d. Pangeran Diponegoro bertikai dengan Sentot Prawirodirjo
e. campur tangan Belanda dalam pemerintahan takhta Keraton Yogyakarta

Pembahasan:
Penyebab pecahnya Perang Diponegoro dibedakan menjadi sebab umum dan sebab khusus. Sebab umum pecahnya Perang Diponegoro, yaitu rakyat menderita karena beban pajak yang diminta oleh Belanda dan pemerintah Belanda mencampuri urusan Keraton Yogyakarta. Sebab khusus pecahnya Perang Diponegoro, yaitu pemerintah kolonial Belanda secara paksa mengambil tanah makam leluhur Pangeran Diponegoro di Tegalrejo untuk proyek pembuatan jalan.
Jawaban: b

 


 

#Soal 1

Langkah-langkah apa saja yang diambil Daendels untuk mempertahankan Pulau Jawa?

Jawaban:
Untuk mempertahankan Pulau Jawa, Daendels mengambil langkah-langkah sebagai berikut.
a. Mendirikan benteng-benteng pertahanan.
b. Mendirikan pabrik senjata di Semarang dan Surabaya.
c. Memerintahkan pembuatan Jalan Raya Pos (
Grote Postweg) dari Anyer sampai Panarukan yang bertujuan untuk mempercepat gerak pasukan.
d. Membuat pangkalan laut di Merak dan Ujung Kulon.

 

#Soal 2

Upaya apa saja yang dilakukan VOC untuk menguasai perdagangan di Indonesia?

Jawaban:
Upaya yang dilakukan VOC untuk menguasai perdagangan di Indonesia, antara lain sebagai berikut.
a. Menerapkan monopoli perdagangan.
b. Melaksanakan ekstirpasi, yaitu membinasakan pohon rempah-rempah yang berlebihan. Hal ini dilakukan VOC dengan tujuan menjaga harga rempah-rempah di pasar internasional agar tetap tinggi.
c. Melaksanakan Pelayaran Hongi, yaitu pelayaran yang bertujuan untuk mengawasi peredaran rempah-rempah yang berlebihan. Selain itu, bertujuan untuk mencegah petani melakukan hubungan dagang dengan pihak lain.
d. Melaksanakan
contingenten, yaitu aturan penyerahanan sebagian hasil bumi sebagai pajak.
e. Melaksanakan
verplichte leverantie atau aturan penjualan paksa hasil bumi kepada pemerintah kolonial Belanda dengan harga yang telah ditetapkan.
f. Melaksanakan
Preanger Stelsel atau kewajiban rakyat untuk menanam kopi di daerah Priangan.

 

#Soal 3

Sebutkan beberapa ketentuan dalam pelaksanaan Sistem Tanam Paksa!

Jawaban:
Ketentuan pokok Sistem Tanam Paksa, antara lain sebagai berikut.
a. Para petani yang mempunyai tanah diminta menyediakan seperlima tanahnya untuk ditanami tanaman perdagangan yang sudah ditentukan.
b. Tanah yang digunakan untuk menanam tanaman wajib tersebut dibebaskan dari pembayaran pajak.
c. Hasil dari penanaman wajib itu harus diserahkan kepada pemerintah Belanda.
d. Tenaga dan waktu untuk menggarap tanaman perdagangan tidak boleh melebihi dari tenaga dan waktu dalam menanam padi.
e. Kegagalan panen tanaman wajib menjadi tanggung jawab pemerintah.
f. Bagi mereka yang tidak memiliki tanah, wajib bekerja selama 66 hari dalam setahunnya di perkebunan milik pemerintah.
g. Penggarapan tanah untuk tanaman wajib akan diawasi langsung oleh penguasa pribumi. Pegawai Belanda secara umum mengawasi jalannya penggarapan dan pengangkutannya.

 

#Soal 4

Sebutkan dampak keluarnya Undang-Undang Agraria 1870!

Jawaban:
Dampak keluarnya Undang-Undang Agraria 1870 adalah sebagai berikut.
a. Muncul dan berkembangnya perkebunan-perkebunan besar di Indonesia.
b. Rakyat Indonesia mulai mengenal sistem uang. Hal ini berkaitan dengan sistem sewa dan kontrak.
c. Rakyat Indonesia mulai menikmati sarana irigasi, transportasi, fasilitas pendidikan dan kesehatan.
d. Akan tetapi, rakyat Indonesia juga mengalami penderitaan. Banyak barang-barang impor masuk ke Indonesia sehingga mematikan usaha kecil rakyat Indonesia.
e. Rakyat Indonesia semakin banyak yang tertarik menjadi tenaga kuli kontrak di perkebunan dengan harapan mendapatkan upah kerja berupa uang.

 

#Soal 5

Deskripsikan tentang stratifkasi sosial atau pelapisan sosial masyarakat Hindia Belanda!

Jawaban:
Stratifkasi sosial atau pelapisan sosial masyarakat Hindia Belanda dibagi atas dasar ras dan agama (Nasrani). Stratifkasi sosial masyarakat Hindia Belanda terbagi menjadi tiga golongan, yaitu golongan Eropa (khususnya Belanda), golongan Timur Asing (Cina, Arab, dan India), dan golongan pribumi. Golongan pertama adalah orang Eropa. Permukiman mereka umumnya berada di pusat kota atau pusat pemerintahan (sekitar alun-alun). Permukiman mereka terpisah dari kedua golongan masyarakat lainnya. Golongan yang kedua adalah golongan Timur Asing, khususnya orang Cina. Mereka ini pada umumnyaadalah para pedagang dan berperan sebagai perantara antara orang Eropa dan
pribumi. Golongan ketiga atau yang paling bawah adalah golongan pribum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*