Kekayaan Kuliner Nusantara dalam Dongeng

Seperti yang kita tahu, Indonesia adalah negeri yang memiliki beragam keunikan, dari tarian adat, hingga makanan khas. Setiap provinsi di Indonesia memiliki makanan khasnya masing-masing. Uniknya, tidak semua orang Indonesia, khususnya anak-anak, pernah mencicipi semua makanan khas tradisional Indonesia. Coba tanyakan kepada anak-anak Anda, mana saja jenis makanan berikut yang sudah pernah dicicipi oleh mereka: papeda, pempek, catemak, tinutuan, serabi, seruit, juhu singkah, colenak, sate lilit, carang gesing, dan awug. Saya sendiri pun, yang sudah cukup tua, belum pernah memakan sebagian besar makanan tersebut. Apa karena saya yang kurang sering wisata kuliner, ya? Hehehe …

Dongeng Kuliner Nusantara

Sumber gambar:

  • sate lilit (recipeshubs.com)
  • Juhu Singkah (indonesialand.asia)
  • Colenak (blog.weyap.com)
  • tinutuan (ceritakota.info)
  • serabi (menubukapuasa.net)
  • seruit (kulinerlampunggeh.blogspot.com)
  • Pempek (pempeklince.com)
  • Papeda (id.wikipedia.org)
  • catemak jagung (idntimes.com)

 

Mana saja di antara makanan-makanan di atas yang belum pernah putra-putri Anda makan?

Dengan premis tersebut, sebagai editor buku anak, saya jadi ingin menciptakan sebuah wadah, tepatnya buku, yang berisi ulasan tentang makanan-makanan tradisional tersebut. Tujuannya agar anak-anak Indonesia makin mengenal keragaman makanan tradisional di negeri ini. Saya akhirnya mempunyai ide untuk mengemas penyajian di buku tersebut tidak dengan cara-cara biasa, seperti buku nonfiksi, melainkan dikemas dalam bentuk dongeng fantasi nan jenaka.

Setelah mengerucutkan ide, membuat konsep cerita dan kemasan, memilih penulis, dan menunjuk sang illustrator, akhirnya jadilah sebuah buku berisi kisah-kisah dongeng yang berkaitan dengan makanan-makanan khas nusantara. Judulnya, Dongeng Kuliner Nusantara.

Dongeng Kuliner Nusantara

Untuk penulis, saya menggandeng Mbak Dian Kristiani karena beliau sangat piawai meracik ide cerita dongeng-dongeng unik, pas dengan konsep ini. Untuk ilustratornya, saya suka dengan gaya gambar Gadis Febriani yang cerah dan ceria, cocok untuk anak-anak dan editor kekanak-kanakan seperti saya.

Setting lokasi dalam dongeng-dongengnya tidak selalu di Indonesia juga tidak selalu menggunakan karakter manusia, tetapi bisa badut, naga, pangeran, atau apa pun. Sebab, buku ini ingin memberikan sesuatu yang menarik untuk anak-anak. Di akhir setiap dongeng, diberikan fakta mengenai makanan yang ada dalam cerita. Jadi, selain mendapat pengetahuan tentang beragam makanan khas Indonesia, anak-anak akan mendapat cerita yang sangat menghibur. Hmmm … kuliner nusantara dalam dongeng fantasi? Bagaimana jadinya?

Ada cerita tentang Pengeran Naga yang bosan dengan makanan di kerajaan. Ia hanya mau menu baru untuk makan siangnya, yang penting bahan dasarnya ikan. Koki Istana yang kebingungan lalu mencari menu makanan baru berbahan ikan. Akhirnya, ia mencoba sebuah resep dari negeri antah berantah bernama Palembang. Tak lama, ia menghidangkan menu baru baru tersebut kepada sang Pangeran Naga. Apakah Pangeran Naga akan menyukainya?

Ada juga cerita tentang nenek sihir yang putus asa karena di zaman yang sudah serbacanggih ini, keahlian sihirnya jadi tak laku lagi. Pedagang peuyeum yang kebetulan melihat, lalu mengajaknya bekerja sama membuat sebuah makanan superlezat berbahan peuyeum. Si Nenek Sihir setuju, Peuyeum dibakar, lalu ia beri gula merah. Setelah dicicipi … semangat hidup Si  Nenek Sihir pun kembali.

Total ada 18 dongeng dalam buku ini. Dengan membaca buku ini, anak-anak akan makin mengenal beragam jenis kuliner nusantara, lalu merengek kepada Anda untuk dibelikan atau dibuatkan makanan tersebut hehe. Makin bagus lagi, mereka akan makin bangga dan cinta nusa dan bangsanya, cieee. (D.Kurniawan)

1 Comment

  1. mantab nih ide kulineran dijadikan dongeng.. bisa didapat dimana ya bukunya??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*