Soal dan Pembahasan Bab 6 Perkembangan Politik dan Ekonomi serta Perubahan Masyarakat di Indonesia pada Masa Reformasi – Sejarah SMA 3

Soal dan Pembahasan Bab 6 Perkembangan Politik dan Ekonomi serta Perubahan Masyarakat di Indonesia pada Masa Reformasi - Sejarah SMA 3

 

#Soal 1

UU No. 9 Tahun 1998 yang ditetapkan oleh pemerintah bersama DPR berisi tentang ....
a. Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum
b. Susunan, Kedudukan, Tugas, dan Wewenang DPR/MPR
c. Pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif Tahun 1999
d. Pengakuan dan Perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM)
e. Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN


Pembahasan:
UU No. 9 Tahun 1998 berisi tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.
Jawaban: a

 

#Soal 2

Berikut ini adalah beberapa alasan penolakan terhadap kepemimpinan B.J. Habibie, kecuali ....
a. secara hukum formal pengangkatan B.J. Habibie tidak konstitusional
b. kepemimpinan B.J. Habibie merupakan bagian dari rezim Orde Baru
c. B.J. Habibie telah melakukan kudeta terhadap kekuasaan Suharto
d. B.J. Habibie mengucapkan sumpah dan janji di depan Mahkamah Agung
e. B.J. Habibie diyakini tidak mampu memberantas praktik-praktik KKN

Pembahasan:
beberapa alasan penolakan terhadap kepemimpinan B.J. Habibie, yaitu
a. secara hukum formal pengangkatan B.J. Habibie tidak konstitusional;
b. kepemimpinan B.J. Habibie merupakan bagian dari rezim Orde Baru;
c. B.J. Habibie mengucapkan sumpah dan janji di depan Mahkamah Agung;
d. B.J. Habibie diyakini tidak mampu memberantas praktik-praktik KKN.
Jawaban: c

 

#Soal 3

Tahanan politik dari kaum buruh yang dibebaskan pada masa pemerintahan B.J. Habibie, yaitu ....
a. Budiman Sujatmiko
b. Muchtar Pakpahan
c. Sri Bintang Pamungkas
d. Umar Dhani
e. Rekso Samudro

Pembahasan:
Pada masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie, sejumlah tahanan politik dilepaskan. Tiga hari setelah menjabat sebagai presiden, B.J. Habibie membebaskan pemimpin kaum buruh yang ditahan pada masa pemerintahan Orde Baru,
yaitu Muchtar Pakpahan.
Jawaban: b

 

#Soal 4

Peristiwa serangan bom paling dahsyat di Indonesia terjadi di Bali pada tahun 2002. Peristiwa yang lebih dikenal sebagai Bom Bali I tersebut terjadi pada masa pemerintahan ....
a. Susilo Bambang Yudhoyono I
b. Susilo Bambang Yudhoyono II
c. Megawati Sukarnoputri
d. B.J. Habibie
e. K.H. Abdurrahman Wahid

Pembahasan:
Bom Bali I terjadi di Sari Club dan Paddy’s Bar Kuta, Bali pada tanggal 12 Oktober 2002. Peristiwa Bom Bali I terjadi terjadi pada masa pemerintahan Megawati Sukarnoputri. Untuk mengenang para korban Bom Bali I, di Jalan Legian, Kuta, Bali dibangun sebuah tugu peringatan yang dikenal dengan nama Ground Zero.
Jawaban: c

 

#Soal 5

K.H. Abdurrahman Wahid adalah presiden yang tidak lepas dari kontroversi. Salah satu wujud kontroversi dari K.H. Abdurrahman Wahid, yaitu ....
a. terlibat dalam skandal korupsi
Bruneigate dan Buloggate
b. usulan untuk mengadakan kerja sama dengan organisasi NATO
c. usulan pembatalan Tap MPRS No. IX/MPRS/1966
d. usulan untuk segera keluar dari keanggotaan OPEC
e. usulan mengadakan kerja sama bilateral dengan Israel

Pembahasan:
K.H. Abdurrahman Wahid adalah presiden yang tidak lepas dari kontroversi. Pernyataannya yang kontroversial adalah usulan kepada MPR agar membatalkan Tap MPRS No. XXV/MPRS/1966 tentang pelarangan ajaran marxisme
dan komunisme. Selain itu, K.H. Abdurrahman Wahid juga mengusulkan diadakannya kerja sama bilateral dengan Israel.
Jawaban: e

 

#Soal 6

Pemilu tahun 2004 berlangsung dalam tiga tahap. Pemilu presiden putaran pertama dilaksanakan pada ....
a. 5 April 2004
b. 5 Mei 2004
c. 5 Juni 2004
d. 5 Juli 2004
e. 20 September 2004

Pembahasan:
Pemilu 2004 berlangsung dalam tiga tahap, yaitu pemilu legislatif (DPR pusat, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, dan DPD) dan pemilu presiden dalam dua putaran. Pemilu legislatif dilaksanakan pada tanggal 5 April 2004. Pemilu
presiden putaran pertama dilaksanakan pada tanggal 5 Juli 2004 dan pemilu presiden putaran kedua dilaksanakan pada tanggal 20 September 2004.
Jawaban: d

 

#Soal 7

Ketua MPR pada awal reformasi dijabat oleh ....
a. Yusril Ihza Mahendra
b. Hamzah Haz
c. Amien Rais
d. Akbar Tanjung
e. Mathori Abdul Jalil

Pembahasan:
Pada bulan Oktober 1999, MPR mengadakan Sidang Umum. Sesuai hasil keputusan SU, Amien Rais terpilih dan ditetapkan sebagai ketua MPR menyisihkan Mathori Abdul Jalil dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Adapun Akbar
Tanjung terpilih sebagai ketua DPR.
Jawaban: c

 

#Soal 8

Dalam menjalankan pemerintahannya, Presiden K.H. Abdurrahman Wahid dibantu oleh wakil presiden yang dijabat oleh ....
a. Yusril Ihza Mahendra
b. Megawati Sukarnoputri
c. Muhammad Jusuf Kalla
d. Hasyim Muzadi
e. Hamzah Haz

Pembahasan:
K.H. Abdurrahman Wahid menjadi Presiden Indonesia yang keempat setelah dipilih oleh MPR hasil Pemilu 1999. Dia dibantu oleh Megawati Sukarnoputri sebagai wakil presiden.
Jawaban: b

 

#Soal 9

Pada masa reformasi, wakil presiden yang akhirnya menjabat sebagai presiden adalah ....
a. B.J. Habibie dan Megawati Sukarnoputri
b. B.J. Habibie dan Muhammad Jusuf Kalla
c. K.H. Abdurrahman Wahid dan B.J. Habibie
d. K.H. Abdurrahman Wahid dan Hamzah Haz
e. Megawati Sukarnoputri dan Hamzah Haz

Pembahasan:
Wakil presiden yang akhirnya menjabat sebagai presiden adalah B.J. Habibie dan Megawati Sukarnoputri. B.J. Habibie menggantikan Presiden Suharto, sedangkan Megawati Sukarnoputri menggantikan Presiden K.H. Abdurrahman
Wahid.
Jawaban: a

 

#Soal 10

Negara asing yang memfasilitatori perundingan damai antara GAM dan pemerintah RI, yaitu ....
a. Belanda
b. Inggris
c. Prancis

d. Finlandia
e. Amerika Serikat

Pembahasan:
Negara asing yang memfasilitatori perundingan damai antara GAM dan pemerintah RI, yaitu Finlandia. Perundingan damai tersebut difasilitatori oleh mantan Presiden Finlandia, Martti Ahtisaari. Pada 17 Juli 2005, tim perunding
Indonesia berhasil mencapai kesepakatan damai dengan GAM. Penandatanganan nota kesepakatan damai dilangsungkan pada 15 Agustus 2005.
Jawaban: d

 


 

#Soal 1

Sebutkan beberapa kebijakan yang dilakukan oleh pemerintahan B.J. Habibie untuk memperbaiki perekonomian Indonesia!

Jawaban:
Beberapa kebijakan yang dilakukan oleh pemerintahan B.J. Habibie untuk
memperbaiki perekonomian Indonesia di antaranya
a. melaksanakan reformasi ekonomi seperti yang diisyaratkan oleh IMF;
b. merekonstruksi perekonomian Indonesia;
c. merekapitulasi perbankan dan melikuidasi beberapa bank yang bermasalah;
d. menaikkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga di bawah Rp10.000,00.

 

#Soal 2

Deskripsikan reformasi dalam tubuh ABRI pada masa reformasi!

Jawaban:
Pada masa reformasi, ABRI mulai menarik diri dari berbagai posisi sipil. Peran dan jumlah perwakilan ABRI di DPR mulai dikurangi secara bertahap hingga akhirnya keluar dari keanggotaan DPR. Mulai tanggal 5 Mei 1999, Polri memisahkan diri dari ABRI dan kemudian berganti nama menjadi Kepolisian Negara. Dengan demikian, ABRI menjadi terdiri atas Angkatan Udara, Angkatan Darat, dan Angkatan Laut. Istilah ABRI pun diubah menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

 

#Soal 3

Sebutkan beberapa ketetapan baru pada Sidang Istimewa MPR tahun 1998!

Jawaban:
Ketetapan baru pada Sidang Istimewa MPR tahun 1998 adalah sebagai berikut.
a. Tap MPR No. X/MPR/1998 tentang Pokok-Pokok Reformasi Pembangunan dalam Rangka Penyelamatan dan Normalisasi Kehidupan Nasional sebagai Haluan Negara.
b. Tap MPR No. XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN.
c. Tap MPR No. XIII/MPR/1998 tentang Pembatasan masa Jabatan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.
d. Tap MPR No. XV/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Otonomi Daerah; Pengaturan, Pembagian, dan Pemanfaatan Sumber Daya Nasional yang Berkeadilan serta Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah dalam Kerangka NKRI.
e. Tap MPR No. XVI/MPR/1998 tentang Politik Ekonomi dalam Rangka Demokrasi Ekonomi.
f. Tap MPR No. XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia (HAM).

 

#Soal 4

Sebutkan beberapa kesepakatan yang dihasilkan dalam Dialog Ciganjur!

Jawaban:
Dialog Ciganjur menghasilkan delapan kesepakatan, yaitu
a. tetap menjunjung tinggi terciptanya kesatuan dan persatuan nasional;
b. menegakkan kembali kedaulatan rakyat;
c. desentralisasi pemerintahan sesuai dengan otonomi daerah;
d. penghapusan dwi fungsi ABRI secara bertahap;

e. pelaksanaan reformasi sesuai kepentingan generasi baru bangsa;
f. pelaksanaan pemilu yang Luber dan Jurdil untuk mengakhiri masa pemerintahan transisi;
g. mendesak seluruh anggota Pam Swakarsa untuk membubarkan diri;
h. mengusut pelaku KKN dengan diawali pengusutan KKN Suharto dan kroninya.

 

#Soal 5

Sebutkan sepuluh besar partai pemenang pemilu tahun 2004!

Jawaban:
Sepuluh besar pemenang pemilu 2004, yaitu Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Bintang Reformasi (PBR), dan Partai Damai Sejahtera (PDS).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Tiga Serangkai